Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Nasionalisme Kebijakan Dipertanyakan, Bibit Malapari Impor Dipilih Saat Malapari Lokal Lembata Sudah Produktif

Alex Atawolo, Anggota DPRD dari Partai Golkar, menegaskan bahwa kolaborasi riset internasional tetap penting, namun harus ditempatkan dalam kerangka perlindungan sumber daya genetik lokal, bukan menggantikannya

Indonesiasurya
Jumat, 30 Januari 2026 | 21:24:20 WIB
Foto

Lewoleba — Kebijakan zonasi penanaman Malapari di Kabupaten Lembata kembali menuai kritik, menyusul rencana penggunaan bibit Malapari asal Australia pada sebagian wilayah. Sejumlah pihak menilai kebijakan ini berpotensi menghambat pengembangan genetika Malapari lokal Lembata yang selama ini telah beradaptasi secara alami dengan kondisi iklim dan lahan setempat.

Kritik mengemuka karena Lembata diketahui memiliki ratusan hingga ribuan pohon Malapari alami yang telah berumur puluhan tahun dan produktif. Pemanfaatan sumber daya genetik lokal dinilai lebih strategis untuk memberikan dampak ekonomi lebih cepat, dibandingkan menanam bibit impor yang baru akan berproduksi dalam waktu empat hingga lima tahun.

Sejumlah pemerhati kehutanan menegaskan bahwa program penanaman Malapari skala besar seharusnya mengutamakan bibit Malapari asli Lembata, sebagai bagian dari konservasi tanaman alam yang telah terbukti adaptif terhadap kondisi lahan kering dan pesisir. Pendekatan ini dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan ekologi sekaligus memastikan keberhasilan ekonomi jangka panjang dari program rehabilitasi lahan dan energi terbarukan.

Selain itu, penggunaan bibit Malapari dari Australia dikhawatirkan mengganggu kemurnian plasma nutfah lokal dan melemahkan agenda riset bibit unggul Malapari Lembata yang tengah dikembangkan. Masuknya genetika luar tanpa kerangka riset yang jelas berisiko menciptakan ketergantungan benih dan mengabaikan kearifan lokal yang selama ini menjadi kekuatan utama Malapari Lembata.

Alex Atawolo, Anggota DPRD dari Partai Golkar, menegaskan bahwa kolaborasi riset internasional tetap penting, namun harus ditempatkan dalam kerangka perlindungan sumber daya genetik lokal, bukan menggantikannya. Ia mencontohkan bahwa Australia justru mengembangkan bibit unggul Malapari dengan terlebih dahulu mengamankan dan memuliakan plasma nutfah lokalnya, sebelum masuk ke tahap seleksi dan pengembangan genetika lanjutan.

Polemik ini menunjukkan bahwa pengembangan Malapari di Lembata tidak semata soal penanaman, tetapi menyangkut kedaulatan benih, arah riset jangka panjang, dan keadilan manfaat bagi masyarakat lokal, terutama dalam konteks program penanaman skala besar yang akan menentukan masa depan ekonomi hijau daerah tersebut.


Bagikan

KOMENTAR (1)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Helena unaraja 03 Februari 2026 07:10:54

Terimakasih buat infonya

Indonesiasurya
Indonesiasurya
05 Februari 2026 12:28:08

@Helena unaraja ,



Berita Terkini

Bupati Kanis Dorong Peremajaan Jambu Mete, Lembata Kejar Investasi 2 Ribu Hektar

Rapat koordinasi yang dihadiri para penyuluh pertanian, Kepala Bappelitbangda, serta Plt. Kadis Pertanian dan Ketahanan

| Senin, 31 Agustus 2026
Pemkot Denpasar Salurkan Bantuan Rp700 Juta untuk Korban Gempa NTT

Gubernur Bali, I Wayan Koster, mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan oleh pemerintah daerah di seluruh Bali yang de

| Senin, 31 Agustus 2026
Bupati Lembata Resmikan Pemanfaatan Sumur Bor, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Kekeringan

Peresmian tersebut menjadi salah satu langkah nyata pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan mendasar masyarakat terha

| Minggu, 30 Agustus 2026
KISRUH UMRAH JOMBANG! Travel Bantah Keras Tuduhan, Sebut Tiket Sudah Disiapkan

PT Annisa Ahmada Travelindo menegaskan: tiket telah disiapkan, pihak travel telah berada di bandara, dan perusahaan meny

| Minggu, 30 Agustus 2026
Bupati Lembata Serahkan SK Kepala Sekolah dan Guru, Tegaskan Jabatan Bukan Akhir Pengabdian

Dalam arahannya, Bupati Kanis Tuaq menegaskan bahwa jabatan kepala sekolah bukan sekadar posisi administratif, melainkan

| Sabtu, 29 Agustus 2026
Akhiri Ketidakpastian Pengukuran Tanah, BPN Lembata Luncurkan Sistem FIFO Terjadwal

Pengukuran bidang tanah, yang menjadi salah satu tahapan penting dalam menghasilkan data pertanahan, kini dikelola berda

| Jumat, 28 Agustus 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 9