Lembata — Dalam suasana sederhana namun penuh makna, Bupati Lembata merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-57 dengan cara yang tidak biasa: kembali berkantor di Kantor Bupati lama sekaligus melakukan penanaman pohon kelapa dan malpari di halaman kantor tersebut, Jumad 24/4/2026).
Langkah ini menjadi simbol kuat bahwa pembangunan di Kabupaten Lembata tidak boleh melupakan akar sejarah dan nilai-nilai dasar pengabdian kepada masyarakat.
Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa memilih berkantor di kantor lama adalah bentuk refleksi sekaligus pengingat bagi seluruh jajaran pemerintah daerah agar tetap membumi dalam melayani rakyat.
“Di tempat inilah kita pernah memulai dengan segala keterbatasan. Maka jangan sampai hari ini kita kehilangan semangat melayani hanya karena fasilitas sudah lebih baik,” tegas Bupati.
Selain berkantor, Bupati juga memimpin langsung penanaman pohon kelapa dan malpari sebagai simbol keberlanjutan dan harapan masa depan.
Pohon kelapa dipilih sebagai lambang kehidupan masyarakat Lembata yang menyatu dengan alam dan memiliki nilai ekonomi tinggi bagi rakyat. Sementara malpari menjadi simbol kekuatan, keteduhan, dan perlindungan bagi generasi mendatang.
“Yang kita tanam hari ini bukan sekadar pohon, tetapi komitmen. Komitmen untuk membangun Lembata dari akar—dari petani, nelayan, dan peternak,” lanjutnya.
Momentum HUT ke-57 ini juga dimaknai sebagai penegasan arah kepemimpinan yang tetap berpihak pada ketahanan pangan dan kemandirian daerah, sejalan dengan visi pembangunan “Nelayan, Tani, dan Ternak”.
Kegiatan ini berlangsung dengan penuh kekeluargaan dan dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah serta masyarakat sekitar.
Melalui momentum ini, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong dan merawat apa yang telah ditanam hari ini, sebagai warisan bagi generasi Lembata di masa depan.