Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Ama Raya, Kita Minta APH Dalami Dugaan Gratifikasi Stuba Panas Bumi Oleh Pejabat Daerah. Asisten Satu Sebut Pj.Bupati Lembata Gunakan Anggaran Daerah.

menurut penjelasan Pasal 12B UU Nomor 20 Tahun 2001 yaitu "pemberian dalam arti luas, yakni meliputi pemberian uang, barang, rabat (discount), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya."

Indonesiasurya
Selasa, 16 Juli 2024 | 19:32:21 WIB
Asisten satu Irenius Suciadi Dan Praktisi Hukum Ama Raya

Lewoleba,IndonesiaSurya.Com - Asisten satu Setda Lembata, Irenius Suciadi diruang kerjanya (16/7/2024) menjelaskan, bahwa penjabat Bupati Lembata, Paskalis Ola Tapobali ikut rombongan stuba panas bumi, tapi beliau gunakan anggaran dari pemda.

"Penjabat Jalan itu, anggaran dari pos perjalanan Dinas Penjabat Bupati" ungkap Plh.Sekda Lembata

Lebih jauh Plh. Bupati Lembata ini juga mengatakan, dalam kapasitas sebagai Penjabat Bupati Lembata maka, beliau (Paskalis Ola Tapobali) didampingi oleh satu ajudan dan kasubag protokol. 

Penjabat diundang sehingga mesti ikut jalan karena, pertama ada masyarakat yang disertakan dalam studi banding tersebut. kedua Penjabat juga perlu tahu tentang panas bumi/Geothermal seperti apa sehingga, jika ada masyarakat yang bertanya nanti beliau bisa jelaskan ujar Asisten satu Irenius Suciadi.

Sementara itu, Praktisi Hukum Advokat Ama Raya, S.H.,M.H ikut buka suara soal dugaan oknum ADPRD Kabupaten Lembata menerima gratifikasi dengan modus cashback dari mitranya.

Ama Raya meminta kepada aparat penegak hukum (APH) untuk mengusut tuntas dugaan itu.

"Yah kita berharap semoga saja dengan Isue ini bisa menggugah nurani rekan APH untuk masuk dan membongkar perbuatan tidak terpuji ini,  kita mau Lembata ini bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme," tegas Peraktisi Hukum Lembata yang diterima rilisnya selasa (16/7/2024).

"Kita sangat mendorong APH mengusut gratifikasi dengan modus cashback"

Dia mengaku sudah mendapat informasi terkait adanya oknum pejabat Daerah Kabupaten Lembata yang menerima gratifikasi dengan modus cashback. Kasus dugaan gratifikasi ini harus diusut tuntas, tegasnya.

Dia juga menjelaskan terkait Gratifikasi, secara normatif Pengertian Gratifikasi menurut penjelasan Pasal 12B UU Nomor 20 Tahun 2001 yaitu "pemberian dalam arti luas, yakni meliputi pemberian uang, barang, rabat (discount), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya."

Bahwa adapun unsur pasal 12B ayat (1) UU Nomor 20 Tahun 2001, berbunyi  : Setiap gratifikasi kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara dianggap pemberian suap, apabila berhubungan dengan jabatannya dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya,

Lanjutnya mengenai ancaman hukuman pidananya diatur di Pasal 12B ayat (2) UU Nomor 20 Tahun 2001berbunyi : "Pidana penjara seumur hidup atau penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar." 

Bahwa Penjelasan Pasal 11 huruf (a) Undang-undang Nomor 30 Tahun 2002 menambahkan jabatan lain yang masuk kualifikasi Penyelenggara Negara, yaitu: Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (ADPRD). tutupnya


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

HUT ke-27 Lembata, Bupati Kanis Tegaskan Pembangunan Harus Berdampak Nyata

Peringatan tahun ini mengusung tema 'Dengan Semangat Taan Tou, Melangkah Bersama Mewujudkan Pemerintahan yang Efektif, S

| Selasa, 13 Oktober 2026
Bupati Kanis Tinjau Laboratorium Kesehatan Hewan Lembata, Pastikan Siap Beroperasi

"Laboratorium ini sangat penting untuk memantau kesehatan ternak, memastikan keamanan daging yang beredar, serta mengawa

| Rabu, 14 Oktober 2026
Dari Laporan Masyarakat hingga Penindakan, Satresmob Bareskrim Ungkap Kasus Curanmor

Tim Satresmob Bareskrim Polri yang dipimpin oleh Kanit 1 Satresmob Bareskrim Polri, Kombes Pol Harry Azhar, S.H., S.I.K.

| Selasa, 13 Oktober 2026
PT. Annisa Ahmada Buka Suara! Bantah Telantarkan Jemaah Umroh, Ungkap Masalah Vendor Tiket

Dalam surat klarifikasi bernomor 042/AAT/EXT/X/2026, PT Annisa Ahmada Travelindo menjelaskan kronologi permasalahan yang

| Selasa, 13 Oktober 2026
"Otonomi Harus Dirasakan Sampai ke Desa" — Lukman Laba Soroti Perayaan yang Terasa Jauh dari Masyarakat

Lukman menutup dengan harapan agar otonomi benar-benar hidup di hati setiap masyarakat, dari kota hingga ke desa-desa pa

| Senin, 12 Oktober 2026
HUT ke-27 Otonomi Lembata: Ketua DPRD Syafrudin Sira ; "Otonomi hanya judul namun, isinya nyaris tak ada"

Kita belum menjiwai secara penuh otonomi ini. Semangat Taan Tou — satu rasa — belum kita lakukan secara maksimal." U

| Senin, 12 Oktober 2026
Fransiskus Gewura akui, 27 Tahun Otonomi Lembata ada Kemajuan, tinggal Fokus ke Ekonomi Masyarakat

Poin tak kalah penting yang disampaikan Frans Gewura adalah menjaga keamanan dan ketertiban agar Lembata menjadi daerah

| Senin, 12 Oktober 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 8