Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Plan Indonesia Konsisten Edukasi Perlindungan Anak, Dinas Pendidikan Lembata Berikan Apresiasi

Berdasarkan data yang dimiliki pemerintah daerah, angka kekerasan terhadap anak pada tahun 2024 berada di angka 62,49 persen. Sementara pada tahun 2025 menurun menjadi 61,42 persen atau turun sekitar satu persen.

Indonesiasurya
Jumat, 22 Mei 2026 | 14:08:22 WIB
Sekretaris dinas Pendidikan Suharten Bungalaleng dan Kornelis Sabon Perwakilan Plan saat kegiatan diseminasi

Lembata - Pemerintah Kabupaten Lembata melalui Dinas Pendidikan mengapresiasi kontribusi berbagai pihak, termasuk Yayasan PLAN Indonesia, dalam upaya perlindungan anak di lingkungan pendidikan.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas PKO Lembata yang diwakili Sekretaris Dinas, Suhartin Bungalaleng, kepada wartawan di Lembata, Jumat (22/5/2026), dalam kegiatan diseminasi hasil implementasi program perlindungan anak di satuan pendidikan yang diselenggarakan Yayasan PLAN Indonesia.

Suhartin menjelaskan, berdasarkan data yang dimiliki pemerintah daerah, angka kekerasan terhadap anak pada tahun 2024 berada di angka 62,49 persen. Sementara pada tahun 2025 menurun menjadi 61,42 persen atau turun sekitar satu persen.

“Kami berterima kasih kepada PLAN. Penurunan ini menjadi capaian yang patut diapresiasi. Kolaborasi PLAN dengan berbagai pihak termasuk Dinas P2PA juga bekerja luar biasa dalam upaya perlindungan anak,” ujarnya.

Menurut dia, penghargaan yang diberikan pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan memang hanya berupa “selembar kertas”, namun penghargaan itu merupakan bentuk apresiasi atas kerja nyata yang berdampak pada menurunnya tren kekerasan terhadap anak di Lembata.

“Kami berharap ke depan angka kekerasan anak terus menurun,” katanya.

Suhartin juga menyoroti masih adanya sekolah atau lembaga pendidikan yang menggunakan pendekatan kekerasan dalam mendidik anak. Ia menegaskan bahwa pola pendidikan saat ini harus berubah.

“Pendekatan mendidik anak sudah bergeser. Cara-cara seperti memukul atau menyuruh anak berlutut harus ditinggalkan dan digeser ke pendekatan literasi, edukasi dan numerasi (Lend),” jelasnya.

Ia memberi contoh, ketika seorang anak melakukan perundungan atau bullying, guru tidak lagi memberikan hukuman fisik, tetapi mengarahkan anak untuk belajar memahami dampak perilakunya.

“Misalnya anak melakukan bullying, suruh ke perpustakaan mencari buku tentang bullying. Jadi ada literasi, edukasi dan perubahan perilaku,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Yayasan PLAN Indonesia, Kornelis Sabon, mengatakan pihaknya selama ini konsisten bekerja dalam program perlindungan anak, baik di tingkat komunitas maupun satuan pendidikan.

“Pada dasarnya kami bekerja untuk perlindungan anak, komunitas dan satuan pendidikan. Kami konsisten membangun komunikasi dan sosialisasi pemahaman perlindungan terhadap anak, termasuk kepada para guru terkait pola pendekatan kepada anak ketika melakukan kesalahan,” katanya.

Kornelis menambahkan, penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Lembata melalui Dinas Pendidikan bukan semata-mata hasil kerja PLAN Indonesia sendiri, tetapi merupakan hasil kolaborasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait.

“Penghargaan ini bukan karena kami sendiri, tetapi karena kerja kolaborasi dan iklim baik yang diciptakan pemerintah daerah sehingga kami bisa bekerja membantu pemerintah,” tutupnya.

Pemda dan Plan terus berupaya agar Angka kekerasan terhadap anak di Kabupaten Lembata yang dalam kurun waktu dua tahun terakhir alami penurunan terus ditingkatkan.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

HUT ke-27 Lembata, Bupati Kanis Tegaskan Pembangunan Harus Berdampak Nyata

Peringatan tahun ini mengusung tema 'Dengan Semangat Taan Tou, Melangkah Bersama Mewujudkan Pemerintahan yang Efektif, S

| Selasa, 13 Oktober 2026
Bupati Kanis Tinjau Laboratorium Kesehatan Hewan Lembata, Pastikan Siap Beroperasi

"Laboratorium ini sangat penting untuk memantau kesehatan ternak, memastikan keamanan daging yang beredar, serta mengawa

| Rabu, 14 Oktober 2026
Dari Laporan Masyarakat hingga Penindakan, Satresmob Bareskrim Ungkap Kasus Curanmor

Tim Satresmob Bareskrim Polri yang dipimpin oleh Kanit 1 Satresmob Bareskrim Polri, Kombes Pol Harry Azhar, S.H., S.I.K.

| Selasa, 13 Oktober 2026
PT. Annisa Ahmada Buka Suara! Bantah Telantarkan Jemaah Umroh, Ungkap Masalah Vendor Tiket

Dalam surat klarifikasi bernomor 042/AAT/EXT/X/2026, PT Annisa Ahmada Travelindo menjelaskan kronologi permasalahan yang

| Selasa, 13 Oktober 2026
"Otonomi Harus Dirasakan Sampai ke Desa" — Lukman Laba Soroti Perayaan yang Terasa Jauh dari Masyarakat

Lukman menutup dengan harapan agar otonomi benar-benar hidup di hati setiap masyarakat, dari kota hingga ke desa-desa pa

| Senin, 12 Oktober 2026
HUT ke-27 Otonomi Lembata: Ketua DPRD Syafrudin Sira ; "Otonomi hanya judul namun, isinya nyaris tak ada"

Kita belum menjiwai secara penuh otonomi ini. Semangat Taan Tou — satu rasa — belum kita lakukan secara maksimal." U

| Senin, 12 Oktober 2026
Fransiskus Gewura akui, 27 Tahun Otonomi Lembata ada Kemajuan, tinggal Fokus ke Ekonomi Masyarakat

Poin tak kalah penting yang disampaikan Frans Gewura adalah menjaga keamanan dan ketertiban agar Lembata menjadi daerah

| Senin, 12 Oktober 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 3