LEWOLEBA, INDONESIASURYA.COM — Sengketa yang tak kunjung usai antara Hidup FC dan KKO FC di ajang Liga II PSSI Kabupaten Lembata memunculkan pertanyaan besar di kalangan pengamat sepak bola dan masyarakat: sebenarnya kepentingan siapa yang sedang diperjuangkan oleh ASKAB Lembata?
Persoalan bermula saat pertandingan antara Hidup FC melawan KKO FC pada Rabu, 14 Oktober 2026 di Stadion Dadu Beliung Kolipadan berakhir dengan ketegangan. Saat wasit memberikan keputusan penalti untuk KKO FC, pemain dan pendukung Hidup FC melakukan protes keras hingga meninggalkan lapangan.
Alih-alih diselesaikan berdasarkan fakta lapangan dan aturan yang berlaku, justru muncul kejanggalan-kejanggalan dalam proses penanganan oleh ASKAB Lembata. Keputusan resmi wasit baru terbit empat hari setelah pertandingan. Padahal KKO FC dinilai sangat menjaga tertib administrasi sejak awal.
Yang lebih disayangkan, ASKAB Lembata justru menerbitkan jadwal pertandingan berikutnya padahal persoalan antara kedua klub belum tuntas diselesaikan. Langkah ini dinilai banyak pihak sebagai sikap yang tidak profesional dan terburu-buru.
"Dasar hukum apa yang menyatakan KKO FC gugur atau out? Di mana berita acara pemeriksaan? Apa langkah komisi disiplin ASKAB dalam kasus ini?" tanya pengurus KKO FC dalam pernyataan sikapnya.
Hingga kini belum ada kejelasan berkas yang menjadi dasar hukuman atau penetapan status pertandingan tersebut. Pertanyaan mendasar yang muncul: apakah aturan main dibuat untuk dilindungi, atau justru dimanipulasi demi kepentingan tertentu?
Masyarakat pencinta sepak bola Lembata berharap ASKAB Lembata segera memberikan penjelasan transparan dan menyelesaikan persoalan ini berdasarkan aturan dan keadilan olahraga, bukan atas tekanan atau kepentingan pihak tertentu. Sepak bola Lembata membutuhkan penyelenggara yang jujur, mandiri, dan berpihak pada kebenaran. (Laporan: Tim Redaksi)