Yogyakarta, 27 Juli 2026. - Yayasan Lembaga Bantuan Hukum dan Studi Kebijakan Publik yang disingkat YLBH SIKAP adalah Lembata bantuan hukum yang berpusat di Kota Yogyakarta.
YLHB SIKAP memiliki kantor perwakilan yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk diantaranya adalah LBH SIKAP Lembata di Kabupaten Lembata Provinsi NTT.
Sejak tanggal 27 Juli 2026 LBH SIKAP Lembata resmi berubah nama menjadi LBH SIKAP Nusa Tenggara Timur' melalui Surat Keputusan Ketua YLBH SIKAP Nomor: 052/YLBH-SIKAP/VII/2026 yang ditandatangani oleh Ketua YLBH SIKAP Muhamad Yusup, S.H.,LLM.
Ketua YLBH SIKAP juga menunjuk Saudara Juprians Lamablawa, S.H.,M.H sebagai Direktur LBH SIKAP Nusa Tenggara Timur, ditandai dengan Surat Keputusan Ketua YLBH SIKAP Nomor: 83/YLBH-SIKAP/VII/2026.
Atas perubahan nama LBH SIKAP Lembata menjadi LBH SIKAP Nusa Tenggara Timur, Juprians Lamablawa di mintai keterangan oleh media ini, Ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada para Pengurus pusat YLBH SIKAP di Yogyakarta, terkhusus pak Ketua YLBH SIKAP Pak Muhamad Yusup yang akrab di sapa Bung Marsel, ungkap Juprian.
LBH SIKAP Lembata ini didirikan kurang lebih 10 Tahun yang lalu, LBH SIKAP Lembata telah membantu sekian ribu pencari keadilan di Lembata, kami pingin LBH SIKAP berkiprah membantu pencari keadilan dengan wilayah yang lebih luas, dengan LBH SIKAP Nusa Tengara Timur ini, mudah mudahan LBH SIKAP bisa lebih maksimal dalam memberikan layanan hukum kepada masyarakat pencari keadilan di seluruh Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan maksimal, ungkap alumni Pasca Sarjana pada Fakultas Hukum UII Jogjakarta ini.
Diwawancari terpisah via saluran telepon, Ketua YLBH SIKAP Muhamad Yusup membenarkan hal tersebut, benar LBH SIKAP Lembata dirubah namanya menjadi LBH SIKAP Nusa Tenggara Timur, kita beri kepercayaan lebih kepada Bung Juprian dan Kawan-kawan di Nusa Tenggara Timur, dengan peruhan nama tentu wilayah pengabdian hukum semakin luas, mudah mudahan kehadiran LBH SIKAP Nusa Tengara Timur dapat membantu masyarakat pencari keadilan pada Provinsi di tenggara Nusantara itu, ungkap Bung Marsel yang juga Alumni Pasca Sarjana Universitas Gajah Mada Jogjakarta.