Lewoleba - Dinas pendidikan Lembata dalam rangka memperingati hari pendidikan nasional (hardiknas) Gelar lomba lari 5K, tingkat SMP namun, dinas pendidikan terkesan paksa diri, dan hanya buat pamer ke publik bahwa mereka mampu gelar lomba.
Lomba lari yang di buka wakil Bupati Lembata ini, oleh sejumlah guru di protes karena panitia penyelenggara terkesan tidak siap.
Ada sejumlah anak yang alami kendala saat lari. Ada cedera kaki, dan sesak nafas namun, panitia tidak mampu mengantisipasi dengan baik.
Ada peserta lomba nyaris pingsan saat lomba akhirnya, di muat menggunakan mobil pic up karena tidak adanya fasilitas kesehatan seperti ambulance. Ada pula yang nyaris pingsan karena kelelahan, ada pula sesak nafas, ada yang nyeri di dada hingga teriak-teriak seperti orang kesurupan.
Lebih parah lagi meski di UGD kota fasilitas kesehatan tidak memadai pelayan tetap prima namun sayang, tidak satupun orang dinas, maupun panitia yang ada untuk mendampingi siswa yang alami ganguan kesehatan saat lomba.
"Mestinya ada panitia atau orang dinas disini. Kalau anak-anak ini ada apa-apa bagmana? Kami guru sudah pasti pasang badan karena Memnag tanggungjawab pertama pada kami tapi kalau panitia dan pihak dinas seperti ini kali berikut kami tidak ikut lomba lagi" celetuk para guru saat di UGD kota Lewoleba .
Pantauan media ini ada 5 pelari yang alami cedera dan harus mendapat perawatan medis. Hingga mereka pulang tidak ada pihak dinas yang datang menjenguk para siswa
Untuk di ketahui lima siswa yang alami cedera saat lari berasal dari, ileape (2 orang), Omesuri (1 orang), Nagawutung (1 orang) dan Nubatukan (1 orang).