Indonesiasurya.com - Program MBG Digagas Untuk Meningkatkan Asupan Gizi Pelajar Di Seluruh Indonesia — Terutama Pelajar Dari Keluarga Kurang Mampu — Melalui Penyediaan Makanan Gratis Di Sekolah. Tujuan Utamanya Untuk Mendukung Ketahanan Gizi Dan Mencegah Stunting Serta Malnutrisi.
Sayangnya, Implementasi Di Lapangan Menunjukkan Sejumlah Kelemahan Serius, Khususnya Dalam Tata Kelola, Distribusi, Dan Standar Kebersihan/Persiapan Makanan.
Pada Selasa, 22 Juli 2025, 140 Siswa Dari SMPN 8 Kupang Mengeluhkan Sakit Perut Dan Diare Setelah Mengonsumsi Menu MBG Pada Pagi Harinya. Beberapa Di Antaranya Mulai Izin Ke Toilet Segera Setelah Kegiatan Belajar Dimulai Sekitar Pukul 07.30 WITA.
Kejadian Bermula Sekitar Pukul 07.30 Wita, Saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Dimulai. Kepala SMPN 8 Kupang, Maria Theresia Lana, Mengatakan Beberapa Siswa Mulai Izin Ke Toilet Karena Diare Dan Sakit Perut. Jumlah Siswa Yang Mengeluh Terus Bertambah Hingga Memenuhi Ruang UKS.
Gejala Seperti Mual, Muntah, Dan Sakit Perut Cepat Menyebar Sehingga Total Korban Di Kupang Mencapai Sekitar 140 Siswa.
Karena Kapasitas Uks Tak Mencukupi, Para Siswa Kemudian Dilarikan Di Beberapa Rumah Sakit, Termasuk RSUD S.K. Lerik, RS Siloam, RS Mamami, RS Leona, Dan RSUD Prof W.Z. Johannes.
Program MBG Untuk Hari Itu Dihentikan Sementara. Beberapa Siswa Mengaku Makanan Yang Dikonsumsi Pada Hari Sebelumnya Terasa Asin Dan Asam, Terutama Tahu Dan Sayurnya.
Dalam Dua Hari Terakhir, Total Korban Di NTT Mencapai 215 Siswa — Gabungan Dari Kasus Di Kupang Dan Di Wilayah Lain Seperti Kabupaten Sumba Barat Daya
Pemerintah Kota Kupang Segera Memastikan Penanganan Medis Optimal Bagi Korban, Dengan Stabilisasi Kondisi Siswa Sebagai Prioritas.
Tim Dari Badan Gizi Nasional (BGN) Bersama Badan Pengawas Obat Dan Makanan (BPOM) Mengambil Sampel Makanan Untuk Diperiksa Di Laboratorium, Guna Memastikan Penyebab Pasti Keracunan.
Setelah Insiden, Pihak Berwenang Menyatakan Akan Memperketat Prosedur Operasional Standar (SOP) Di Dapur MBG Termasuk Pengecekan Kualitas Bahan, Penyimpanan, Distribusi, Dan Kebersihan Agar Kejadian Serupa Tak Terulang.
Meski Demikian, BGN Menyatakan Tetap Melanjutkan Program MBG Di NTT Pasca Insiden, Dengan Penekanan Pada Perbaikan Tata Kelola