LEWOLEBA — Menjelang pelaksanaan ETMC XXXV pada 14 November 2026 yang kemudian diundur ke tanggal 17 November 2026 kick off, polemik terkait tim Persebata Lembata semakin berkembang, menyusul surat resmi PSSI Provinsi NTT yang menetapkan jadwal dan status turnamen tersebut.
Direktur PT Persebata Lembata Bartolomeus Take menyampaikan kendala pendaftaran tim untuk mengikuti ajang ETMC. Menurutnya, pendaftaran dilakukan secara daring melalui Sistem Informasi ETMC yang hanya dapat diakses oleh admin klub pemegang akun resmi untuk memverifikasi keabsahan pemain. Hingga saat ini, regulasi rinci ETMC XXXV belum dikirimkan kepada pihak klub, misalnya batas jumlah pemain junior‑senior, asal‑usul pemain, dan persyaratan rekomendasi klub sesuai aturan turnamen.
Berto juga menjelaskan kedudukan Persebata yang berada di bawah naungan ASKAB PSSI Lembata selaku induk organisasi sepak bola kabupaten. Ia menanggapi persepsi masyarakat terkait penunjukan pelatih kepala tim: “Orang selalu berpikir salah tentang saya misalnya soal Mino karena dia sekampung dengan saya dan orang yang dekat dengan ketua ASKAB, tapi ini bukan kemauan saya. Usul nama Mino menjadi pelatih kepala muncul dalam rapat dan diangkat oleh Gilang salah satu pengurus ASKAB.” ujar Berto
Ketua ASKAB PSSI Lembata Agustinus Making (Gucek) mengonfirmasi bahwa pemilihan pelatih kepala melalui rapat dewan teknis telah disetujui semua peserta dan sesuai statuta organisasi. Ia juga menegaskan bahwa ASKAB tidak memiliki klub sepak bola sendiri, hanya menangani urusan teknis seperti pemain dan pelatih. Secara hukum, pengelolaan klub berada di bawah PT Persebata Lembata Taan Tou. Menurutnya, Lembata punya dua anggota PSSI yaitu ASKAB Lembata dan PT Persebata Lembata adalah sah secara regulasi keanggotaan PSSI.
Berto Take menambahkan bahwa setiap pihak yang ingin menggunakan pemain Persebata wajib meminta izin kepada ASKAB PSSI Lembata. Ia juga menyampaikan informasi bahwa Sekretaris Dinas Porabud dan Kepala Dinas Apolonaris Mayan telah bertemu Sekda yang merupakan Ketua TAPD, dan ada dugaan tindakan Syukur Wulakada sekretaris dinas Porabud dilakukan atas nama ASKAB tanpa sepengetahuan ketua ASKAB sendiri.
Masyarakat Lembata berharap seluruh proses pendaftaran tim, penunjukan staf pelatih, dan pengelolaan anggaran APBD dapat dijelaskan secara transparan sebelum batas pendaftaran ETMC XXXV berakhir.