Nagawutung-Lembata, IndonesiaSurya.com – Pembagian rapor di SMAN 1 Nagawutung, Sabtu (20/6/2026), menghadirkan pesan yang melampaui angka-angka hasil belajar peserta didik. Di hadapan para orang tua dan wali murid, sekolah menegaskan bahwa pendidikan bukanlah tanggung jawab guru semata. Melalui rapat pembagian Buku Laporan Pendidikan Semester Genap Tahun Pelajaran 2025/2026, SMAN 1 Nagawutung mengajak seluruh orang tua untuk menjadikan momentum tersebut sebagai sarana evaluasi, komunikasi, dan penguatan kolaborasi demi keberhasilan pendidikan anak-anak mereka.
Kegiatan yang berlangsung di Aula SMAN 1 Nagawutung, Sabtu (20/6/2026), dihadiri oleh Kepala SMAN 1 Nagawutung Patrisius Beyeng, S.Pd, Ketua Komite Sekolah Petrus Gehak Ladoangin, para guru dan tenaga kependidikan, serta orang tua dan wali murid kelas X dan XI.
Rangkaian acara diawali dengan sapaan pembuka oleh pembawa acara Yusman Kapitan, S.Pd.I, dilanjutkan dengan doa pembuka yang dipimpin oleh guru Pendidikan Agama Katolik, Yohanes Paulus Pito Koban, S.Fil.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Panitia Asesmen Akhir Semester Genap Tahun Pelajaran 2025/2026, Donatus Dua Uak, S.Pd, menyampaikan laporan pelaksanaan asesmen sekaligus gambaran umum proses pembelajaran yang telah dijalani para peserta didik selama satu semester. Menurutnya, seluruh tahapan asesmen berlangsung dengan baik dan menjadi bagian dari proses evaluasi untuk mengukur ketercapaian kompetensi peserta didik sesuai dengan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) yang berlaku di SMAN 1 Nagawutung.
Ia menjelaskan bahwa hasil belajar yang tertuang dalam buku laporan pendidikan tidak hanya mencerminkan capaian akademik siswa, tetapi juga menjadi bahan refleksi bersama bagi sekolah, orang tua, dan peserta didik dalam meningkatkan mutu pembelajaran pada semester berikutnya.
Momentum pembagian rapor tersebut juga dimanfaatkan oleh Ketua Komite SMAN 1 Nagawutung, Petrus Gehak Ladoangin, untuk mengingatkan pentingnya keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak. Dari total 157 peserta didik kelas X dan XI, hanya 85 orang tua dan wali murid yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, angka kehadiran tersebut menunjukkan bahwa kesadaran sebagian orang tua terhadap pentingnya keterlibatan dalam pendidikan anak masih perlu ditingkatkan.
“Momentum hari ini bukan sekadar mengambil rapor. Pembagian rapor harus dipandang sebagai kebutuhan dan tanggung jawab orang tua terhadap proses pendidikan yang telah dijalani oleh guru dan peserta didik. Hari ini adalah hari refleksi, hari tanggung jawab, dan hari komunikasi, di mana semua pihak saling berbagi informasi demi masa depan anak-anak kita,” ujarnya.
Ia menilai bahwa dedikasi para guru dalam mendidik peserta didik selama ini telah dijalankan secara maksimal. Namun demikian, dukungan dan keterlibatan orang tua masih perlu diperkuat agar proses pendidikan dapat berjalan lebih optimal.
Ketua Komite juga menyinggung berbagai persoalan sosial yang terjadi di luar lingkungan sekolah. Menurutnya, pendidikan karakter tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada sekolah, melainkan membutuhkan peran aktif keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak.
Sebagai upaya membangun karakter peserta didik, ia mengusulkan adanya kerja sama antara sekolah dengan TNI dan Kepolisian dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjadi sarana pembinaan disiplin, wawasan kebangsaan, serta penguatan karakter generasi muda.
Menanggapi sambutan Ketua Komite, pembawa acara Yusman Kapitan mengibaratkan pendidikan sebagai sebuah pertandingan sepak bola. Analogi tersebut selaras dengan semarak Piala Dunia 2026 yang tengah berlangsung.
“Dalam sepak bola, kemenangan tidak hanya ditentukan oleh satu pemain, melainkan oleh kerja sama seluruh tim. Demikian pula pendidikan. Keberhasilan anak tidak hanya bergantung pada guru, tetapi juga membutuhkan dukungan dan keterlibatan orang tua,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Nagawutung, Patrisius Beyeng, S.Pd, menyampaikan apresiasi kepada Komite Sekolah, para guru dan tenaga kependidikan, serta seluruh orang tua dan wali murid yang telah hadir dan mendukung berbagai program sekolah.
Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa proses pembelajaran di SMAN 1 Nagawutung berlangsung secara terencana mulai hari Senin hingga Sabtu dan dilaksanakan berdasarkan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) yang telah disahkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Kepala sekolah juga menegaskan bahwa kehadiran orang tua dalam pembagian buku laporan pendidikan tidak boleh dimaknai sebagai kegiatan seremonial semata.
“Hari ini kita tidak hanya membagikan rapor. Angka-angka yang tertulis di dalamnya merupakan cerminan kerja sama antara guru, peserta didik, dan orang tua. Karena itu, kehadiran orang tua menjadi sangat penting sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam mendidik anak-anak kita,” tegasnya.
Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian buku laporan pendidikan oleh masing-masing wali kelas kepada orang tua dan wali murid kelas X dan XI. Suasana di setiap kelas berlangsung hangat dan penuh keterbukaan. Para orang tua secara aktif berdialog dengan wali kelas mengenai perkembangan belajar maupun karakter anak selama satu tahun pelajaran berlangsung.
Pantauan selama kegiatan menunjukkan bahwa para peserta mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh perhatian dan antusias. Forum tersebut tidak hanya menjadi ruang penyerahan hasil belajar, tetapi juga menjadi wadah umpan balik antara sekolah dan orang tua dalam mendukung tumbuh kembang peserta didik.
Mewakili orang tua murid, Muktar Kader dan Bernadus Atabala menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru atas dedikasi dan pelayanan yang telah diberikan dalam membimbing, mendidik, dan mengarahkan anak-anak mereka.
Keduanya juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses pendidikan berlangsung terdapat kekeliruan atau kekurangan, baik yang dilakukan oleh orang tua maupun peserta didik.
Pembagian Buku Laporan Pendidikan Semester Genap Tahun Pelajaran 2025/2026 di SMAN 1 Nagawutung akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda akademik. Kegiatan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak dapat diwujudkan oleh sekolah semata, melainkan melalui sinergi dan kolaborasi yang kuat antara guru, orang tua, dan peserta didik dalam mempersiapkan generasi yang berkarakter, berprestasi, dan siap melangkah ke jenjang berikutnya. (Hans Koban) Sumber: Humas SMANSA Naga