Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Membaca Ulang Jalan Revolusi: Demokrasi Harus Kembali Pada Tujuan Bernegara

Prof. Arief Hidayat mengajak peserta melakukan refleksi kritis terhadap perjalanan demokrasi Indonesia setelah 28 tahun Reformasi.

Indonesiasurya
Selasa, 30 Juni 2026 | 16:01:59 WIB
Foto

BELGIA – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila sekaligus sebagai bagian dari rangkaian Bulan Bung Karno, Dewan Perwakilan Luar Negeri (DPLN) PDI Perjuangan Belgia menyelenggarakan Webinar Geopolitik EuroIndo 2026 pada Sabtu, 27 Juni 2026.

Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber dari berbagai bidang keahlian, yakni Prof. Arief Hidayat, pakar hukum tata negara dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia; Anggoro Budi Nugroho, ekonom Indonesia yang bermukim di Prancis; serta Ludovicus Mardiyono, Ketua DPLN PDI Perjuangan Belgia.

Mengawali pemaparannya, Prof. Arief Hidayat mengajak peserta melakukan refleksi kritis terhadap perjalanan demokrasi Indonesia setelah 28 tahun Reformasi. Menurutnya, di balik berbagai capaian yang telah diraih, terdapat satu pertanyaan mendasar yang harus terus dijawab oleh seluruh elemen bangsa: apakah demokrasi yang dibangun selama ini semakin mendekatkan Indonesia pada cita-cita kemerdekaan, atau justru bergerak menjauh dari amanat para pendiri bangsa?

Prof. Arief menegaskan bahwa demokrasi bukanlah tujuan akhir kehidupan bernegara. Demokrasi merupakan instrumen untuk mencapai tujuan nasional sebagaimana dirumuskan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Karena itu, kualitas demokrasi tidak dapat diukur hanya dari terselenggaranya pemilihan umum secara berkala. Demokrasi yang sehat harus mampu melahirkan kebijakan publik yang menghadirkan keadilan sosial, pemerataan kesejahteraan, serta perlindungan terhadap hak-hak warga negara.

Menurut Prof. Arief, demokrasi Indonesia saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Perkembangan teknologi digital memang membuka ruang partisipasi publik yang lebih luas, tetapi pada saat yang sama juga memunculkan persoalan berupa penyebaran disinformasi, polarisasi sosial, menguatnya politik identitas, pragmatisme politik, serta tingginya biaya politik yang berpotensi menggerus kualitas demokrasi.

Dalam konteks tersebut, ia mengajak bangsa Indonesia untuk membaca ulang jalan revolusi. Revolusi, menurutnya, tidak berhenti pada Proklamasi 17 Agustus 1945 maupun Reformasi 1998.

Revolusi adalah proses yang terus berlangsung untuk mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan bermartabat. Semangat revolusi tetap hidup dalam setiap ikhtiar menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Ia menegaskan bahwa demokrasi adalah proses kebangsaan yang tidak pernah selesai. Setiap zaman menghadirkan tantangan baru yang memerlukan jawaban kontekstual tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar bangsa.

Karena itu, demokrasi Indonesia tidak boleh direduksi hanya menjadi arena kompetisi elektoral atau perebutan kekuasaan, melainkan harus menjadi sistem politik yang menghasilkan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat.

Prof. Arief juga menyoroti pentingnya membangun kembali kepercayaan publik terhadap institusi demokrasi. Kepercayaan tersebut, katanya, tidak cukup dibangun melalui aturan dan prosedur formal, tetapi harus diwujudkan melalui keteladanan, integritas, transparansi, dan akuntabilitas para penyelenggara negara.

Menutup paparannya di bagian awal Webinar, Prof. Arief menegaskan bahwa membaca ulang jalan revolusi merupakan upaya memastikan arah perjalanan bangsa tetap berpijak pada nilai-nilai Pancasila dan koridor konstitusi. Dengan demikian, demokrasi Indonesia tidak kehilangan orientasi, tetapi tetap menjadi jalan untuk mewujudkan keadilan sosial, kesejahteraan, kemuliaan, dan keagungan bangsa Indonesia.

Webinar Geopolitik EuroIndo 2026 menjadi ruang dialog yang mempertemukan perspektif hukum, ekonomi, dan politik dalam membaca tantangan Indonesia di tengah perubahan tatanan dunia. Diskusi tersebut menegaskan bahwa demokrasi yang kuat bukan hanya ditentukan oleh mekanisme politik, tetapi terutama oleh kemampuannya menghadirkan negara yang bekerja untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat sesuai amanat Pancasila dan Konstitusi.+++


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

HMI Bidang Hukum Badko Sulsel Tagih Janji Prabowo Sikat Korupsi, Jangan Ada yang Kebal Hukum!

Berdasarkan keterangan penyidik, dari Kafe de’CLAN Signature ditemukan uang tunai sekitar Rp60 miliar, yang terdiri at

| Jumat, 10 Juli 2026
FST UNWIRA dan Kampus Ursulin Santa Angela Atambua Rintis Buku Mulok Sains-Budaya

Kolaborasi antara FST UNWIRA Kupang bersama Kampus Ursulin Santa Angela Atambua dan pihak sekolah dari jenjang SD hingga

| Jumat, 10 Juli 2026
Pengadaan Tanah Rampung, PLN UIP Nusra Percepat Realisasi PLTS Alor 1,2 MW

PT PLN (Persero) UIP Nusra telah melaksanakan sosialisasi rencana pembangunan PLTS Alor, di Kelurahan Kalabahi Tengah, K

| Jumat, 10 Juli 2026
Standar Baru Pelayanan Umrah Indonesia, JMQH dan PT Annisa Ahmada Travelindo Sukses Layani 1.214 Jamaah

Komitmen terhadap pelayanan terbaik juga tercermin dari kebijakan pimpinan yang secara penuh bertanggung jawab atas selu

| Kamis, 09 Juli 2026
April DA7 Go Sulawesi! Billboard di Jantung Makassar Siap Gaungkan Lagu "Menyala"

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan April DA7 kepada masyarakat di luar Pulau Jawa, khususnya di Pulau

| Kamis, 09 Juli 2026
Bocah 4 Tahun Di Lebatukan diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual, Pelaku berstatus Pelajar

Keluarga Korban sempat melapor ke Pos pol Hadakewa, tapi disarankan untuk langsung ke Polres karena kategori kasus ini c

| Kamis, 09 Juli 2026
LMA Emeyode Kutuk Pembakaran dan Penembakan Pilot PT AMA di Yahukimo

Dampak langsung adalah terganggunya akses transportasi udara yang penting bagi masyarakat pedalaman Papua.

| Rabu, 08 Juli 2026
Sya'ban Sartono Kecewa penanganan perkara Pengeroyokan Anak di Polres Gowa

Pengeroyokan terhadap anak di bawah umur adalah bentuk kejahatan serius dan pelanggaran hak azasi yang tidak dapat ditol

| Rabu, 08 Juli 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 9