Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Tercium Aroma Tak Sedap Dari Rencana Investasi Garam Lembata, DPRD Buka Suara.

5 ribu hektar itu bukan lahan yang sedikit, dan anehnya semua di kedang, lalu desa yang memiliki lahan pada hamparan dibutuhkan diminta untuk mendata masing-masing, lahan pembangunan macam apa ini? Tanya Eman.

Indonesiasurya
Jumat, 27 Februari 2026 | 19:56:32 WIB
Eman Ubuq

Lembata - Rencana pemerintah kabupaten Lembata menggandeng investor untuk melakukan pengembangan industri garam di Lembata terdengar baik dan menarik namun demikian, aroma tak sedap perlahan mulai muncul ketika informasi tentang niat investor untuk membeli putus sejumlah are, dan membutuhkan 5 ribu hektar lahan untuk pengembangan tersiar bebas di tengah publik.

Emanuel Ubuq anggota fraksi Golkar DPRD Lembata dalam sebuah rapat bersama pemerintah belum lama ini, yang dihadiri oleh sekda Lembata Paskalis Ola Tapobali secara tegas mengatakan, dari cara Konsolidasi lahan pada tingkatan tertentu, dan niat investor membebaskan lahan seluas 5 ribu hektar juga trrkait informasi yang menyebut investor ingin membeli putus lahan seluas 10 hektar untuk membangun kantor menimbulkan sejumlah tanda tanya

5 ribu hektar itu bukan lahan yang sedikit, dan anehnya semua di kedang, lalu desa yang memiliki lahan pada hamparan dibutuhkan diminta untuk mendata masing-masing, lahan pembangunan macam apa ini? Tanya Eman.

Di desa Bean diminta 50 hektar itu artinya, hampir sebagian Bean habis. Harus lebih sistematis dan terukur, jangan bicara dan umbar ke masyarakat mimpi yang belum pasti yang pada akhirnya membawa dampak negatif tegas Eman Ubuq

Ia menjelaskan hari ini telah terjadi gab dan konflik lahan di lapangan, yang kita harapkan kedepan kita tidak tersandung dibatu yang sama.

Investor tidak dekat ke Lembata karena, banyak hal remetemeh yang jadi persoalan seperti, pendekatan untuk pembebasan lahan lebih cenderung lompat pagar, jalan pintas tanpa mempertimbangkan kearifan lokal.
Eman mengatakan, pemerintah terlalu masabodoh dengan program strategis nasional, padahal program bupati dan wakil bupati Lembata dalam hal ini, nelayan, tani, ternak (NTT ) selaras dengan program Nasional yakni Dapur MBG dan koperasi merah putih

"Kalau saja pemerintah fokus untuk dua hal ini, akan ada puluhan bahkan ratusan miliar bisa masuk ke Lembata tapi pemerintah malah sibuk cari investor yang kapitalis Ini ada apa? Saya kurang paham ujar Eman.

Tambak garam cukuplah 500 hektar dan bisa dibuat dimana saja bukan hanya harus di Kedang tegas Eman.

Langkah-langkah pemerintah ini membuat kita bertanya-tanya ada apa? Peluang yang diberikan negara lewat dapur MBG dan koprasi merah putih selaras dengan program NTT kenapa peluang ini tidak dan manfaatkan? Mestinya pemerintah fokus mempersiapkan masyarakat untuk sukseskan karena sejalan dengan program NTT tapi masih sibuk urus investor ini yang patut dipertanyakan pungkas Eman.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

Tiga Desa Raih Predikat Perpustakaan Desa Terbaik di Lomba HUT ke-27 Otonomi Lembata

TBM Papirus menerapkan layanan terbuka. Pengunjung bebas memilih buku yang ingin dibaca atau dipinjam, lalu menghubungi

| Kamis, 15 Oktober 2026
Serah Terima Kepala Kemenag Haji dan Umrah Lembata, Wabup Nasir: Sinergi Kunci Pelayanan Terbaik

Dalam sambutannya, Wabup Nasir menegaskan pergantian ini bukan sekadar serah terima tugas rutin, melainkan momentum memp

| Kamis, 15 Oktober 2026
BLKK Otomotif Ile Lewotolok Nusantara Resmi Beroperasi: Bebas Biaya, Tanpa Batas Usia

Poin paling istimewa, pelatihan ini gratis dan tanpa batasan usia. Siapa pun yang berminat, berapapun usianya, boleh me

| Kamis, 15 Oktober 2026
HUT ke-27 Lembata, Bupati Kanis Tegaskan Pembangunan Harus Berdampak Nyata

Peringatan tahun ini mengusung tema 'Dengan Semangat Taan Tou, Melangkah Bersama Mewujudkan Pemerintahan yang Efektif, S

| Selasa, 13 Oktober 2026
Bupati Kanis Tinjau Laboratorium Kesehatan Hewan Lembata, Pastikan Siap Beroperasi

"Laboratorium ini sangat penting untuk memantau kesehatan ternak, memastikan keamanan daging yang beredar, serta mengawa

| Rabu, 14 Oktober 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 18