Lembata - Bupati Lembata Tekankan Perencanaan Pembangunan yang Komprehensif, Adaptif, dan Partisipatif dalam Forum RKPD 2027 yang mengangkat tema, Sinkronisasi Program Strategis Nasional (PROSN) Tematik Pembangunan Nasional dan Rancangan RKPD Kabupaten Lembata Tahun 2027
Forum Perangkat Daerah/Lintas Perangkat Daerah Rancangan RKPD Kabupaten Lembata Tahun 2027 yang berlangsung di Aula kantor Bupati, Selasa (10/3/2026). Secara resmi dibuka Petrus Kanisius Tuaq.,S.P Bupati Lembata.
Kegiatan ini untuk menyelaraskan program pembangunan daerah agar lebih terarah, terintegrasi, dan berdampak nyata bagi masyarakat. bertujuan menyepakati keluaran (output) Rencana Kerja (Renja) perangkat daerah, sekaligus memastikan pelaksanaan program kepala daerah berjalan efektif untuk mencapai hasil pembangunan yang terukur.
Dalam laporan panitia, Kabid Infrastruktur dan Kewilayahan Bappelitbangda Kabupaten Lembata, Martinus Eliasmus Lamak, menjelaskan bahwa forum ini merupakan bagian penting dari sistem perencanaan pembangunan daerah. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memperkuat komitmen, sinergi, dan keberlanjutan antar perangkat daerah dalam penyusunan rencana kerja.
Ia menyampaikan bahwa forum ini bertujuan memperoleh masukan guna mempertajam target kinerja, program, kegiatan, lokasi, serta kelompok sasaran dalam penyusunan rancangan Renja Perangkat Daerah sebagai bahan penyusunan RKPD Kabupaten.
Forum yang berlangsung selama 10–11 Maret 2026 ini diikuti sekitar 142 peserta yang terdiri dari perwakilan perangkat daerah serta internal Bappelitbangda.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam dua tahap yakni; pembukaan dan pemaparan materi pada hari pertama, kemudian dilanjutkan dengan diskusi kelompok tematik pada hari kedua yang terbagi dalam empat kelompok pembahasan dan diakhiri dengan penandatanganan berita acara kesepakatan.
Empat tema utama yang menjadi fokus diskusi dalam forum ini meliputi pengentasan kemiskinan, kesehatan untuk semua (stunting), pertumbuhan ekonomi sektor nelayan, tani, dan ternak, serta pengarusutamaan gender dan responsif anak. Setiap tema dikoordinasikan oleh Organisasi Perangkat Daerah sebagai leading sector yang bertanggung jawab dalam pembahasan dan perumusan kesepakatan.
Dalam sambutannya, Bupati Petrus Kanisius Tuaq menegaskan bahwa Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) merupakan dokumen strategis yang menjadi pedoman utama dalam menentukan arah pembangunan daerah. Karena itu, penyusunannya harus dilakukan secara komprehensif, adaptif, dan partisipatif.
Ia menjelaskan bahwa forum ini merupakan tahapan penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah karena menjadi wadah strategis untuk menyelaraskan program perangkat daerah dengan hasil Musrenbang kecamatan, prioritas daerah, serta kebijakan pembangunan nasional dan provinsi.
Bupati juga mengingatkan seluruh perangkat daerah agar menyusun program yang benar-benar memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat. Selain itu, sinergi dan kolaborasi lintas perangkat daerah harus terus diperkuat agar tidak terjadi tumpang tindih program.
Prioritas pembangunan daerah juga harus selaras dengan Tema RKPD Kabupaten Lembata Tahun 2027, yakni “Pemantapan Pembangunan SDM dan Pemerintahan yang Efektif untuk Percepatan Pembangunan Ekonomi yang Produktif dan Inklusif menuju Lembata Maju, Lestari dan Berdaya Saing”.
Di akhir sambutannya, Bupati secara resmi membuka kegiatan forum dengan memohon penyertaan Tuhan Yang Maha Kuasa serta restu leluhur leu auq-lewotana Lembata, sebagai harapan agar proses perencanaan pembangunan berjalan lancar dan membawa kemajuan bagi daerah.
Forum ini diharapkan menghasilkan kesepakatan program lintas perangkat daerah yang lebih terintegrasi, efektif, dan mampu mendukung pencapaian prioritas pembangunan Kabupaten Lembata kedepan.**ProkompimPemKabLembata*