Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Guru Di Sikka Ditemukan Tak Bernyawa Tergantung Dalam Rumahnya.

Kasi Humas Polres Sikka, AIPDA Leonardus Tunga dalam keterangannya menyebutkan, korban sebelumnya sempat berkomunikasi dengan keluarga untuk dijemput di Bandara Frans Seda Maumere setibanya dari Kupang. Namun saat keluarga tiba di bandara, korban tidak ditemukan.

Indonesiasurya
Selasa, 14 April 2026 | 09:45:42 WIB
Ilustrasi

Sikka - Peristiwa menyedihkan terjadi sekitar pukul 16.48 WITA pada Minggu (12/4/2026) di Dusun Watuliwung, RT/RW 007/004 Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, seorang guru ditemukan tak bernyawa dalam rumahnya dalam posisi tergantung.

Guru berinisial Y.A. (34), ditemukan tak bernyawa beberapa jam  setelah tiba dari Kupang.

Kasi Humas Polres Sikka, AIPDA Leonardus Tunga dalam keterangannya menyebutkan, korban sebelumnya sempat berkomunikasi dengan keluarga untuk dijemput di Bandara Frans Seda Maumere setibanya dari Kupang. Namun saat keluarga tiba di bandara, korban tidak ditemukan.

Korban kemudian menghubungi salah satu saksi dan menyampaikan bahwa dirinya telah berada di rumah di Desa Watuliwung.

Dua saksi berinisial A.D. (43) dan A.H.S. (42) selanjutnya mendatangi rumah korban. Setibanya di lokasi, keduanya memanggil korban dari luar rumah, namun tidak mendapat respons.

Saat memasuki rumah dan membuka pintu kamar, saksi menemukan korban dalam kondisi tergantung menggunakan tali nilon berwarna biru yang terikat pada rangka atap rumah

Menurut keterangan kepolisian, saksi berupaya menurunkan korban dengan memotong tali dan meminta bantuan warga. Korban kemudian dibawa ke RS TC Hillers Maumere untuk mendapatkan penanganan medis, namun dinyatakan telah meninggal dunia setelah dilakukan pemeriksaan.

Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta mengumpulkan keterangan saksi.

Korban diketahui merupakan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di SMP Nuba Arat, Kecamatan Kangae, dan tinggal seorang diri di rumahnya.

Penanganan kasus kematian yang diduga tidak wajar dilakukan melalui olah TKP, pemeriksaan medis, dan pengumpulan keterangan saksi. Autopsi menjadi salah satu prosedur yang dapat dilakukan untuk memastikan penyebab kematian, sesuai dengan ketentuan hukum dan persetujuan keluarga.
Keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah disemayamkan di rumah duka di Desa Watuliwung. Kepolisian masih melakukan pendalaman berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

Bupati Lembata Resmikan Pemanfaatan Sumur Bor, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Kekeringan

Peresmian tersebut menjadi salah satu langkah nyata pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan mendasar masyarakat terha

| Minggu, 30 Agustus 2026
KISRUH UMRAH JOMBANG! Travel Bantah Keras Tuduhan, Sebut Tiket Sudah Disiapkan

PT Annisa Ahmada Travelindo menegaskan: tiket telah disiapkan, pihak travel telah berada di bandara, dan perusahaan meny

| Minggu, 30 Agustus 2026
Bupati Lembata Serahkan SK Kepala Sekolah dan Guru, Tegaskan Jabatan Bukan Akhir Pengabdian

Dalam arahannya, Bupati Kanis Tuaq menegaskan bahwa jabatan kepala sekolah bukan sekadar posisi administratif, melainkan

| Sabtu, 29 Agustus 2026
Akhiri Ketidakpastian Pengukuran Tanah, BPN Lembata Luncurkan Sistem FIFO Terjadwal

Pengukuran bidang tanah, yang menjadi salah satu tahapan penting dalam menghasilkan data pertanahan, kini dikelola berda

| Jumat, 28 Agustus 2026
Bantuan Nelayan & Pangan Diserahkan, Bupati Lembata Buka Konektivitas dan Pariwisata Baru di Kedang

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan program ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan instrumen stabilitas pangan dan

| Kamis, 27 Agustus 2026
DPW SULSEL ELANG MAS Baramakassar Desak Polda Jambi: Jangan Ada Lagi Kekerasan terhadap Jurnalis

Ketua Komunitas Media Online Baramakassar sekaligus Humas JAMIRA, Arfah Amiruddin (Bara Makassar), meminta aparat kepoli

| Kamis, 27 Agustus 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 6