Kupang - Politeknik Pertanian Negeri Kupang secara resmi membuka pendaftaran bakal calon Direktur untuk periode 2026–2030. Pembukaan pendaftaran ini dilakukan seiring akan berakhirnya masa jabatan Direktur periode 2022–2026 pada tanggal 8 September 2026.
Melalui pengumuman resmi, Politani Kupang memberikan kesempatan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Indonesia yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti proses pencalonan sebagai Direktur.
Pendaftaran bakal calon Direktur dibuka mulai tanggal 25 Maret hingga 14 April 2026. Calon pendaftar dapat mengambil dokumen persyaratan secara langsung di Ruang Sekretariat Panitia Pemilihan Direktur, Gedung Student Center Politani Kupang pada jam kerja, yakni pukul 08.00–16.00 WITA. Selain itu, dokumen juga dapat diunduh melalui link https://drive.google.com/drive/folder/1YNLiNp2HuTmFwT7AvwmzALS9VmE81ef8.
Adapun pengembalian dokumen pendaftaran dijadwalkan pada 26 Maret hingga 15 April 2026. Berkas dapat diserahkan langsung ke Sekretariat Panitia Pemilihan Direktur atau dikirim melalui email resmi panitia.
Ketua Panitia Pemilihan Direktur Politeknik Pertanian Negeri Kupang Periode 2026–2030, Dr. Laurensius Lehar, S.P., M.P., menegaskan bahwa proses pemilihan Direktur periode 2026–2030 dirancang secara sistematis, transparan, dan akuntabel, dengan berlandaskan prinsip-prinsip tata kelola perguruan tinggi yang baik (good university governance).
Proses pemilihan dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan berbasis meritokrasi guna menghasilkan kepemimpinan yang visioner dan transformatif.
Menurutnya, pemilihan ini merupakan momentum strategis untuk menghadirkan figur pemimpin yang mampu menjawab tantangan global, seperti disrupsi teknologi, perubahan iklim, serta penguatan ketahanan pangan nasional. Panitia juga membuka ruang partisipasi luas bagi ASN yang memenuhi syarat, dengan harapan Direktur terpilih nantinya mampu memperkuat sinergi antara pendidikan vokasi, riset terapan, dan kebutuhan industri, sehingga meningkatkan daya saing institusi di tingkat nasional maupun global.
Menurutnya, proses ini tidak sekadar bersifat administratif, melainkan merupakan momentum strategis dalam menentukan arah kepemimpinan institusi pendidikan vokasi yang adaptif terhadap dinamika global, khususnya di bidang pertanian berkelanjutan dan penguatan ketahanan pangan nasional.
“Pemilihan Direktur bukan hanya tentang memilih figur, tetapi tentang menghadirkan kepemimpinan transformatif yang mampu menjawab tantangan zaman, termasuk disrupsi teknologi, perubahan iklim, dan kebutuhan peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa panitia membuka ruang partisipasi yang luas bagi Aparatur Sipil Negara yang memenuhi kriteria untuk berkontribusi dalam memajukan Politeknik Pertanian Negeri Kupang.
Hal ini sejalan dengan upaya mendorong kompetisi yang sehat dan seleksi berbasis meritokrasi.
Dalam perspektif akademik, proses seleksi ini juga mengedepankan penilaian komprehensif terhadap kapasitas kepemimpinan, rekam jejak tridarma perguruan tinggi, serta visi strategis calon dalam mengembangkan pendidikan vokasi berbasis inovasi dan kebutuhan industri.
“Ke depan, kami berharap Direktur terpilih mampu memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, penelitian terapan, dan sektor industri, sehingga lulusan yang dihasilkan tidak hanya kompeten, tetapi juga relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah dan nasional,” tambahnya.
Panitia juga memastikan bahwa seluruh tahapan seleksi akan dilaksanakan secara objektif, profesional, dan bebas dari intervensi, guna menjaga integritas serta kredibilitas institusi.
Menutup pernyataannya, Ketua Panitia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk turut mengawal proses ini secara konstruktif.
“Kami mengundang partisipasi aktif dari seluruh elemen, baik internal maupun eksternal, untuk bersama-sama memastikan proses ini berjalan dengan baik, sehingga menghasilkan pemimpin yang visioner, berintegritas, dan mampu membawa Politeknik Pertanian Negeri Kupang menuju daya saing global,” pungkasnya.