Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Bupati Kanis Hadir di Seminar Keadilan Fiskal Nasional, Soroti Revitalisasi Prinsip Keberimbangan

Seminar ini menjadi wadah penting untuk membahas berbagai permasalahan, tantangan, dan peluang terkait kebijakan fiskal nasional

Indonesiasurya
Jumat, 07 November 2025 | 01:39:29 WIB
Foto

Indonesiasurya.com, Larantuka - Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), Bursah Zarnubi, secara resmi membuka Seminar Keadilan Fiskal Nasional di Aula Asa Hotel, Larantuka, Flores Timur, Kamis (6/11).

Seminar yang bertemakan "Revitalisasi Prinsip Keadilan Keberimbangan dalam Kebijakan Fiskal Nasional" ini dihadiri oleh sejumlah kepala daerah dari seluruh Provinsi NTT, termasuk Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, dan Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen, yang juga menjabat sebagai Koordinator Wilayah APKASI NTT.

Seminar ini menjadi wadah penting untuk membahas berbagai permasalahan, tantangan, dan peluang terkait kebijakan fiskal nasional yang berdampak pada daerah. Diskusi mendalam dilakukan untuk mencari solusi atas problematika fiskal yang selama ini membebani pemerintah daerah.

Salah satu agenda utama dalam seminar ini adalah penandatanganan memorandum oleh 11 kepala daerah se-Provinsi NTT bersama Ketua Umum APKASI. Kesepakatan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi dan sinergi dalam mengatasi masalah fiskal yang dihadapi daerah, sekaligus menyuarakan sikap tegas pemerintah daerah terhadap arah kebijakan fiskal nasional yang dinilai mulai menjauh dari semangat reformasi dan otonomi daerah.

Kerja sama terkait program-program unggulan Pemerintah Provinsi NTT, seperti Program Satu Desa Satu Produk dan Gerakan Beli NTT, juga menjadi sorotan utama. Program-program ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ketua Umum APKASI, Bursah Zarnubi, menekankan bahwa keadilan fiskal bukan sekadar urusan angka dan regulasi, tetapi persoalan hati nurani. Ia juga menegaskan bahwa APKASI adalah jembatan strategis yang menghubungkan pusat dan daerah, dan keadilan fiskal harus menjadi roh kebijakan nasional, bukan sekadar jargon politik.

Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, menegaskan dukungan penuh terhadap hasil yang disepakati dalam memorandum NTT. Ia menyatakan bahwa perjuangan keadilan fiskal bagi pembangunan di daerah adalah sebuah keharusan yang perlu diperjuangkan secara kolektif.

Seminar ini menghasilkan sembilan poin utama dalam menyikapi arah kebijakan fiskal nasional, terutama pada tahun anggaran 2026. Selain itu, seminar ini juga menghasilkan solusi konkret dan langkah-langkah strategis untuk mewujudkan keadilan dan keberimbangan dalam kebijakan fiskal nasional, sehingga dapat mendukung pembangunan yang merata dan berkelanjutan di seluruh wilayah NTT.

Para kepala daerah yang hadir menyatakan bahwa pertemuan ini merupakan bentuk konsolidasi sikap terhadap kebijakan pusat yang dinilai mulai menggeser prinsip keadilan dan kemandirian fiskal daerah. Hasil dari pertemuan ini akan menjadi dasar penting bagi pemerintah provinsi dan kabupaten dalam merumuskan langkah bersama menyikapi arah kebijakan nasional.

Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber yang membahas berbagai sudut pandang terkait persoalan fiskal, termasuk Direktur Dana Transfer Khusus Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Kementerian Keuangan dengan materi Keadilan dalam Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah, dan Keadilan dalam Distribusi DAU antar Daerah dengan Memperhitungkan Kapasitas Fiskal.

Begitu juga Direktur Pembangunan Indonesia Timur BAPPENAS menyoroti Standar Pelayanan Minimal dan Perspektif Transformasi Perekonomian NTT dan Ketua Umum APKASI dengan materinya, Prospek Agregasi Kepentingan Daerah di Tengah Kecenderungan Kuat Resentralisasi.

