Larantuka - Yayasan Kesehatan untuk Semua (YKS) bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Flores Timur membangun tata kelola migrasi aman mulai dari desa sebagai basis buruh migran itu sendiri. Komitmen untuk sinergi bersama ini disampaikan Direktur YKS, Mansetus Balawala usai bertemu Bupati Flores Timur Anton Doni Dihen di ruang kerjanya, Senin (26/1/2026).
Kepada media ini, Balawala mengatakan, YKS tahun ini akan memperluas wilayah dampingan ke Kabupaten Flores Timur dengan locus pada tiga desa yakni; Desa Riangkotek dan Desa Balukhering, Kecamatan Lewolema, dan Desa Mudakeputu, Kecamatan Ile Mandiri.
Untuk diketahui, sejak Juli tahun 2002, YKS bekerja untuk isu kesehatan di Kabupaten Flores Timur dengan mengusung program penjangkauan dan pendekatan layanan kesehatan bermotor atau lebih dikenal dengan ambulans motor yang berjalan hingga saat ini. Program ini memfasilitasi para pekerja kesehatan dengan 15 unit sepeda motor dan 3 mobil abulans yang dioperasikan untuk pendekatan layanan kesehatan di wilayah yang masyarakatnya sulit mengakses layanan kesehatan.
Selain program kesehatan terdapat juga program perlidungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang locus programnya di Kabupaten Lembata dan berjalan sejak tahun 2014 dengan mengembangkan Program Desa Peduli Buruh Migran (DESBUMI). Program ini merupakan sebuah inisiatif lokal untuk memberikan proteksi kepada PMI sejak dari desa, selama bekerja dan pasca kepulangan mejadi PMI. Di Lembata, Program ini menyasar 12 Desa yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Ile Ape, Ile Ape Timur dan Lebatukan.
Pada tahun 2026 ini, YKS memperluas program DESBUMI ke Flores Timur dengan mendampingi tiga desa. “Tadi kami bertemu Pak Bupati Anton Doni Dihen untuk menyampaikan bahwa Program DESBUMI yang selama ini kami jalankan di Lembata, kami bahwa masuk juga di Flores Timur untuk bersinergi bersama dengan Program Sistem Keamanan Migrasi Desa (SISKAMDES) yang menjadi salah satu dari 20 program prioritas Pemerintah Kabupaten Flores Timur, dibawa kepemimpinan Pak Anton Doni Dihen dan Pak Ignas Uran,” jelas Balawala, dan menambahkan bahwa Program DESBUMI dan SISKAMDES memiliki banyak kesamaan sehingga perlu sinergi bersama agar menghasilkan dampak positip yang lebih besar.
Dikatakan, Bupati Anton sangat respek dengan Program DESBUMI yang nantinya bisa bersinergi bersama. Karena itu, dari 50 desa yang ditargetkan Pemerintah Kabupaten Flores Timur tahun ini untuk Program SISKAMDES, tiga desa yang akan menjadi sasaran program DESBUMI termasuk didalamnya. Di tiga desa inilah (Desa Riangkotek, Balukhering dan Mudakeputu) akan ada sinergi bersama kedua program dimaksud.
“Jadi kita saling mengisi. Apa yang tidak termuat dalam program SISKAMDES bisa diisi melalui Program DESBUMI dan sebaliknya. Kita berharap tiga desa ini akan menjadi desa model tata kelola migrasi aman,”papar Balawala. (*)