Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Polemik PETI Aek Nabara Kian Memanas, Oknum BPD Bungkam Disorot dan Camat Batang Natal Didesak Bertindak

Muncul dugaan konflik kepentingan yang berpotensi memengaruhi objektivitas penanganan kasus PETI.

Indonesiasurya
Jumat, 24 April 2026 | 21:34:35 WIB
Foto

Mandailing Natal, ~ Polemik dugaan pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Desa Aek Nabara, Kecamatan Batang Natal, kembali mencuat dan menjadi perhatian serius publik. Sorotan mengarah pada sikap bungkam oknum Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang diduga memiliki keterkaitan dengan aktivitas ilegal tersebut.

Hingga saat ini, upaya konfirmasi terhadap oknum BPD yang dilakukan berbagai pihak belum mendapatkan tanggapan. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar terkait transparansi serta akuntabilitas pemerintahan desa dalam menyikapi dugaan aktivitas PETI.

Bendahara Forum Mahasiswa Intelektual Mandailing Natal (FMI Madina), Ahmad Dana, menyampaikan bahwa sikap tidak kooperatif tersebut berpotensi memperburuk kepercayaan publik.

“Ketika ruang klarifikasi sudah dibuka, tetapi tidak dimanfaatkan, maka wajar publik mempertanyakan. Sikap bungkam justru memperbesar kecurigaan,” ujarnya, Jumat.

Di tengah polemik tersebut, beredar informasi di masyarakat mengenai adanya hubungan kekerabatan antara oknum BPD dengan Kepala Desa Aek Nabara. Kondisi ini memunculkan dugaan konflik kepentingan yang berpotensi memengaruhi objektivitas penanganan kasus PETI.

“Isu hubungan keluarga ini harus dijelaskan secara terbuka. Jangan sampai muncul kesan adanya praktik saling melindungi di lingkaran kekuasaan desa,” tegas Ahmad Dana.

Aktivitas PETI yang diduga masih berlangsung tanpa penindakan tegas turut memperkuat persepsi adanya pembiaran. Situasi ini dinilai berpotensi merugikan masyarakat serta mencederai prinsip penegakan hukum yang adil.

“Jika aktivitas ilegal ini terus dibiarkan, publik tentu menilai ada sesuatu yang disembunyikan. Ini harus dijawab secara terang dan bertanggung jawab,” tambahnya.

FMI Madina kemudian mendesak Camat Batang Natal untuk segera mengambil langkah konkret dalam menyikapi persoalan tersebut. Peran camat sebagai atasan langsung pemerintah desa dinilai penting dalam melakukan pembinaan dan pengawasan.

“Camat tidak boleh tinggal diam. Harus segera memanggil dan mengevaluasi kepala desa serta pihak terkait. Jika ditemukan indikasi pelanggaran, segera rekomendasikan penindakan sesuai aturan,” ujarnya.

Selain itu, aparat penegak hukum juga diminta untuk segera melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap dugaan PETI di wilayah tersebut. Penelusuran terhadap kemungkinan konflik kepentingan dinilai penting guna memastikan proses hukum berjalan profesional dan transparan.

“Kami meminta penegakan hukum dilakukan secara profesional dan transparan. Jangan sampai hukum tajam ke bawah, tetapi tumpul ke atas,” pungkas Ahmad Dana.

FMI Madina menegaskan akan terus mengawal isu ini hingga ada langkah nyata dari pihak berwenang. 

Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Desa Aek Nabara maupun BPD setempat belum memberikan keterangan resmi terkait polemik yang berkembang di tengah masyarakat.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

Sisa MBG Capai 2 Ember, Siswa SMPK St. Gabriel Takut Konsumsi Usai Isu Sayur Basi

Kepala Sekolah SMPK Swasta St. Gabriel Larantuka, Sr. Maria Fabiana, PRR, membenarkan ada sembilan siswanya yang mengala

| Rabu, 28 Oktober 2026
PUM Belanda Bantu Perkuat Fondasi dan Pemasaran Koperasi Purna Migran Lembata

Annemieke juga menyarankan kerja sama dengan koperasi kredit yang sudah mapan, agar KOPPMI dapat lebih fokus mengembangk

| Rabu, 28 Oktober 2026
Orang Tua Siswa Ungkap Kekhawatiran atas Kualitas MBG di SMPK Sint Gabriel

Suasana sekolah yang biasanya riuh mendadak berubah tegang ketika sembilan siswa harus dilarikan ke Klinik Susteran Tab

| Rabu, 28 Oktober 2026
Semarakkan Bulan Bahasa & Sumpah Pemuda, MKKS SMP Atadei Gelar PORSSENI 2026

Sekretaris MKKS SMP se-Kecamatan Atadei, Vinsensius Pati, S.Pd., menegaskan PORSSENI bukan sekadar ajang kompetisi rutin

| Selasa, 27 Oktober 2026
GMNI Sikka Luncurkan Kajian Kritis: APBD Sikka 2026 Alat Birokrasi, Bukan Kesejahteraan Rakyat

Komposisi PAD juga dinilai timpang — didominasi retribusi dan pajak yang membebani masyarakat, sementara pengelolaan k

| Selasa, 27 Oktober 2026
Bupati Lembata Perjuangkan Perluasan Akses Listrik Desa dalam Rakor Pemerintah se-NTT

Bupati Kanis Tuaq menegaskan, koordinasi lintas pemerintah diperlukan agar usulan program listrik pedesaan dapat diselar

| Selasa, 27 Oktober 2026
APBD Perubahan Lembata 2026 Resmi Diundangkan, Bupati Tekankan Percepatan Program dan Efisiensi Belanja

Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq, yang mengikuti proses tersebut secara virtual dari Kupang, menyampaikan syukur atas ber

| Selasa, 27 Oktober 2026
PBVSI Cup I Lembata 2026 Resmi Dibuka: Bukan Sekadar Juara, Lahirkan Atlet Berkarakter

Prestasi Tidak Datang Secara Kebetulan Pemerintah Kabupaten Lembata menegaskan: prestasi lahir dari disiplin, latihan k

| Senin, 26 Oktober 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 5