Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Bupati Kanis Tuaq Sambut Baik Rencana PT Prima Daya Kembangkan Industri Garam Di Lembata

Dalam pernyataannya, Bupati Kanisius Tuaq menegaskan bahwa pengembangan industri garam merupakan program strategis jangka panjang yang membutuhkan proses, komitmen, dan dukungan masyarakat

Indonesiasurya
Jumat, 30 Januari 2026 | 19:33:34 WIB
Foto

Lembata,Indonesiasurya.com - Upaya Pemerintah meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dan membuka peluang kerja terus di galakan, hal ini terlihat dengan disambutnya PT. Prima Daya Lembata yang berencana membangun industri garam.

Langkah awal tersebut ditandai dengan survei lokasi lahan yang dipimpin langsung oleh Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq, S.P, bersama pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan manajemen PT Prima Daya Lembata, di Desa Atu’walupang, Rabu (21/1/2026).

Bupati Lembata ingin kembangkan industri garam skala besar sehingga Lembata menjadi Sentra Produksi Garam Konsumsi Nasional

Menurutnya, pengembangan industri garam merupakan program strategis jangka panjang yang membutuhkan proses, komitmen, dan dukungan masyarakat.

Melalui pengembangan industri garam skala besar yang direncanakan di wilayah pesisir Kecamatan Buyasuri, pemerintah daerah bersama investor menargetkan produksi hingga 500 ton per hari dari lahan awal seluas 5.000 hektare, dengan potensi perluasan mencapai 10.000 hektare.

Kehadiran rombongan disambut masyarakat setempat dengan tarian adat sebagai simbol dukungan terhadap rencana investasi yang dinilai mampu mengubah wajah ekonomi daerah.

Dalam pernyataannya, Bupati Kanisius Tuaq menegaskan bahwa pengembangan industri garam merupakan program strategis jangka panjang yang membutuhkan proses, komitmen, dan dukungan masyarakat.

“Pengembangan garam ini membutuhkan waktu yang panjang. Kita mulai dari 5.000 hektare dan ke depan bisa berkembang hingga 10.000 hektare. Ini peluang yang sangat menjanjikan bagi Lembata dan tidak boleh disia-siakan,” kata Bupati Kanisius.

Ia menambahkan bahwa kehadiran investor di daerah kepulauan seperti Lembata bukanlah hal mudah, sehingga setiap peluang investasi harus dijaga bersama.

“Tidak gampang mendatangkan investor ke Lembata.

Untuk mendapatkan sesuatu yang besar, kita harus siap menghadapi tantangan. Dampak usaha ini sangat luas, mulai dari penyerapan tenaga kerja, peningkatan ekonomi masyarakat, hingga pembangunan pabrik di daerah ini,” ujarnya.

Kurangi Impor Garam Nasional

Sementara itu, pimpinan PT Prima Daya Lembata menyampaikan bahwa rencana pengembangan garam di Lembata diarahkan untuk memenuhi kebutuhan garam konsumsi nasional, seiring masih tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor.

Menurutnya, hingga saat ini Indonesia masih mengimpor sekitar 3 juta ton garam per tahun, meskipun memiliki sumber daya alam berupa laut dan sinar matahari yang melimpah.

“Kita punya laut dan matahari yang gratis, tetapi masih impor garam dalam jumlah besar. Lembata memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari solusi nasional,” ujarnya.

Dengan memanfaatkan lahan minimal 5.000 hektare, perusahaan menargetkan produksi 500 ton garam konsumsi per hari melalui sistem produksi modern yang memungkinkan panen dilakukan setiap hari, tidak lagi bergantung pada metode tradisional yang memerlukan waktu hingga 21 hari.

Seluruh produk garam konsumsi akan dipasarkan dengan merek “Uyelewun Lembata”, dalam berbagai kemasan mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga industri, sehingga identitas Lembata dapat dikenal luas oleh masyarakat Indonesia.

Serap Ribuan Tenaga Kerja

Dari sisi ketenagakerjaan, proyek industri garam ini diproyeksikan mampu menyerap sekitar 1.000 tenaga kerja langsung di sektor produksi dan pabrik, serta hingga 2.000 tenaga kerja jika termasuk sektor pendukung seperti transportasi, logistik, dan jasa konsumsi.

Investor menyebut bahwa kebutuhan tenaga kerja tersebut sebagian besar akan dipenuhi dari masyarakat lokal, sehingga diharapkan mampu menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan warga pesisir.

Pengembangan Terintegrasi Garam, Perikanan, dan Air Minum

Tidak hanya berfokus pada industri garam, PT Prima Daya Lembata juga merencanakan pengembangan terintegrasi melalui diversifikasi usaha di sektor perikanan dan produksi air minum. Produk-produk tersebut ke depan direncanakan untuk dipasarkan ke luar daerah, termasuk Pulau Jawa yang menyerap sekitar 70 persen kebutuhan garam konsumsi nasional.

Langkah ini dinilai sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Lembata untuk mendorong hilirisasi sumber daya alam dan menciptakan ekosistem ekonomi baru berbasis potensi lokal.

Tahap Awal Menuju Investasi Strategis

Survei lokasi di Atu’wa’lupang merupakan tahap awal dari rangkaian panjang proses perencanaan dan pengembangan industri garam skala besar di Lembata. Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk mengawal proses ini agar berjalan sesuai ketentuan, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dengan potensi alam yang besar, dukungan pemerintah daerah, serta masuknya investasi swasta, Kabupaten Lembata diarahkan menjadi salah satu pilar produksi garam konsumsi nasional, sekaligus motor penggerak baru pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Skrining Katarak, Cara RS Bukit Lewoleba Berbagi Cinta Di Tanah Misi

Mereka sudah lama hidup dalam pandangan kabur, seolah dunia ditutupi kabut yang tak kunjung pergi. Rs Bukit memberikan P

| Kamis, 05 Maret 2026
Komitmen Transparansi, PLN Hadirkan “Matahari dalam Tanah” sebagai Ruang Dialog Energi Bersih

keberhasilan pengembangan geothermal turut ditentukan oleh relasi yang terbangun antara pemerintah, pelaku pembangunan,

| Kamis, 05 Maret 2026
14 Rumah Terbakar di Terang-Terang, Polres Bulukumba Salurkan Sembako untuk Warga Terdampak

Kompol Syamsul Bahri menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polres Bulukumba dan Bhayangkari te

| Kamis, 05 Maret 2026
Pengurus P3A Aubala Dikukuhkan, Bupati Lembata Tekankan Kelola Air Waikomo Secara Baik

P3A, yang berlandaskan gotong royong dan berwawasan lingkungan, akan memainkan peran penting, bertindak sebagai ujung to

| Kamis, 05 Maret 2026
Rujab Mendadak Jadi Rumah Rakyat, Ribuan Warga Hadir Bukber

Ramadhan adalah bulan berbagi. Kami ingin kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat

| Rabu, 04 Maret 2026
Hangatnya Ramadan, Polres Bulukumba Buka Puasa Bersama Anak Panti Darul Itiha

Momentum ini menjadi wujud nyata kedekatan Polri dengan masyarakat, khususnya kepada anak-anak yang membutuhkan perhatia

| Rabu, 04 Maret 2026
Wakil Ketua DPRD Lembata, Fransiskus Xaverius B Namang, Apresiasi Yayasan Plan Lakukan Survei HIV/Aids

Plan sudah cukup baik mengambil peran itu, sekarang tinggal bagaimana Dinas terkait mendorong itu untuk penanggulangan s

| Rabu, 04 Maret 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 8