Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Gila!! Data BPJS Dan BPS, Sebut Sejumlah Warga Di Lembata Meninggal Dunia Padahal Masih Hidup. Ada Kepentingan Apa?

Sementara data dari dukcapil Lembata ada 90 warga meninggal dunia dibuktikan dengan akte kematian artinya kami keluarkan dari data pemilih.

Indonesiasurya
Jumat, 27 Juni 2025 | 11:51:51 WIB
Ketua KPU Lembata

Lembata, Indonesiasurya.com - Data yang dikirim Badan pusat statistik (BPS) Lembata, dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Lembata diduga bermasalah, karena sejumlah warga Lembata yang secara fisik masih hidup namun, terdata telah meninggal

Publik bertanya-tanya apa maksud dan tujuan BPJS juga BPS Lembata melakukan hal yang tidak elok ini?

Data warga Lembata yang masih hidup namun dinyatakan telah meninggal oleh BPS dan BPJS ini terkuak ketika data dari Kemendagri dikirim ke KPU untuk dilakukan Pemutakhiran data pemilih berkelanjutan .

KPU Lembata ditugaskan KPU Pusat melalui, KPU Provinsi NTT untuk, melakukan Pemutakhiran data pemilih berkelanjutan dalam masa non tahapan pemilu dan pilkada.

Tugas KPU kabupaten kota adalah memutakhirkan data pemilih yang merupakan sinkronisasi data pemilih terakhir dengan dp4 dari kementrian dalam negeri yang dikirimkan oleh KPU RI melalui KPU propinsi dan dilanjutkan ke KPU kabupaten.

Hermanus Tandon ketua KPU Lembata mengatakan, Kami lakukan coklit terbatas pemilih yang tms yang telah dinyatakan meninggal dunia berdasarkan data dukcapil Lembata, BPJS dan BPS yang kami terima.

Dan berdasarkan data tersebut, kami temukan hal mengejutka bahwa warga yang tidak memenuhi syarat (tms) karena meninggal berdarkan data BPJS dan BPS tersebut secara fisik masih hidup.

Lanjut Herman, kami tidak tahu apakah ini kesalahan input atau apa tetapi riil lapangan warga yang tms masih hidup.

Dari data lapangan setalah dilakukan. Penelitian dan pencoklitan orang-orang ini masih hidup jadi kami masukan mereka dalam data pemilih berkelanjutan.

Untuk di ketahui dari data BPJS ada 18 warga dan dari BPS ada 7 warga meninggal dunia, artinya ada 25 pemilih yang TMS namun setelah di coklit ternyata mereka masih hidup.

Sementara data dari dukcapil Lembata ada 90 warga meninggal dunia dibuktikan dengan akte kematian artinya kami keluarkan dari data pemilih.

Data pemilih Lembata pada pilkada terlahir adalah, 105.806  dan berdasarkan data dari KPU pusat. Yang diterima dari Kemendagri Per bulan April 2025.  Pemilih Lembata meningkat menjadi  107.290 data pemilih ada tambahan kurang lebih dua ribu pemilih, jadi kami lakukan. Sinkronisasi.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

BOM SULSEL Tantang Kajati, Bongkar Dugaan Korupsi Bibit Nanas Rp60 Miliar hingga ke Akar!

Pj Gubernur Sulawesi Selatan Pada Sidang Banding Hari Lalu Membenarkan Bahwa Anggaran ini di bahas di DPRD Provinsi Sula

| Kamis, 14 Mei 2026
OMK Paroki Holea Gelar Camping Rohani Di Pantai Anggar Laleng

Yohanes Guido Tua kepala Desa Mahal ll dalam sambutan menyampaikan ucapan terima kasih kepada OMK yang menentukan kegiat

| Rabu, 13 Mei 2026
PLN Gandeng Akademisi Perkuat Kepercayaan Publik terhadap Pengembangan Geothermal Nasional

sumur panas bumi dibangun dengan standar integritas tinggi dan dilengkapi lapisan pelindung berlapis untuk mencegah pot

| Senin, 11 Mei 2026
Dugaan Penipuan Berkedok Travel Haji, Polda Sulsel Tahan Direktur PT Aslam Tour

“Kami mengapresiasi kinerja Polda Sulsel karena laporan kami diproses serius. Informasinya yang bersangkutan sudah dit

| Rabu, 13 Mei 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 4