Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Krisis Sampah Plastik di Kupang

Penulis ; Gayatri Ladopura dri prodi ilmu komunikasi unwira.

Indonesiasurya
Rabu, 10 Desember 2025 | 21:46:25 WIB
Foto

Kota Kupang Tengah menghadapi permasalahan serius terkait meningkatnya jumlah sampah plastik yang sulit tertangani. Timbunan sampah terus bertambah terlihat di berbagai titik, mulai dari pesisir Pantai hingga kawasan permukiman. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran karena berdampak langsung pada kebersihan lingkingan dan kesehatan masyarakat. Banyak pihak menilai bahwa persoalan ini tidak dapat dibiarkan, mengingat laju produksi sampah jauh lebih cepat dibandingkan upaya penanganannya.

Peningkatan sampah plastik terutama berasal dari perilaku masyarakat yang masig mengandalkan plastik dalam aktivitas sehari-hari. Mulai dari penggunaan kantong belanja sekali pakai hingga kemasan makanan dan minuman yang dibuang sembarangan, semuanya berkontribusi terhadap penumpukan sampah. Situasi ini semakin tampak di area wisata seperti Pantai Kelapa Lima dan Panatai Lasiana, di mana aktivitas pengunjung turut menghasilkan limbah plastik dalam jumlah besar. Minimnya kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya memperburuk keadaan.

Berbagai organisasi lingkungan dan pemerintah daerah telah berupaya mengatasi krisis ini melalui program pengurangan sampah dan kegiatan bersih Pantai. Namun, efektivitasnya masih terbatas akibat kurangnya partisipasi masyarakat serta keterbatasan fasilitas pengelolaan sampah. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Alak bahkan dilaporkan mengalami kelebihan kapasitas, sehingga tidak mampu menampung semua sampah yang masuk setiap hari. Kondisi ini memperlihatkan bahwa sistem pengelolaan sampah yang tersedia belum memadai.

Dampak dari krisis sampah plastik tidak hanya tampak pada lingkungan yang tercemar, tetapi juga pada sketor perikanan dan pariwisata. Nelayan, mengeluhkan laut yang dipenuhi sampah plastik karena menghambat aktivitass menangkap ikan. Selain itu, kawasan wisata menjadi kurang manrik bagi pengunjung akibat pemandangan yang tidak lagi bersih. Jika dibiarkan, permasalahan ini dapat mengganggu pertumbuhan ekonomi lokal yang bergantung pada sektor tersebut.

Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan kerja sama komprehensif antara pemerintah, masyarakat, dan perilaku usaha. Edukasi mengenai bahaya sampah plastik perlu ditingkatkna agar masyarakat lebih peduli terhadap dampaknya. Selain itu, pemerintah dapat memperkuat regulasi pembatasan penggunaan plastik sekali pakai dan menyediakan fasilitas pengelolaan sampah plastik di Kupang dapat ditangani secara bertahap sehingga kualitas lingkungan kembali meningkat


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

SMAN 1 Nagawutung Tegaskan Komitmen pada Budaya Ilmiah Lewat Ujian KTI

Karya Tulis Ilmiah adalah ajang yang sangat bermartabat dalam posisi kita sebagai orang terpelajar,” tegasnya di hadap

| Senin, 02 Maret 2026
Nasir di Balauring: Dari Mimbar Ramadan, Wabup Lembata Bicara Iman, Algoritma, dan Pancasila

Dalam kultum yang disampaikannya, Wabup Nasir mengajak jamaah menengok kembali cara para pendiri bangsa merumuskan Indon

| Senin, 02 Maret 2026
Bulan Ramadan 1447 H, PLN Hadirkan Promo Tambah Daya Melalui PLN Mobile

layanan digital PLN Mobile untuk memastikan kecukupan daya listrik di rumah, sehingga aktivitas ibadah dan kebersamaan k

| Senin, 02 Maret 2026
Target Belum Terpenuhi, PT Krakatau Steel Percepat Pembangunan SPPG di Lembata

Proyek ini merupakan kolaborasi antara Badan Gizi Nasional dan PT Krakatau Steel, dengan lingkup pengerjaan mencakup pul

| Sabtu, 28 Februari 2026
Ramadan Penuh Berkah: Kapolres Bulukumba Borong Dagangan UMKM, Bagikan Gratis ke Pengendara

Takjil yang diborong tersebut kemudian dibagikan kepada para pengendara dan masyarakat yang melintas sebagai menu berbuk

| Sabtu, 28 Februari 2026
Wujud Kepedulian Sosial, YBM PLN Salurkan 45 Ribu Paket Bingkisan Sepanjang Ramadan 1447 H,

Program ini berasal dari zakat para pegawai muslim PLN yang dikelola secara amanah melalui YBM PLN

| Sabtu, 28 Februari 2026
Dari Knalpot ke Tajwid: Cara Nyeleneh Polisi Bulukumba Tertibkan Pengendara

Para pelanggar lalu lintas, khususnya pengendara yang tidak menggunakan helm, tidak hanya diberikan teguran, tetapi juga

| Sabtu, 28 Februari 2026
Tercium Aroma Tak Sedap Dari Rencana Investasi Garam Lembata, DPRD Buka Suara.

5 ribu hektar itu bukan lahan yang sedikit, dan anehnya semua di kedang, lalu desa yang memiliki lahan pada hamparan dib

| Jumat, 27 Februari 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 8