Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Buku Pengantar Linguistik Nariq Edang, Cara Alex Puaq Wulohering Menjaga Kepunahan Bahasa Lokal

saya berpikir mau lakukan apa setelah pensiun? kalau mau kerja kebun tentu saya sudah tidak mampu, mau buka kios saya juga tidak punya bakat ke situ, mau caleg saya kira waktu saya sudah lewat, kemudian saya memutuskan untuk kembangkan minat tulis saya. maka setelah 14 tahun mendalami linguistik dan membaca sejumlah referensi maka hati ini lahirlah buku inj" ujar Wulohering

Indonesiasurya
Rabu, 29 Mei 2024 | 23:36:54 WIB
Penulis buku Pengantar Linguistik Nariq Edanh dan dua tokoh Edang

Lewoleba,Indonesia Surya.Com, -Tinggal di negeri orang tidak lantas membuat tokoh Edang Lembata,  Alex Puaq Wulohering melupakan begitu saja bahasa ibu yang sejak kecil digunakannya. 


Ketika memasuki masa purna tugas sebagai seorang AsN di tanah Nian Sikka, Alex Wulohering terinsipirasi bagaimana mengisi waktu luang setelah ia tak lagi berkarya  sebagai seorang abdi negara. Sinilah kemudian lahir ide menulis  buku pengantar linguistik narik Edang.

Alex Wulohering saat memberikan gambaran tentang perjuangan menulis buku, menjelaskan bahwa Buku ini terinspirasi satu tahun sebelum pensiun. 

"saya berpikir mau lakukan apa setelah pensiun? kalau mau kerja kebun tentu saya sudah tidak mampu, mau buka kios saya juga tidak punya bakat ke situ, mau caleg saya kira waktu saya sudah lewat, kemudian saya memutuskan untuk  kembangkan minat tulis saya. maka setelah 14 tahun mendalami linguistik dan membaca sejumlah referensi maka hati ini lahirlah buku inj" ujar Wulohering.


Banyak tantangan memang dalam menulis buku ini, terutama soal referensi namun saya bersyukur banyak pihak juga memberikan masukan, dorongan dan dukungan agar saya bisa selesaikan tulisan ini. 


saya dapat manuskrip kuno berbahasa Belanda dari pak Andres Nula liliweri, juga tulisan Barnes soal Edang dan saya juga kembali belajar serta dalami ilmu  linguistik' ungkap Pak Alex.

Putra Panam Kecamatan Buyasuri Kabupaten Lembata ini mengatakan, buku ini persembahan dirinya untuk komunitas bahasa Kedang karena menurutnya, konon ada komunitas bahasa lokal yang terancam punah.

"ada 86 bahwa lokal di NTT namun, ada 11 diantaranya sudah tidak lagi digunakan atau punah terang Pensiunan pnS Ini. saya tidak ingin kita menjadi orang asing di negeri kita sendiri" ujar Pak Alex disebut tepuk tangan undangan yang hadir  

Sebelumnya Penjabat Bupati Lembata yang diwakili asisten satu Setda Donatus Ladjar dalam sambutan membuka kegiatan tersebut mengatakan, pemerintah daerah memberikan apresiasi atas terbitnya buku pengantar linguistik nariq Edang ini. 


Donatus Ladjar mengatakan, Di era globalisasi dan modernisasi saat ini, bahasa daerah menghadapi ancaman kepunahan atau perubahan yang signifikan. Karena itu upaya pemeliharaan dan pelestarian bahasa daerah menjadi sangat penting dalam mempertahankan keberagaman budaya dan identitas bangsa, melalui upaya revitalisasi bahasa daerah, dokumentasi dan penelitian tentang bahasa daerah. 

Saya memberikan apresiasi kepada Bapak Drs. Alex Puag Wulohering yang melakukan penelitian secara mandiri tentang Bahasa Kedang yang akhirnya menghasilkan sebuah buku berjudul “Pengantar Linguistik Narig Edang-Sebuah Kajian Tentang Struktur Internal  Bahasa Kedang”. Kita tahu bahwa Bahasa Kedang merupakan salah satu rumpun bahasa di Kabupaten Lembata yang memiliki ciri khas tersendiri, baik dari sisi fonologi, morfologi, sintaksis, maupun semantik, yang lahir dan berkembang secara alamiah melalui penuturan lisan dan diwariskan secara turun temurun. 


Buku “Pengantar Linguistik Narig Edang Sebuah Kajian Tentang Struktur Internal Bahasa Kedang” adalah karya monumental yang dipersembahkan Bapak Drs. Alex Puag Wulohering — bagi Kabupaten Lembata, teristimewa dalam upaya melakukan revitalisasi Bahasa Kedang sebagai salah satu unsur kekayaan budaya di Kabupaten Lembata.


Saya berharap peristiwa launching hari ini tidak saja sebagai wujud apresiasi atas dedikasi Bapak Drs. Alex Puag Wulohering: tetapi juga dapat menjadi momentum yang membangkitkan motivasi bagi kita semua untuk semakin mendalami kebudayaan kita melalui kajian maupun penelitian, tidak hanya tentang bahasa daerah tetapi juga terhadap semua kekayaan budaya yang ada di daerah ini, sebagai upaya menjaga kekayaan budaya Lembata agar tetap hidup dan berkembang dari generasi ke generasi 


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah minta emas 74 kg dan uang 500 juta dikembalikan.

Boyamin Saiman menegaskan jika ada permintaan agar barang yang disita penyidik berupa, 74 kilogram emas dan uang hampir

| Senin, 24 Agustus 2026
Perkuat Pelindungan PMI di Desa, Pengurus PPT Ikut Pelatihan Paralegal Tingkat Dasar

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Yayasan Kesehatan untuk Semua (YKS) ini secara resmi dibuka Kepala Bidang Ketenaga

| Minggu, 23 Agustus 2026
Karhutla Kalimantan: Padamkan api, selamatkan hutan, jaga rumah Bersama

Kami berdiri bersama masyarakat yang terdampak, para petugas pemadam, relawan, masyarakat adat dan seluruh pihak yang se

| Sabtu, 22 Agustus 2026
Tambang Emas Belopa Diduga Bangkit Lagi! Perintah Prabowo Akan Diabaikan

Pertanyaan publik kini mengarah kepada aparat penegak hukum dan pemerintah daerah agar segera turun melakukan pengecekan

| Sabtu, 22 Agustus 2026
Tanggapi surat BPD Amakaka Ilepae, Yos Raya Kadis PMD Lembata sebut surat itu bersifat konsultatif.

Pemimpin adalah pelayan, anak, saudara kita yang berasal dari rahim Lewotana yang sama. Mari kita selesaikan masalah jik

| Sabtu, 22 Agustus 2026
Mektris Kabelen, anak petani dari Lewokluok menuju dunia kerja luar negeri.

Mektris termasuk dalam 10 alumni SMK ANCOP Berasrama Likotuden Tahun Ajaran 2025/2026 yang secara resmi dilepas Bupati F

| Jumat, 21 Agustus 2026
Tambang Emas Belopa Kembali Beroperasi, Publik Tagih Jawaban: Legal atau Dilindungi Oknum?

Pertanyaan mengenai dugaan adanya pihak yang memberikan perlindungan atau “bekingan” juga sebelumnya telah muncul di

| Rabu, 19 Agustus 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 10