Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Listrik Dengan Energi Panas Bumi, Invetasi Mahal Yang Mempengaruhi Stabilitas Tanah, Orang Atadei Bakalan Hadapi Bencana?

Pembangunan PLTP dapat mempengaruhi stabilitas tanah di daerah sekitarnya dan aktivitas seismik dapat timbul karena pengeboran.

Indonesiasurya
Selasa, 16 Juli 2024 | 07:34:36 WIB
Dapur alam atadei

Lewoleba, IndonesiaSurya.Com - Upaya memanfaatkan dapur alam Watuwawer Kecamatan Atadei Kabupaten Lembata, sebagai sumber pembangkit listrik tenaga panas bumi (geothermal) menjadi tanda tanya banyak pihak, apa urgensinya pemerintah menyetujui dilakukan eksplorasi panas bumi Atadei?

apakah Lembata tengah kekurangan pasokan listrik? Apa mungkin ini cara meningkatkan PAD? atau ini trik mendapat keuntungan dari investor bagi sekelompok orang?

Energi panas bumi memiliki beberapa keunggulan namun, demikian efek negatif dari pemanfaatan panas bumi salah satunya dapat memicu migrasi gas rumah kaca ke permukaan bumi dan pada akhirnya mencemari udara di sekitar kita. 

Berikut Rangkuman media ini dari berbagai sumber terkait, Kelemahan Pembangkit Listrik Tenaga Panas

Menurut Asplund (2008) 17, kelemahan energi panas bumi antara lain adalah sebagai berikut:

Pembangkit listrik panas bumi hanya ekonomis di daerah panas bumi aktif.

Membutuhkan investasi yang sangat mahal untuk eksplorasi, pengeboran, dan pembangunan pembangkit.

Pembangunan PLTP dapat mempengaruhi stabilitas tanah di daerah sekitarnya dan aktivitas seismik dapat timbul karena pengeboran. 

Celakanya diketahui bahwa wilayah selatan Atadei merupakan daerah patahan. yang bisa saya berdampak buruk bagi Atadei maupun pulau Lembata. dan yang pasti sumber panas bumi dapat habis jika tidak dikelola dengan baik.

Kekurangan (weakness) PLTP  di Indonesia selain diatas, ada beberapa kendala yang sering kali berdampak pada keberlangsungan masyarakat yaitu:

Harga listrik panas bumi relatif belum kompetitif dibandingkan dengan harga listrik dari energi lainnya karena biaya belum memperhitungkan tambahan biaya eksternal, seperti lingkungan, tenaga pekerja, dan sebagainya.

Pada umumnya potensi panas bumi di daerah yang mempunyai keterbatasan infrastruktur di daerah belum adanya peraturan pelaksanaan dari UU No. 27/2003, sehingga belum ada kesamaan pandangan antara pemerintah pusat dan daerah mengenai pengelolaan

Menimbulkan kekhawatiran masih terjadinya monopoli yang bersifat site specific sehingga pemanfaatannya tidak menyebar dengan rata.

Tidak dapat diperjualbelikan sebagai komoditas sebelum dikonversikan menjadi listrik. Pengusahaan panas bumi harus memperhatikan risiko tinggi dari eksplorasi dan eksploitasi. (Sl) sumber : Zonaebt.com/google


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

Baramakassar Ucapkan Selamat atas Amanah Baru AKBP Yudha Widyatama Nugraha

Pengangkatan tersebut menjadi amanah sekaligus kepercayaan untuk mengemban tugas dan tanggung jawab dalam mendukung terc

| Kamis, 03 September 2026
Perkuat Perang Melawan AIDS, TBC, dan Malaria, Bupati Lembata Tegaskan Data dan Anggaran Harus Sejalan

Pemaparan data kita musti lebih selektif, lebih hati-hati terutama dalam penggalian data atau survei harus kredibel, dap

| Kamis, 03 September 2026
Semangat Hari Lahir Adhyaksa ke-81, Kapolres Kolaka Dorong Penegakan Hukum yang Humanis dan Berintegritas

Sinergi antara Polri dan Kejaksaan dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan proses penegakan hukum yang profesional, trans

| Kamis, 03 September 2026
PMKRI Sambangi Penyintas Gempa Flores di Manggarai Barat, Salurkan Bantuan dan Serap Aspirasi Warga

Pendataan dan dokumentasi yang kami lakukan hari ini akan menjadi basis advokasi mendesak. Kami akan terus mendesak peme

| Kamis, 03 September 2026
Damailah di Perkemahan Langit

Puisi Mery Costantiana Lola

| Selasa, 01 September 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 6