Lembata - Carut marut persoalan bahan bakar minyak (BBM) di kabupaten Lembata telah menyita perhatian banyak pihak, diskusi dan berbagai langkah telah diupayakan untuk mengurai benang kusut yang hingga kini belum terurai
Pemerintah daerah menggandeng berbagai elemen terus mencari solusi terbaik agar persoalan BBM yang masih menggantung bisa diselesaikan sehingga publik Lembata mudah mendapatkan dan memanfaatkan BBM.
Anggota DPRD Lembata fraksi Golkar, Fransiskus Namang merasa terpanggil untuk ikut ambil bagian dalam mencari solusi terbaik bagi masyarakat Lembata.
Salah satu langkah nyata yang diambil wakil Ketua DPRD Kabupaten Lembata, Fransiskus Xaverius Namang dengan membangun komunikasi dan diskusi bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) di Jakarta.
Cara ini bagi Ciku merupakan upaya mencari solusi atas persoalan bahan bakar minyak (BBM) Subsidi yang terus berulang di Kabupaten Lembata.
Menurut FX Namang, persoalan BBM di Lembata sudah berada pada tahap yang serius. Kelangkaan BBM bersubsidi, terutama Pertalite dan Solar, masih kerap terjadi karena stok lebih cepat habis. Di sisi lain, aspirasi masyarakat terus menguat agar pemerintah pusat menambah kuota BBM bersubsidi untuk memenuhi kebutuhan daerah.
"Masalah BBM di Lembata sudah sangat serius" kata FX Namang belum lama ini.
Ia juga menyoroti belum optimalnya pemanfaatan fasilitas Jaringan Operasi Bersama (Jober) atau mini terminal BBM milik Pemerintah Kabupaten Lembata. Menurutnya, jika fasilitas tersebut difungsikan secara maksimal, distribusi BBM ke Lembata akan lebih terjamin sehingga kelangkaan Pertalite dan Solar dapat diminimalkan.
Selain itu, FX Namang mengkritik sistem pengangkutan BBM menuju Lembata yang dinilai belum memenuhi standar. Ia menyinggung PT Trans Floreti sebagai transportir yang mengangkut BBM dari Pelabuhan Larantuka ke Lewoleba menggunakan kapal kayu dengan BBM yang disimpan dalam drum.
Menurutnya, pengangkutan BBM seharusnya menggunakan kapal yang memenuhi standar nasional. Ia mendorong Pertamina menunjuk transportir yang memiliki kapal tanker mini agar distribusi BBM dapat dilakukan langsung dari Maumere ke Lewoleba tanpa harus melalui jalur darat Maumere-Larantuka dan kemudian diseberangkan kembali ke Lewoleba.
Ciku menegaskan, di jakarta juga ada pengecer BBM, yang jual BBM di botol tapi tidak dikejar pol PP pungkas Namang.