Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Berikut adalah panduan lengkap mitigasi dan tindakan saat tsunami:

Tunggu Instruksi Resmi: Jangan kembali ke daerah pesisir sampai pihak berwenang (BMKG/BPBD) menyatakan situasi aman

Indonesiasurya
Sabtu, 11 April 2026 | 12:38:01 WIB
Ilustrasi

Cara mengatasi tsunami adalah dengan mitigasi (pencegahan/pengurangan risiko) sebelum kejadian dan evakuasi cepat saat tanda-tanda muncul (gempa kuat, air laut surut, suara gemuruh). Segera lari ke tempat tinggi (min. 20-30m) atau gedung kokoh berlantai >3, hindari pantai, dan pantau informasi resmi BMKG

Berikut adalah panduan lengkap mitigasi dan tindakan saat tsunami:

1. Saat Terjadi Tsunami (Tindakan Darurat)

Evakuasi Mandiri Segera: Jangan menunggu peringatan sirine jika merasakan gempa kuat atau melihat air laut surut drastis. Waktu adalah kunci.

Cari Dataran Tinggi: Lari sejauh mungkin dari pantai, minimal 3 km ke daratan atau ketinggian di atas 20-30 meter dari permukaan laut.

Gedung Vertikal: Jika tidak ada dataran tinggi, naik ke lantai tertinggi (minimal lantai 3) gedung beton bertulang yang kokoh.

Hindari Kendaraan: Evakuasi dengan berjalan kaki atau berlari untuk menghindari kemacetan yang bisa menghambat penyelamatan diri.

Tetap di Tempat Aman: Jangan turun meskipun gelombang pertama sudah surut. Gelombang berikutnya seringkali lebih besar.

Posisi di Air: Jika terbawa arus, cari benda terapung (batang pohon/pintu) untuk dijadikan rakit

2. Mitigasi Sebelum Tsunami (Persiapan)

Kenali Tanda Alam: Gempa bumi kuat di pesisir, air laut surut secara tiba-tiba, atau suara gemuruh keras dari arah laut.

Pahami Jalur Evakuasi: Pelajari peta evakuasi dan tanda-tanda jalur evakuasi di lingkungan sekitar 

Siapkan Tas Siaga Bencana: Berisi dokumen penting, senter, makanan kering, air minum, dan obat-obatan.

Bangun Infrastruktur: Penanaman green belt (hutan bakau/mangrove) di pantai dan pembangunan tanggul pemecah gelombang

3. Setelah Tsunami (Pasca Bencana)

Tunggu Instruksi Resmi: Jangan kembali ke daerah pesisir sampai pihak berwenang (BMKG/BPBD) menyatakan situasi aman.

Hindari Instalasi Listrik: Waspada terhadap kabel listrik yang terputus dan kebocoran gas.

Keamanan Air/Makanan: Hindari meminum air keran atau memakan makanan yang terkena air laut karena risiko kontaminasi

Latihan evakuasi rutin sangat penting, terutama di daerah rawan bencana, untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Penumpang KM. Lambelu Loncat dari Kapal, Tim SAR Lakukan Pencarian di Perairan Pulau Pemana Sikka.

Lokasi kejadian diperkirakan berada di sekitar Perairan Pulau Pemana, Kabupaten Sikka, NTT, pada koordinat 8° 22.310'S

| Kamis, 16 Juli 2026
Temui Kepala Staf Kepresidenan, BPP DOB Dorong Provinsi Luwu Raya Masuk Agenda Strategis Nasional

Ketua Tim BPP DOB Provinsi Luwu Raya, H. Darwis Ismail, mengatakan pertemuan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar me

| Selasa, 14 Juli 2026
Ahli Geothermal Luruskan Persepsi tentang WKP Mataloko dan Pemanfaatan Lahan PLTP

Berdasarkan data gambaran umum pengembangan PLTP Mataloko, luas WKP mencapai sekitar 996,2 hektare

| Selasa, 14 Juli 2026
Ahli Geothermal ITB: Pemanfaatan Air untuk Pengeboran PLTP Mataloko Bersifat Sementara

Pemanfaatan air Sungai Tiwu Bala untuk mendukung kegiatan pengeboran PLTP Mataloko telah memperoleh Izin Pengusahaan

| Senin, 13 Juli 2026
MPLS SMAN 1 Nagawutung TP 2026/2027 Resmi Dimulai, Wujudkan Sekolah Ramah dan Humanis

MPLS adalah ruang untuk mengenal lingkungan sekolah, membangun karakter, serta menumbuhkan semangat belajar

| Senin, 13 Juli 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 11