Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Festival Lamaholot Wadah Pelestarian Budaya, Penguatan Ekonomi Kreatif dan Promosi Desa Wisata

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lembata, Jack Wuwur menjelaskan, kegiatan ini menjadi ruang promosi sekaligus pertemuan budaya antarwilayah melalui ragam motif dan kekayaan tenun tradisional Flores dan Lembata.

Indonesiasurya
Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:00:06 WIB
Salah seorang tamu mancanegara mencicipi minuman tradisional

Lembata - Tamu undangan, peserta festival Lamaholot Lembata 2026 diajak tour ke sejumlah ritus budaya

Tak cuma mampir ke Desa Muruona, tamu bule dari Amerika Serikat dan Australia serta peserta festival juga menyambangi kampung adat Watun Lewo Pito, Desa Lamagute.

Ini bagian dari post tour hari ketiga Festival Lamaholot 2026. Peserta diajak melakukan perjalanan mendaki menuju kampung lama melewati tangga seribu.

Setelah tiba, rombongan  diterima dengan upacara adat penyambutan tamu kemudian menuju lokasi namang untuk menikmati penjelasan dan makan siang bersama dengan kuliner lokal khas Watun Lewo Pito.
Setelah itu, rombongan mengunjungi pembuatan kerajinan lokal tenun ikat tradisional dan proses pembuatan jagung titi, proses pembuatan arak, serta kunjungan ke rumah adat suku tempat penyelenggaraan utan wuun Lolon, yakni rumah adat suku Betekeneng, rumah adat suku Lemanuk, rumah adat suku Bleker, rumah adat suku Teken Buto dan rumah adat suku Atwatung Sarigading dan rumah adat suku Beni Kakan dan rumah adat Lawi Gesi.

Kegiatan ditutup dengan sole oha bersama masyarakat adat Lamaholot Watun Lewo Pito, desa Lamagute.

Sesuai agenda kegiatan Festival Lamaholot 2026, memang digelar kegiatan budaya yang melibatkan komunitas adat, pelaku ekonomi kreatif, wisatawan, serta masyarakat umum.

Sejak pukul 09.00 hingga 22.00 WITA, kawasan Pantai Wulen Luo, eks Harnus Lewoleba, dipadati oleh pameran tenun Lamaholot yang menampilkan karya para penenun dan pelaku ekonomi kreatif dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Timur.

Tidak hanya komunitas Ekraf Lamaholot. Pameran tersebut juga diikuti pelaku ekonomi kreatif dari Kabupaten Sikka, Ende, Ngada, Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, dan Nagekeo.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lembata, Jack Wuwur menjelaskan, kegiatan ini menjadi ruang promosi sekaligus pertemuan budaya antarwilayah melalui ragam motif dan kekayaan tenun tradisional Flores dan Lembata.

Kadis Pariwisata menjelaskan, pada waktu yang sama, panitia juga menggelar post tour budaya menuju Kampung Adat Watun Lewo Pito di Desa Lamagute dan Festival Muro di Desa Kolontobo.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penjemputan rombongan peserta, dilanjutkan kunjungan ke Utan Werun atau Pesta Kacang sebagai bagian dari tradisi masyarakat setempat. Setelah santap siang bersama, peserta kemudian mengunjungi Festival Muro di Desa Kolontobo yang mengangkat tema konservasi laut sebelum kembali ke Kota Lewoleba pada sore hari.

Kegiatan wisata budaya tersebut melibatkan komunitas adat Watun Lewo Pito, komunitas adat Kolontobo, wisatawan mancanegara dan domestik, serta masyarakat umum.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penjemputan rombongan peserta, dilanjutkan kunjungan ke Utan Werun atau Pesta Kacang sebagai bagian dari tradisi masyarakat setempat. Setelah santap siang bersama, peserta kemudian mengunjungi Festival Muro di Desa Kolontobo yang mengangkat tema konservasi laut sebelum kembali ke Kota Lewoleba pada sore hari.

Kegiatan wisata budaya tersebut melibatkan komunitas adat Watun Lewo Pito, komunitas adat Kolontobo, wisatawan mancanegara dan domestik, serta masyarakat umum.

Agenda ini menjadi upaya memperkenalkan kekayaan tradisi lokal sekaligus praktik pelestarian lingkungan yang diwariskan secara turun-temurun.

Memasuki malam hari, mulai pukul 18.00 hingga 22.00 WITA, Pantai Wulen Luo kembali menjadi pusat perhatian melalui lomba pentas seni budaya dan pertunjukan musik langsung.

Sejumlah desa wisata, di antaranya Desa Wisata Lolong dan Desa Wisata Labalimut, bersama sanggar-sanggar sekolah serta komunitas musik turut ambil bagian menampilkan kreativitas seni tradisional dan modern di hadapan pengunjung festival.

Beragam agenda pada hari ketiga ini semakin menegaskan Festival Lamaholot sebagai wadah pelestarian budaya, penguatan ekonomi kreatif, promosi desa wisata, serta ruang perjumpaan masyarakat adat dengan wisatawan dari berbagai daerah dan negara. (Disparekraf Lembata/AN


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

HUT ke-27 Lembata, Bupati Kanis Tegaskan Pembangunan Harus Berdampak Nyata

Peringatan tahun ini mengusung tema 'Dengan Semangat Taan Tou, Melangkah Bersama Mewujudkan Pemerintahan yang Efektif, S

| Selasa, 13 Oktober 2026
Bupati Kanis Tinjau Laboratorium Kesehatan Hewan Lembata, Pastikan Siap Beroperasi

"Laboratorium ini sangat penting untuk memantau kesehatan ternak, memastikan keamanan daging yang beredar, serta mengawa

| Rabu, 14 Oktober 2026
Dari Laporan Masyarakat hingga Penindakan, Satresmob Bareskrim Ungkap Kasus Curanmor

Tim Satresmob Bareskrim Polri yang dipimpin oleh Kanit 1 Satresmob Bareskrim Polri, Kombes Pol Harry Azhar, S.H., S.I.K.

| Selasa, 13 Oktober 2026
PT. Annisa Ahmada Buka Suara! Bantah Telantarkan Jemaah Umroh, Ungkap Masalah Vendor Tiket

Dalam surat klarifikasi bernomor 042/AAT/EXT/X/2026, PT Annisa Ahmada Travelindo menjelaskan kronologi permasalahan yang

| Selasa, 13 Oktober 2026
"Otonomi Harus Dirasakan Sampai ke Desa" — Lukman Laba Soroti Perayaan yang Terasa Jauh dari Masyarakat

Lukman menutup dengan harapan agar otonomi benar-benar hidup di hati setiap masyarakat, dari kota hingga ke desa-desa pa

| Senin, 12 Oktober 2026
HUT ke-27 Otonomi Lembata: Ketua DPRD Syafrudin Sira ; "Otonomi hanya judul namun, isinya nyaris tak ada"

Kita belum menjiwai secara penuh otonomi ini. Semangat Taan Tou — satu rasa — belum kita lakukan secara maksimal." U

| Senin, 12 Oktober 2026
Fransiskus Gewura akui, 27 Tahun Otonomi Lembata ada Kemajuan, tinggal Fokus ke Ekonomi Masyarakat

Poin tak kalah penting yang disampaikan Frans Gewura adalah menjaga keamanan dan ketertiban agar Lembata menjadi daerah

| Senin, 12 Oktober 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 3