Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


“Tak Takut Opini Publik.!” Advokat Sugiyono.,SE,SH.,MH. Bela Tersangka Korupsi, Sekaligus Guncang Dunia Estetika dengan Gugatan Malpraktik

Saya tidak membela korupsinya. Saya membela hak hukumnya. Ini negara hukum, bukan panggung opin

Indonesiasurya
Senin, 30 Maret 2026 | 16:15:43 WIB
Foto

Semarang 30/03/26 — Nama Advokat Sugiyono, SE., S.H., M.H. kini menjadi sorotan tajam publik. Di tengah derasnya opini yang kerap menghakimi sebelum putusan, ia justru mengambil posisi berani: tetap berdiri di garis depan membela hak hukum tersangka dalam perkara dugaan korupsi.

Dalam wawancara di sela-sela kesibukannya bersama awak media, pertanyaan publik yang paling mengemuka akhirnya dilontarkan secara langsung: mengapa membela perkara korupsi yang jelas-jelas menjadi musuh bersama Jawaban Sugiyono tegas, tanpa kompromi.

“Saya tidak membela korupsinya. Saya membela hak hukumnya. Ini negara hukum, bukan panggung opini,” ujarnya lugas.

Pernyataan itu sekaligus menyentil keras fenomena “penghakiman publik” yang dinilai mulai menggerus prinsip keadilan. Ia menilai, tekanan opini tidak boleh mengintervensi proses hukum yang seharusnya objektif dan berimbang.

“Kalau advokat mulai takut pada opini, maka hukum tidak lagi berdiri tegak. Kita bukan mencari siapa yang paling disukai publik, tapi siapa yang diproses secara adil,” lanjutnya.

Menurut Sugiyono, asas presumption of innocence bukan sekadar formalitas, melainkan benteng terakhir agar hukum tidak berubah menjadi alat tekanan massa. Namun langkah Sugiyono tidak berhenti di sana.

Di waktu yang hampir bersamaan, ia juga mengguncang perhatian publik dengan langkah hukum terhadap sebuah praktik dokter kecantikan yang diduga melakukan perbuatan melawan hukum hingga menyebabkan kliennya mengalami cedera permanen.

“Ini bukan sekadar gagal prosedur. Ini menyangkut dampak serius terhadap hidup seseorang. Ada kerugian fisik, psikis, dan sosial yang nyata,” tegasnya.

Ia bahkan mengingatkan bahwa industri estetika tidak boleh berlindung di balik tren dan bisnis semata.

“Jangan sampai dunia kecantikan menjadi zona nyaman tanpa pengawasan hukum.

Setiap tindakan medis ada tanggung jawabnya. Kalau dilanggar, harus ada konsekuensi,” ujarnya tajam.

Langkah gugatan ini disebut sebagai sinyal keras bahwa praktik medis—termasuk di sektor estetika—tidak kebal hukum dan harus tunduk pada standar profesional serta perlindungan pasien.

“Keselamatan pasien bukan bahan tawar-menawar. Ketika itu diabaikan, maka hukum wajib bicara,” pungkasnya.

Dengan dua perkara besar yang kini ditanganinya, Sugiyono menegaskan satu sikap yang tidak berubah: hukum harus tetap berdiri di atas prinsip, bukan tekanan.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Bangun kerja sama Lintas Sektor Dinkes Lembata, Berikan Layanan Kesehatan Gratis Bagi Warga

"Kami mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, bukti bahwa pemerintah ada bersama warga Lembata" ungkap plt k

| Senin, 30 Maret 2026
Penegakan Hukum dalam Konteks Moralitas vs Komersial

Pandangan Andi Agung. SH.CLA, Sekretaris Umum DPP Lembaga Poros Rakyat Indonesia

| Minggu, 29 Maret 2026
KDMP Pada Gelar RAT Pertama, Wujudkan Koperasi yang Sukses dan Berkelanjutan

Kepala Desa Pada Karolus Kopong Payong yang juga sebagai Ketua Pengawas KDMP Pada, dalam sambutannya menyampaikan makna

| Sabtu, 28 Maret 2026
Emas, Kelapa, hingga Likupang: Sederet "Harta Karun" Sulut yang Ditawarkan di PSBM XXVI

Tahun 2026 ini, kami menargetkan penanaman kembali bibit kelapa sebanyak 2.750.000 pohon untuk memperkuat basis produksi

| Sabtu, 28 Maret 2026
Menjelang Akhir Triwulan I, Kepatuhan ASN Lembata pada SPT dan LHKPN Masih Rendah

Dari total 5.871 ASN Lembata, terdiri dari 4.151 PNS dan 1.720 PPPK, sekitar 4.197 orang telah melaporkan SPT Tahunan.

| Sabtu, 28 Maret 2026
Capaian IPP Lembata Tertinggi di NTT, 10 Unit Layanan Masih Berkutat di Kategori C

Pemerintah Kabupaten Lembata mencatat, IRB naik dari 52,83 dengan predikat 'Cukup' pada 2024 menjadi 60,9 dengan predika

| Kamis, 26 Maret 2026
Pencalonan Direktur Politeknik Pertanian Kupang, Periode 2026-2030 Resmi Dibuka.

Melalui pengumuman resmi, Politani Kupang memberikan kesempatan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Indonesia

| Rabu, 25 Maret 2026
Uskup Larantuka Rombak Struktur Pastoral, Tiga Deken Baru Ditunjuk Lima Tahun ke Depan

Keuskupan menegaskan, keputusan ini tetap terbuka untuk ditinjau kembali apabila di kemudian hari terdapat kebutuhan men

| Selasa, 24 Maret 2026
Itwasum Mabes Polri Turun Langsung! Pos Terpadu Polres Gowa Bikin Kagum Saat Mudik 2026

Tidak hanya melakukan pemantauan di area luar, Tim Itwasum Mabes Polri juga meninjau langsung ke dalam Pos Terpadu, term

| Selasa, 24 Maret 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 10