LEWOLEBA — Muncul dugaan penyabotasean terhadap tim Persebata Lembata menjelang digelarnya sepak bola ajang paling bergengsi ETMC antar‑kabupaten. Terkait polemik tersebut, Ketua PSSI Lembata Agustinus Making (Gucek) kepada media ini (2/11/2026) menyampaikan penjelasan mengenai batas kewenangan antara Dinas Pemuda dan Olahraga serta pihak PSSI Kabupaten Lembata.
Menurutnya, peran Dinas lebih berfokus pada pembiayaan kegiatan, sedangkan urusan manajemen tim sepenuhnya menjadi hak prerogatif PSSI sebagai badan yang menangani hal‑hal teknis persepakbolaan. “Aliran dana berasal dari pemerintah daerah, namun dikelola sepenuhnya oleh PSSI. Pertanggungjawaban terkait penggunaan dana menjadi bagian dari manajemen tim,” jelas Gucek
Ia memaparkan pembagian tugas secara rinci: posisi Sekretaris dan Bendahara dapat diisi oleh pihak Dinas maupun PSSI sesuai kesepakatan. Sementara itu, manajemen inti tim yang meliputi Manajer Tim, Direktur Teknik, hingga Kit Man adalah wewenang penuh PSSI. Bahkan Surat Keputusan (SK) kelayakan pemain juga dikeluarkan oleh PSSI, bukan Dinas.
“Kalau Dinas ingin ikut dalam manajemen, cukup di posisi Ketua Tim saja. Untuk komposisi official dan pemain, itu ranah teknis PSSI,” tambah Gucek
Hal senada disampaikan Agustinus Koten Sekretaris Askab Lembata menanggapi perbedaan aturan ETMC tahun ini yang berbasis pertandingan antar‑kabupaten.
Ia menegaskan bahwa keberadaan klub Persebata Lembata tetap sah, karena setiap kabupaten memang memiliki klub perserikatan andalan masing‑masing. Ia juga mempertanyakan apakah selama ini Piala Bupati Lembata pernah diselenggarakan secara rutin.
Apakah mungkin tim andalan masyarakat Lembata "Persebata Lembata" mengalami penyabotasean menjelang keikutsertaan dalam ajang ETMC Flores Timur?
Dugaan ini muncul seiring perdebatan batas kewenangan antara Dinas Pemuda dan Olahraga serta pengurus PSSI Kabupaten Lembata terkait pengelolaan tim.
Menurut Bartolomeus Take direktur PT. persebata Lembata, secara aturan Dinas berperan utama dalam pembiayaan, sedangkan urusan teknis dan manajemen inti tim menjadi wewenang penuh PSSI. Posisi sekretaris dan bendahara dapat diisi oleh kedua pihak, namun manajer tim, direktur teknik, staf perlengkapan, serta penerbitan SK pemain adalah ranah PSSI.
“Kalau Dinas ingin ikut dalam manajemen, cukup di posisi ketua tim saja. Komposisi pejabat tim dan pemain adalah hal teknis yang menjadi hak PSSI,” ujar Berto
Hingga saat ini, belum ada bukti resmi yang menguatkan dugaan penyabotasean. Baik pihak Dinas Pemuda dan Olahraga maupun PSSI Lembata belum mengeluarkan pernyataan tanggapan terkait isu ini. Masyarakat berharap kedua pihak dapat memberikan penjelasan terbuka agar keraguan pendukung dapat terjawab sebelum pelaksanaan ETMC di Flores Timur.