Sementara Kepala Sub Direktorat Wilayah 3 Direktorat Fasilitasi Kelembagaan dan Kepegawaian Perangkat Daerah Ditjen OTDA mengangkat, Adakah Framework Baru Otonomi Daerah, Apakah Resentralisasi 'Normal' dalam Perspektif Otonomi Daerah, dan Bagaimana Rasionalitas Basis-Basis Pertimbangan di Balik Tren Resentralisasi? Sedangkan Direktur Eksekutif KPPOD mengupas tentang Fakta-Fakta Otonomi Daerah dan Kelayakan Resentralisasi.

Kegiatan seminar ini diakhiri dengan pendalaman diskusi terhadap dokumen Memorandum NTT untuk Keadilan Fiskal Nasional, pembacaan memorandum, dan penandatanganan Memorandum NTT oleh seluruh perwakilan peserta yang hadir dari tiap daerah di Kabupaten/Kota se-NTT.

Beberapa tokoh yang hadir dalam acara tersebut, selain Bupati Lembata P Kanisius Tuaq dan Bupati Flores Timur Antonius Doni Dihen, hadir juga Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, Wakil Walikota Kupang, Asisten III Nagekeo Silvester Teda Sada, Wakil Bupati Sumba Timur Yonathan Hani, Wakil Bupati Kupang Aurum O. Titu Eki, dan Plt. Sekretaris BKAD Sumba Barat Daya Martinus Satban. (prokompimkablembata)


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

KKO FC Kirim Surat Tegas ke ASKAB Lembata : Minta Sanksi Untuk Hidup FC dan Hentikan Jadwal Lanjutan

Berdasarkan MCM Pasal 8 Ayat 8, Kode Disiplin PSSI 2023 Pasal 28 Ayat 1 & 2, serta Pasal 58 tentang sikap tidak sportif/

| Rabu, 21 Oktober 2026
KISRUH LIGA II PSSI LEMBATA: KKO FC LAYANGKAN PENGADUAN, ASKAB DINILAI TIDAK PROFESIONAL

Syukur menjelaskan, saat wasit memutuskan penalti untuk KKO, pihak lawan memprotes. Seharusnya, jika wasit ragu, dapat m

| Rabu, 21 Oktober 2026
Ahmad Yohan: Politik Indah Jika Kita Bersama, Jangan Biarkan Syahwat Politik Rusak Pembangunan Lembata

Ahmad Yohan mengingatkan seluruh elemen bangsa agar tidak membiarkan kepentingan politik sesaat menghambat kemajuan daer

| Selasa, 20 Oktober 2026
Rakerda dan Pelantikan DPC PAN Lembata Resmi Digelar, Ahmad Yohan Hadir Langsung

Rakerda ini menjadi wadah penting bagi PAN Lembata untuk memperkuat soliditas organisasi, mengevaluasi program kerja yan

| Selasa, 20 Oktober 2026
Enam Unit Motor Terbakar di Depan SPBU Balauring Lembata, Polisi Masih Dalami Pelaku dan Motifnya

Sebagian besar motor tersebut sengaja ditinggal pemiliknya di sekitar SPBU karena digunakan untuk antri bahan bakar miny

| Selasa, 20 Oktober 2026
Warga Alap Atadei Lembata Hilang di Laut, Pencarian Masih Berlangsung

Warga melakukan pencarian dan menemukan sampan milik korban dalam keadaan kosong. Peralatan memancing masih ada di dalam

| Selasa, 20 Oktober 2026
Keuskupan Agung Ende Gugat Penetapan Flores Sebagai Pulau Panas Bumi

Ketua Komisi Keadilan, Perdamaian dan Integritas Keuskupan Agung Ende, Tigor Naingolang, menjelaskan ketiga kebijakan in

| Senin, 19 Oktober 2026
PERPAMSI NTT Dorong Advokasi dan Kemitraan untuk Memperkuat BUMD Air Minum

Dalam pemaparannya bertajuk “Advokasi dan Kemitraan untuk Memperkuat BUMD Air Minum di NTT”, Olahara menyampaikan ra

| Sabtu, 17 Oktober 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 9