Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Atas Tragedi Anak Di Ngada, Begini Sikap DPC GMNI Sikka

anak adalah masa depan keluarga, bangsa dan negara Indonesia.

Indonesiasurya
Kamis, 05 Februari 2026 | 22:26:29 WIB
Foto

GmnI Sikka"Turut Berdukacita atas Meninggalnya pelajar SD di Ngada" Tetapi Kita perlu bijaksana dalam hal Memilah, menelaah dan Menjustifikasi  keberadaan  sebuah persoalan. 

Siswa SD Ngada NTT Mengakhiri hidup karena tidak mampu membeli buku dan alat tulis" sangat miris ujar Heribertus Mesi Wakabid Pendidikan DPC GmnI Sikka 

Heribertus mengatakan, konstitusi kita telah menegaskan dan mengatur tentang SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL. 

bahwa negara memiliki kewajiban konstitusional untuk menjamin hak anak sebagaimana diatur dalam Undang-Undang 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, serta Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional.

“Begitu pula yang telah ditegaskan dengan sangat jelas dan terang di dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, bahwasanya hak setiap warga negara untuk memperoleh pendidikan dasar yang bermutu dan adil tanpa diskriminasi. 

Kita perlu secara biJaksana dalam menjustifikasi sebuah kebenaran yang berangkat dari historis dan kronologi. 

Kita bukan mau membela kepada siapa, dia, dan mereka, atau kah secara kelembagaan tertentu tetapi kita perlu mengungkap fakta yang sebenarnya. 

kita GmnI Sikka juga mau mengajak kita semua men jadi kan atensi bersama dalam hal gerakan menghapus upaya atau gerakan gantung diri anak SD/di bawa umur.

Kematian Anak SD Ngada menjadi pertanyaan reflektif bagi kita semua. Orang tua, Toko adat, Toko Agama, pemerintah desa, dan pemerintah daerah Ngada. Apakah dari semua pihak ini sudah maksimalkan agar tidak ada kejadian kejadian seperti ini.? 

Ini perlu kita ketahui bersama bahwa dalam menjustifikasi sebuah kebenaran perlu ada profesionalitas. Bukan sekedar menjadi kita menjustifikasi bahwa ini menjadi kesalahan dinas pendidikan kabupaten, provinsi dan pusat tetapi kita perlu bijaksana bahwa ini semua kita bijaksana. 

Mengapa kita memberikan  penegasan demikian? Karena isu yang di bangun dan di publikasikan bahwa ini menjadikan kesalahan kelembagaan pendidikan . 

Dalam situasi duka dan emosi publik, sering kali muncul kecenderungan untuk menunjuk satu pihak sebagai kambing hitam, khususnya lembaga pendidikan: Dinas Pendidikan Kabupaten, Dinas Pendidikan Provinsi ,Pemerintah Pusat. 

Padahal, menjustifikasi kebenaran tanpa profesionalitas justru berpotensi menimbulkan ketidakadilan dan tidak ada kematangan cara berfikir. Kebenaran tidak boleh dibangun atas asumsi, tekanan opini, atau kemarahan kolektif, melainkan melalui pendekatan ilmiah, psikologis, dan hukum yang objektif.

Apakah peran guru sudah optimal, efektif dan efisien? 

Guru bukan hanya pengajar akademik, tetapi juga pendeteksi atau berkewajiban untuk mengetahui Tentang Anak didiknya seperti ; perubahan perilaku anak

Psikolog atau tenaga pendamping anak menjadi kebutuhan mendesak, bukan pelengkap. Inipun kita tidak bisa salakan guru karena, Ketidak hadiran atau keterbatasan tenaga profesional ini adalah tanggung jawab sistemik negara, bukan semata kesalahan personal guru atau lembaga sekolah. 

Keadilan sejati tidak lahir dari siapa yang paling keras bersuara, tetapi dari siapa yang paling jujur mencari kebenaran.

Dari ulasan di atas inilah kita GmnI Sikka mau menegaskan bahwa ; Tragedi ini tidak boleh dipolitisasi atau di anggap sederhana di mata publik, Evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh dan profesional, Negara wajib memperkuat sistem perlindungan anak, terutama di daerah, dan Opini publik harus dibangun dengan empati, bukan vonis sepihak. 

Menyalahkan, tetapi untuk bertanya dengan jujur dan bijaksana :

Apa yang gagal dalam sistem kita sebagai orang tua, toka adat, gereja, Aktifis-Aktifis dan pemerintah? 

Apa yang harus segera kita perbaiki? Yang harus di perbaiki cara pandang, egoisme, sentimen, dan konsep kekeluargaan yang di bangun dari semua elemen yang sudah kita terangkan di atas. 

Untuk menghindari dan mengoptimalisasikan peran,serta membangun kesadaran pancasila humanisme kemanusian baik ; berkeluarga, beragama, kebudayaan, berbangsa dan bernegara. Karena Bung karno sudah memberikan tugas bagi kita bahwa di sebrang jembatan kita membangun dan menatah Indonesia yang mana sesuai dengan revolusi kita"UUD 1945".

Pada dasarnya bahwa, anak bukan sekadar objek kebijakan,

Tetapi anak adalah masa depan keluarga, bangsa dan negara Indonesia. 

Marilah kita, sama sama berupaya bersama sama saling menjembatani agar tidak ada lagi permasalahan dan berakibat kepada anak yang tidak pernah berdosa atas sejarah itu. 

Kalau  timur jangan kau berat kan dan jangan barat kau ke timur kan.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Tujuh Pria Dewasa Diduga Keroyok Siswa 14 Di Ileape. Keluarga Lapor Polisi

"Anak ini menolak, tetapi tetap dipaksa naik sepeda motor dan dibawa ke Petuntawa. Setibanya di sana, dia disuruh duduk

| Senin, 01 Juni 2026
Komunitas Baramakassar Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun kepada Kapolda Sulsel

Ketua dan seluruh anggota Komunitas Baramakassar mengapresiasi dedikasi serta komitmen Kapolda Sulsel dalam memimpin jaj

| Minggu, 31 Mei 2026
Ketua LMA Kaiso Sebut Hari Lahir Pancasila Momen Mempersatukan Keberagaman

Sebagai Ketua Lembaga Masyarakat Adat LMA Kaiso saya mengajak semua masyarakat agar memaknai hari lahir Pancasila sebaga

| Minggu, 31 Mei 2026
Terduga Akui Habisi Wanita Asal Selayar, Pelaku ‘Dilepas’, Polisi Abaikan Pengakuan?

EB, terduga pelaku yang sebelumnya diringkus tim Resmob Polda Sulsel di kawasan BTP pada Jumat (22/5/2026), kini melengg

| Minggu, 31 Mei 2026
Ketua LMA Emeyode Ajak Warga Maknai Hari Lahir Pancasila

Dari lima sila itu, karena sebagai warga negara siapapun dia, kecil, besar, tua, dan muda, sebagai generasi bangsa, waji

| Minggu, 31 Mei 2026
Gila ! Kredit Siluman Rp. 230 Juta Muncul, Kinerja Bank NTT Cabang Lewoleba Dipertanyakan.

Kepada media ini, Jumat (29/5/2026), Lasarus mempertanyakan munculnya pinjaman baru senilai Rp.230 juta yang menurutnya

| Sabtu, 30 Mei 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 11