Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Rp. 51 Triliun Uang Masyarakat NTT Mengalir Ke Luar Setiap Tahun Akibat, Defisit Perdagangan Daerah

Total APBD provinsi dan kabupaten/kota di NTT yang berkisar di angka Rp. 30 triliun, sebagian besarnya terserap habis untuk belanja pegawai sehingga perputaran ekonomi riil di tengah masyarakat menjadi sangat terbatas.

Indonesiasurya
Senin, 30 Maret 2026 | 21:54:41 WIB
Foto

Belu - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena dalam lawatan ke Desa Teun, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, pada Minggu (29/3/2026) mengungkap adanya masalah serius terkait defisit perdagangan daerah yang menyebabkan sekitar Rp. 51 triliun uang masyarakat NTT mengalir ke luar setiap tahunnya

Gubernur secara tegas mengatakan hal ini disebabkan oleh, ketergantungan pada produk eksternal.

Dalam pemaparannya, Gubernur Melki menyoroti bahwa rendahnya pendapatan masyarakat selama ini lebih disebabkan oleh pola ekonomi yang berfokus pada penjualan bahan mentah, bukan karena minimnya sumber daya.

“Selama ini kita tanam, panen, lalu langsung jual sehingga nilai tambahnya kecil, maka sekarang harus diubah dengan cara diolah dan dikemas dengan baik baru dijual supaya harganya naik,” urainya.

Ia mengambil contoh komoditas lokal seperti jagung, umbi-umbian, kacang-kacangan, minuman tradisional, hingga tenun ikat yang sebenarnya memiliki potensi besar apabila diolah serta dikemas secara profesional.

Produk sederhana seperti jagung pun dinilai mampu memiliki nilai jual yang jauh lebih tinggi ketika diubah menjadi makanan siap konsumsi semacam popcorn.

“Produk yang sama, kalau dikemas bagus dan lolos standar seperti BPOM, harganya bisa berkali lipat sehingga hal itu yang harus kita kejar,” jelasnya.

Gubernur turut menekankan posisi strategis Kabupaten Belu sebagai kawasan perbatasan dengan Timor Leste yang memiliki perputaran arus perdagangan tinggi.

Kondisi geografis tersebut semestinya dimanfaatkan sebagai peluang besar agar produk lokal bisa menembus pasar lintas batas, bukan malah didominasi oleh barang dari luar daerah.

“Perbatasan ini transaksi hariannya besar sekali, jadi jangan sampai kita hanya jadi penonton sementara barang dari luar yang menguasai pasar,” tegasnya.

Dikutip dari pranusa.id, Melki mengungkap adanya masalah serius terkait defisit perdagangan daerah yang menyebabkan sekitar Rp.51 triliun uang masyarakat NTT mengalir ke luar setiap tahunnya akibat ketergantungan pada produk eksternal.

“Pinang saja kita beli dari luar sampai ratusan miliar rupiah, padahal kita bisa tanam sendiri dan ini yang harus kita ubah,” terangnya.

Ia juga memaparkan bahwa dari total APBD provinsi dan kabupaten/kota di NTT yang berkisar di angka Rp. 30 triliun, sebagian besarnya terserap habis untuk belanja pegawai sehingga perputaran ekonomi riil di tengah masyarakat menjadi sangat terbatas.

Oleh sebab itu, perputaran uang di dalam daerah perlu dijaga melalui peningkatan produksi dan konsumsi produk lokal, salah satunya lewat instrumen penguatan jaringan pemasaran seperti NTT Mart.
Kita harus bangga beli produk NTT, karena kalau kita terus beli dari luar uang kita keluar terus, tapi kalau kita produksi sendiri uang berputar di sini,” paparnya.

Pada kunjungan tersebut Gubernur.Laka Lena, mendorong transformasi pola produksi masyarakat desa dari sekadar menjual bahan mentah menjadi penghasil produk olahan bernilai tambah.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Argentina Dalam Takdir Vozinha Palang Pintu Tanjung Verde

"Kami di sini untuk bersaing dan membuat hidup sulit bagi lawan kami,"Vozinha

| Senin, 29 Juni 2026
FORMAK LUTIM: Opini WTP Jangan Jadi Tameng dari Dugaan Korupsi

FORMAK LUTIM yang diwakili Putra sebagai Jenderal Lapangan menilai korupsi merupakan ancaman serius terhadap pembangunan

| Senin, 29 Juni 2026
Lembata Jadi Tuan Rumah Festival Internasional Lamaholot 2026, Akan Berlangsung Empat Hari

Beragam agenda budaya, pameran ekonomi kreatif, pertunjukan seni, hingga kunjungan ke desa-desa wisata telah disiapkan u

| Senin, 29 Juni 2026
GMNI Sikka Sebut Gubernur Melki Laka Lena Pajakin Rakyat Dengan Tabrak Aturan.

Bung Oecan me jelaskan, Pergub adalah peraturan di bawah Perpres. Maka, Pergub tidak memiliki kewenangan untuk menambah

| Senin, 29 Juni 2026
Turnamen Futsal Piala RT 10 RW 003 Pinang Ranti Memasuki Hari Ketiga, Lapangan Nirbaya V Dipadati Warga

“Alhamdulillah antusiasme warga luar biasa. Turnamen ini bukan cuma soal menang kalah, tapi jadi ajang silaturahmi war

| Sabtu, 27 Juni 2026
PLN UIP Nusra Luncurkan Program Agroforestry Hetero, Dukung Kemandirian Ekonomi Masyarakat Desa Wewo

Saya mengajak seluruh penerima manfaat untuk menjaga dan menjalankan program ini dengan baik. Ini merupakan investasi ja

| Jumat, 26 Juni 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 7