Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Keracunan massal MBG di SMPN 8 kupang

Penulis : maya marsita pelandou Program studi ilmu komunikasi UNWIRA Kupang

Indonesiasurya
Rabu, 10 Desember 2025 | 21:11:21 WIB
Ilustrasi

Indonesiasurya.com - Program MBG Digagas Untuk Meningkatkan Asupan Gizi Pelajar Di Seluruh Indonesia — Terutama Pelajar Dari Keluarga Kurang Mampu — Melalui Penyediaan Makanan Gratis Di Sekolah. Tujuan Utamanya Untuk Mendukung Ketahanan Gizi Dan Mencegah Stunting Serta Malnutrisi. 

Sayangnya, Implementasi Di Lapangan Menunjukkan Sejumlah Kelemahan Serius, Khususnya Dalam Tata Kelola, Distribusi, Dan Standar Kebersihan/Persiapan Makanan.

Pada Selasa, 22 Juli 2025, 140 Siswa Dari SMPN 8 Kupang Mengeluhkan Sakit Perut Dan Diare Setelah Mengonsumsi Menu MBG Pada Pagi Harinya. Beberapa Di Antaranya Mulai Izin Ke Toilet Segera Setelah Kegiatan Belajar Dimulai Sekitar Pukul 07.30 WITA.

Kejadian Bermula Sekitar Pukul 07.30 Wita, Saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Dimulai. Kepala SMPN 8 Kupang, Maria Theresia Lana, Mengatakan Beberapa Siswa Mulai Izin Ke Toilet Karena Diare Dan Sakit Perut. Jumlah Siswa Yang Mengeluh Terus Bertambah Hingga Memenuhi Ruang UKS.

Gejala Seperti Mual, Muntah, Dan Sakit Perut Cepat Menyebar Sehingga Total Korban Di Kupang Mencapai Sekitar 140 Siswa.
Karena Kapasitas Uks Tak Mencukupi, Para Siswa Kemudian Dilarikan Di Beberapa Rumah Sakit, Termasuk RSUD S.K. Lerik, RS Siloam, RS Mamami, RS Leona, Dan RSUD Prof W.Z. Johannes.

Program MBG Untuk Hari Itu Dihentikan Sementara. Beberapa Siswa Mengaku Makanan Yang Dikonsumsi Pada Hari Sebelumnya Terasa Asin Dan Asam, Terutama Tahu Dan Sayurnya.
Dalam Dua Hari Terakhir, Total Korban Di NTT Mencapai 215 Siswa — Gabungan Dari Kasus Di Kupang Dan Di Wilayah Lain Seperti Kabupaten Sumba Barat Daya

Pemerintah Kota Kupang Segera Memastikan Penanganan Medis Optimal Bagi Korban, Dengan Stabilisasi Kondisi Siswa Sebagai Prioritas.
Tim Dari Badan Gizi Nasional (BGN) Bersama Badan Pengawas Obat Dan Makanan (BPOM) Mengambil Sampel Makanan Untuk Diperiksa Di Laboratorium, Guna Memastikan Penyebab Pasti Keracunan.

Setelah Insiden, Pihak Berwenang Menyatakan Akan Memperketat Prosedur Operasional Standar (SOP) Di Dapur MBG  Termasuk Pengecekan Kualitas Bahan, Penyimpanan, Distribusi, Dan Kebersihan  Agar Kejadian Serupa Tak Terulang.
Meski Demikian, BGN Menyatakan Tetap Melanjutkan Program MBG Di NTT Pasca Insiden, Dengan Penekanan Pada Perbaikan Tata Kelola


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

Rehabilitasi Pelabuhan Waijarang Lembata Belum Rampung, Masyarakat Mendesak Penyelesaian Cepat

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lembata, Yohanes Arimon Dedeo, membenarkan pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak

| Rabu, 23 September 2026
Dinas Kesehatan Lembata Gelar Kampanye Ibu Hamil Sehat : Sehat Ibunya, Sehat Bayinya

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Kesehatan, dr. Bernadus B. Punang. Dalam sambutanny

| Rabu, 23 September 2026
Tiga Agenda Besar PP PMKRI 2026–2028

Yohanes Tola, ketidakadilan dapat dimaknai sebagai situasi ketika perangkat negara tidak bekerja atau tidak ditempatkan

| Rabu, 23 September 2026
Infulenza meningkat Dinas Kesehatan Lembata ambil langkah antisipasi

Meskipun aktivitas influenza nasional masih berada pada kategori rendah, kondisi ini tetap perlu menjadi perhatian semu

| Selasa, 22 September 2026
Dugaan Tambang Batu Bara Ilegal di Bone Disorot, Nama Herman Disebut

Seorang narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebut, solar subsidi yang digunakan untuk menunjang operasi

| Selasa, 22 September 2026
DPRD Lembata desak Dinas Pendidikan Segera Bereskan Sengketa SD Inpres Hama Hena Ileape.

Menurut FGL, warga Korban Bencana Tidak Boleh Dibebani Masalah Baru "Ingatlah, warga yang menempati lokasi ini adalah

| Senin, 21 September 2026
PLN UID Sulselrabar Disorot! AMPERA Pertanyakan Nasib Hak Pelanggan di Tengah Pemadaman Bergilir

AMPERA menilai persoalan tersebut tidak semestinya berhenti sebagai pembahasan di ruang rapat. Di tengah pemadaman yang

| Sabtu, 19 September 2026
Festival Sastra Kepulauan IX, Panggung Kebudayaan yang Menyatukan Beragam Suara

Pembukaan festival dilakukan Wahida, S.S., M.A., yang mewakili Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan, Toha Machs

| Sabtu, 19 September 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 26