LEWOLEBA - Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Stikom Bali kembali menarik perhatian dengan tawaran program magang unik yang menggabungkan pendidikan tinggi dan pengalaman bekerja internasional di Jepang.
Program ini menyasar para pelajar SMA/SMK/MA atau Paket C yang berusia maksimal 30 tahun dan berpotensi membuka jalan bagi mereka untuk mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang sangat menggiurkan.
Melalui pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Wakil Bupati Lembata, H. Muhammad Nasir, pada 26 Februari 2026, perwakilan ITB Stikom Bali, Rahman Sabon, menjelaskan bahwa kampus tersebut memberikan peluang besar bagi generasi muda Lembata untuk kuliah sambil magang di Jepang.
Program Beasiswa Menjanjikan dengan Fasilitas Lengkap
Tawaran yang disampaikan oleh Rahman Sabon tentu bukan tanpa alasan. Dengan biaya yang terjangkau, mahasiswa yang lolos seleksi akan diberikan fasilitas luar biasa, termasuk visa magang tiga tahun yang ditanggung sepenuhnya oleh pihak kampus, serta gaji bulanan sebesar Rp 18,5 juta.
Program ini terbuka untuk berbagai bidang pekerjaan di Jepang, mulai dari perawat, industri hotel/restoran, otomotif, konstruksi, hingga pertanian dan perikanan.
Pihak kampus menekankan pentingnya kesempatan untuk mendapatkan pengalaman internasional yang tidak hanya memperluas wawasan, tetapi juga membuka peluang kerja jangka panjang di Jepang.
Lebih lanjut, Rahman Sabon menjelaskan bahwa program ini sudah berjalan sejak 2017, dengan ITB Stikom Bali telah menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah seperti Kabupaten Ngada yang sudah mengirimkan 38 mahasiswa.
Pendaftaran untuk Kabupaten Lembata akan dimulai setelah adanya Nota Kesepahaman (MOU) antara Pemda Lembata dan ITB Stikom Bali, yang diharapkan dapat terwujud dalam waktu dekat.
Jika MOU terjalin, dalam setahun ke depan, kursus bahasa Jepang online langsung dari Jepang akan dimulai untuk para calon peserta program.
Kerjasama Strategis dengan Pemda Lembata
Dalam pertemuan tersebut, Wakil Bupati Lembata, H. Muhammad Nasir, menyatakan dukungannya terhadap program ini.
“Ini merupakan kesempatan emas bagi generasi muda Lembata untuk mengembangkan potensi mereka di pasar global. Dengan pendekatan yang berfokus pada etos kerja dan budaya Jepang, saya yakin para peserta magang akan kembali dengan keterampilan dan karakter yang mumpuni,” ungkapnya.
Program kuliah sambil magang ini beberapa waktu lalu sudah mulai dilakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah di kota Lewoleba, termasuk SMAN I Nubatukan, SMKN, SMA Anugerah Kasih, dan SMKS Yakobus Rasul.
Wakil Bupati Nasir juga menjelaskan mengenai rencana Pemda Lembata sebelumnya yang hendak bekerja sama dengan lembaga pendidikan lain, namun terhalang oleh nilai kontrak yang terlalu besar.
“Namun, dengan ITB Stikom Bali, kami melihat peluang yang lebih realistis dan relevan dengan kondisi daerah,” ujarnya.
Dukungan Infrastruktur untuk Masa Depan Lembata
Keberhasilan program kuliah sambil magang ini bukan hanya akan berdampak pada individu mahasiswa, tetapi juga pada pembangunan daerah.
Dengan pengalaman kerja internasional, mahasiswa yang kembali ke Lembata dipastikan akan membawa bekal pengetahuan, keterampilan, serta etos kerja yang tinggi yang dapat berkontribusi pada perkembangan sektor-sektor strategis di daerah tersebut.
“Kami berharap program ini bisa memotivasi generasi muda untuk tidak hanya berpikir lokal, tetapi juga berpikir global,” tambah Wakil Bupati Nasir.
Program ini, yang akan dimulai dengan sosialisasi terpusat pada 9 Maret 2026, mendapat dukungan penuh dari Pemkab Lembata yang akan membantu memfasilitasi seluruh proses seleksi dan sosialisasi kepada pelajar dan masyarakat.
Sebagai langkah konkret, pemerintah daerah akan melibatkan Korwas SMA/SMK untuk memastikan bahwa masyarakat memahami manfaat besar dari program ini dan memberi izin kepada anak-anak mereka untuk mengikuti program tersebut.
Peluang Global untuk Pemuda Lembata
Dengan program ini, ITB Stikom Bali membuka peluang baru bagi pemuda Lembata untuk mengasah kemampuan mereka di luar negeri dan meraih karir yang cemerlang.
Program ini tidak hanya menguntungkan dalam segi ekonomi, tetapi juga memberikan wawasan internasional yang sangat dibutuhkan dalam era globalisasi.
Melalui kerja sama yang erat antara ITB Stikom Bali dan Pemda Lembata, harapan untuk membangun sumber daya manusia yang kompeten dan siap bersaing di dunia internasional semakin terbuka lebar.
Waktu yang tepat bagi generasi muda Lembata untuk melihat peluang ini sebagai langkah awal menuju masa depan yang lebih cerah, dengan pendidikan yang berkualitas dan pengalaman kerja yang mumpuni. (Prokompimkablembata)