Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Perangi Perdagangan Orang, Imigrasi Maumere Perkuat Desbumi Watotutu Jadi Desa Binaan Migrasi Aman

Program Desa Binaan Imigrasi ini dirancang sebagai langkah preventif untuk mengedukasi warga agar bermigrasi secara prosedural, sekaligus menekan angka Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM) di wilayah Flores Timur.

Indonesiasurya
Rabu, 26 Agustus 2026 | 21:22:00 WIB
Foto bersama

Larantuka-– Kantor Imigrasi Kelas II TPI Maumere bersama Yayasan Kesehatan untuk Semua  (YKS) dan Pemerintah  Kecamatan Ile Mandiri menginisiasi pembentukan Desa Binaan Imigrasi di Desa Watotutu, Kecamatan Ile Mandiri, Kabupaten Flores Timur. Langkah ini ditandai dengan pertemuan lintas sektor yang melibatkan 20 peserta dari unsur keimigrasian, pemerintah desa, BPD, dan masyarakat setempat pada Rabu (26/8) di Kantor Desa Watotutu.

Program Desa Binaan Imigrasi ini dirancang sebagai langkah preventif untuk mengedukasi warga agar bermigrasi secara prosedural, sekaligus menekan angka Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM) di wilayah Flores Timur.

Asesmen Awal dan Edukasi Migrasi Aman

Kantor Imigrasi Kelas II Maumere, yang diwakili Kasubsi Intelijen Keimigrasian, Dikky Prima Nugraha, menjelaskan bahwa kehadiran timnya di Desa Watotutu merupakan tahap asesmen awal untuk memetakan persoalan riil yang dihadapi oleh para Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal desa tersebut. Aktivitas ini akan ditindaklanjuti dengan sosialisasi menyeluruh pada September mendatang. 

"Program Desa Binaan Imigrasi ini sudah memasuki tahun kedua, di mana kami menargetkan minimal satu desa binaan baru setiap tahunnya. Sebelumnya, kami telah menetapkan Desa Kolontobo, Kecamatan Ile Ape Lembata  yang merupakan DESBUMI (Desa Peduli Buruh Migran) dampingan YKS menjadi desa binaan Imigrasi Maumere. Kini, kami fokus membangun kolaborasi serupa di Desa Watotutu," ujar Dikky.

Tantangan Jalur Kultural dan Calo

Kepala Desa Watotutu, Yosep Duli Leton, menyambut baik inisiatif ini. Ia mengungkapkan bahwa selama ini sekitar 130 warga Desa Watotutu bermigrasi ke luar negeri (khususnya Malaysia) secara mandiri atau struktural-kultural tanpa dokumen resmi dari desa.

Warga biasanya langsung berangkat ke Nunukan dan mengurus paspor melalui jasa calo dengan biaya yang sangat mahal. Pola migrasi non-prosedural ini juga berdampak pada upah kerja yang jauh lebih rendah dibanding PMI yang berangkat melalui perusahaan resmi. Namun, kehadiran program DESBUMI yang difasilitasi oleh YKS belakangan ini mulai menunjukkan dampak positif. "Bulan ini, sudah ada dua warga yang secara sadar datang ke kantor desa untuk mengurus kelengkapan administrasi dasar sebagai PMI resmi. Ini kemajuan luar biasa bagi kesadaran hukum warga kami," kata Yosep.

Replikasi dan Pengaktifan Layanan Terpadu

Direktur YKS, Mans Balawala, menekankan bahwa status sebagai DESBUMI dan Desa Binaan Imigrasi harus memberikan nilai dampak yang konkret, bukan sekadar papan nama. Untuk itu, Pusat Pelayanan Informasi Terpadu Desa Peduli Buruh Migran (PPT-DESBUMI) di Watotutu harus diaktifkan sepenuhnya. Layanan  PPT-DESBUMI tersebut, demikian Balawala,   mencakup Informasi migrasi aman, Pendataan berkala warga yang berangkat,  Penanganan pengaduan dan penyelesaian kasus buruh migran, Layanan Administrasi Dokumen Dasar Kependudukan, serta Pemantauan dan Pemberdayaan bagi Purna-PMI.

Balawala juga  mendorong percepatan konsultasi publik Rancangan Peraturan Desa (Ranperdes) agar Pemerintah Kabupaten Flores Timur dapat segera memfasilitasi asistensi penetapan Perdes Perlindungan PMI.

Lebih lanjut, Balawala  meluruskan persepsi keliru sebagian warga yang menganggap migrasi yang dilakukan selama ini  aman-aman saja. Berdasarkan temuan di lapangan, PMI mandiri kerap mengalami eksploitasi terselubung akibat ketidaktahuan atas hak-hak mereka. Contohnya meliputi jam kerja tanpa batas bagi pekerja rumah tangga, ketiadaan hari libur, hingga penyitaan dokumen keimigrasian oleh majikan.

Dukungan Penuh Pemerintah Kecamatan

Senada dengan YKS, Camat Ile Mandiri, Marselis Fernandez, menegaskan dukungan penuh dari jajaran pemerintah kecamatan atas program strategis ini. Sinergi antara keimigrasian, Pemdes, dan lembaga swadaya seperti YKS diharapkan mampu menjadi model tata kelola migrasi aman yang dapat direplikasi oleh desa-desa lain di Flores Timur, mengingat tingginya orientasi warga untuk bekerja ke luar negeri demi membiayai pendidikan anak dan membangun hunian yang layak. (*)


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

PSSI Lembata siap gulir Liga I dan II musim kompetisi 2026-2027, pada, 5 September 2026 mendatang

Setelah melakukan rapat tim PSSI Lembata bersama Panitia Pelaksana, melakukan assessment persiapan Lapangan pertandinga

| Rabu, 26 Agustus 2026
Turun ke Jambi, Menhut Raja Antoni Cek Eksekusi Perintah Presiden Prabowo soal Karhutla

Menhut Raja Antoni mengatakan di bawah perintah Presiden Prabowo Subianto, pemerintah hadir di lapangan untuk masyarakat

| Selasa, 25 Agustus 2026
Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah minta emas 74 kg dan uang 500 juta dikembalikan.

Boyamin Saiman menegaskan jika ada permintaan agar barang yang disita penyidik berupa, 74 kilogram emas dan uang hampir

| Senin, 24 Agustus 2026
Perkuat Pelindungan PMI di Desa, Pengurus PPT Ikut Pelatihan Paralegal Tingkat Dasar

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Yayasan Kesehatan untuk Semua (YKS) ini secara resmi dibuka Kepala Bidang Ketenaga

| Minggu, 23 Agustus 2026
Karhutla Kalimantan: Padamkan api, selamatkan hutan, jaga rumah Bersama

Kami berdiri bersama masyarakat yang terdampak, para petugas pemadam, relawan, masyarakat adat dan seluruh pihak yang se

| Sabtu, 22 Agustus 2026
Tambang Emas Belopa Diduga Bangkit Lagi! Perintah Prabowo Akan Diabaikan

Pertanyaan publik kini mengarah kepada aparat penegak hukum dan pemerintah daerah agar segera turun melakukan pengecekan

| Sabtu, 22 Agustus 2026
Tanggapi surat BPD Amakaka Ilepae, Yos Raya Kadis PMD Lembata sebut surat itu bersifat konsultatif.

Pemimpin adalah pelayan, anak, saudara kita yang berasal dari rahim Lewotana yang sama. Mari kita selesaikan masalah jik

| Sabtu, 22 Agustus 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 10