Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Ironi "Jalan Batu Gajah" di Lepkes: Antara Janji Manis Bupati dan Realita Manipulatif di Lapangan

Pemerintah Kabupaten tampak cepat merespons di telpon, namun nol dalam eksekusi.

Indonesiasurya
Minggu, 22 Februari 2026 | 00:46:16 WIB
Foto

ENDE, NTT — Penanganan akses transportasi di Kecamatan Lepembusu Kelisoke (Lepkes) kini memasuki babak baru yang penuh kritik. Meski jalur yang menghubungkan Desa Taniwoda, Detuara, dan Rutujeje mulai bisa dilintasi secara terbatas, keberadaan material batu-batu besar yang masih bersandar di badan jalan menjadi bukti nyata lambannya eksekusi Pemerintah Kabupaten Ende.

Salah Satu Pemuda Lepkes, Niko Sanggu, secara terbuka menyebut pola komunikasi pemerintah sebagai tindakan "manipulatif" terhadap kepercayaan publik.

Niko Menjelaskan bahwa Persoalan ini bermula sejak akses jalan terputus total pada 5 Desember 2025. Ia mengungkapkan bahwa isu ini sempat mencuat ke publik dan mendapat respons dari anggota DPRD Ende Dapil III, Siprianus Doy, yang mendesak pemerintah untuk segera turun tangan.

Ia mengatakan bahwa Pada 8 Desember 2025, saat Bupati Ende, Yoseph Benediktus Badeoda, menghubungi saya secara langsung via telepon. Dalam percakapan tersebut, Bupati menyampaikan apresiasi dan janji eksplisit:

"Terima kasih, akan segera saya sampaikan ke Dinas PUPR, kita dorong supaya cepat-cepat."

Namun, bagi Niko, janji tersebut kini terasa hambar. "Pemerintah Kabupaten tampak cepat merespons di telpon, namun nol dalam eksekusi. Sampai detik ini, belum ada tindakan nyata yang tuntas. Ini adalah bentuk manipulasi kepercayaan masyarakat," tegas Niko, Sabtu (21/2).

Ancaman "Batu Besar" yang Menghantui Warga

Kondisi terkini di lapangan menunjukkan bahwa jalan memang sudah bisa dilalui, namun dalam keadaan yang sangat membahayakan. Batu-batu berukuran raksasa masih bertengger di bahu jalan, mempersempit ruang gerak kendaraan dan mengancam keselamatan pelintas.

Lebih lanjut, Niko Menegaskan bahwa Material batu tersebut mustahil disingkirkan dengan gotong royong warga karena ukurannya yang masif. Satu-satunya solusi logis adalah pengerahan alat berat (ekskavator) dari Dinas PUPR untuk melakukan pembersihan total.

"Kami tidak butuh kata-kata mutiara atau janji diplomatik di telepon. Kami butuh batu-batu besar itu disingkirkan Jalan adalah urat nadi ekonomi. Membiarkan batu besar itu bersandar di jalan sama saja dengan membiarkan nyawa warga dalam taruhan," cecar Niko.

Secara sistematis, Niko mempertanyakan mengapa instruksi Bupati yang diberikan sejak Desember 2025 tidak kunjung terealisasi hingga Februari 2026. Hal ini memicu pertanyaan besar mengenai efektivitas rantai komando di lingkungan Pemkab Ende.

Sebagai wilayah yang dijuluki "Rahim Pancasila", ketidakadilan akses infrastruktur di wilayah pelosok seperti Lepkes dianggap sebagai kontradiksi yang menyakitkan. Niko menilai janji pemerintah selama ini hanyalah retorika tanpa substansi yang mencederai prinsip keadilan sosial. 

Niko Menyampaikan beberapa poin tuntutan diantaranya:

* Segera turunkan tim teknis dan alat berat ke lokasi di Desa Taniwoda.

* Bupati diminta untuk membuktikan kata-katanya melalui hasil kerja nyata di lapangan, bukan sekadar janji melalui sambungan telepon.

* Pembersihan total material longsor batu besar guna memastikan keselamatan warga yang melintas.

"Masyarakat sudah cukup sabar. Kami butuh solusi konkret, bukan janji birokratis yang berujung fiktif," tutup Niko.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Siapa Pelaku Pemotongan Rompong Nelayan Desa Balauring Lembata?

Meski ada kasak kusuk di tengah masyarakat, namun, belum ada cukup bukti tentang siapa dalang dibalik perbuatan tidak be

| Jumat, 17 April 2026
Jadi Agen BRI Link, Ama Sayang Akui Manfaat Positif Dan Keuntungan Ekonomi

selama melayani para pengguna jasa agen BRILink tidak pernah mendapatkan keluhan dan para pengguna jasa mengakui kecepat

| Jumat, 17 April 2026
Didukung IDEP, Barakat Gelar Workshop "Muro Moel Wutun" Libatkan Pemangku Adat Belen Raya Lewuhala.

Workshop ini menjadi ruang kolaborasi antara pengetahuan lokal dan kajian ilmiah terkait praktik Muro sebagai kearifan l

| Jumat, 17 April 2026
Pemda Lembata Serahkan Bantuan Kepada Korban Gempa Desa Babokerig Nagawutung

pentingnya penguatan mitigasi, terutama dengan adanya indikasi sesar aktif baru yang berpotensi menimbulkan risiko lanju

| Jumat, 17 April 2026
Kembangkan Program Jambu Mete, Pemda Lembata Bangun Sektor Perkebunan

Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas tanaman jambu mente sekaligus menyediakan sumb

| Jumat, 17 April 2026
ISU PENYALAHGUNAAN DANA BOS SMKN 2 GOWA MENGEMUKA,KEPSEK ALIM BAHARI BERI TANGGAPAN

Kami ingin memastikan kepada masyarakat bahwa penggunaan dana BOS di SMKN 2 Gowa selalu sesuai dengan aturan yang diteta

| Jumat, 17 April 2026
ISU PENYALAHGUNAAN DANA BOS SMKN 2 GOWA MENGEMUKA,

Kami ingin memastikan kepada masyarakat bahwa penggunaan dana BOS di SMKN 2 Gowa selalu sesuai dengan aturan yang diteta

| Jumat, 17 April 2026
BSKDN Validasi dan Verifikasi Kinerja Pemda Lembata Dalam Upaya, Turunkan Angka Pengangguran

Capaian ini merupakan hasil dari pelaksanaan berbagai program strategis, seperti pelatihan keterampilan kerja, pengemban

| Kamis, 16 April 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 3