Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Bupati Lembata Sebut Pengembangan Geothermal Atadei Mampu Dongkrak Hilirisasi Sektoril

“Hilirisasi sektoral dalam visi misi kami mencakup pembangunan pabrik, pakan ternak, industri es, hingga pengolahan pangan lokal.

Indonesiasurya
Senin, 30 Maret 2026 | 20:33:15 WIB
Foto

Lembata, 30 Maret 2026 – Bupati Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), Petrus Kanisius Tuaq, menilai pengembangan geothermal di Atadei selaras dengan visi hilirisasi sektoral yang tengah didorong pemerintah daerah.

Menurut Petrus, kehadiran energi panas bumi tidak hanya mendukung kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

“Ini sebenarnya sangat mendukung visi dan misi kami. Selain menerangi kebutuhan masyarakat dan aktivitas ekonomi, hilirisasi sektoral menjadi fokus utama yang sangat membutuhkan dukungan energi,” ujarnya, seperti dikutip dalam film dokumenter “Matahari dalam Tanah” hasil kolaborasi PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) bersama Harian Pos Kupang dan Tribun EO.

Ia menjelaskan, hilirisasi sektoral yang dicanangkan pemerintah daerah menuntut ketersediaan listrik yang andal guna mendorong berkembangnya sektor-sektor potensial di Lembata.

“Hilirisasi sektoral dalam visi misi kami mencakup pembangunan pabrik, pakan ternak, industri es, hingga pengolahan pangan lokal. 

Semua itu membutuhkan listrik. Jika ini berjalan, saya yakin investor akan semakin tertarik hadir di Lembata,” jelasnya.

Lebih lanjut, Petrus menegaskan bahwa pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Atadei 10 MW juga sejalan dengan komitmen global dalam menekan emisi karbon. 

Kehadiran PLTP Atadei 10 MW dinilai mampu memperkuat kemandirian energi bersih sekaligus berkontribusi terhadap target Net Zero Emission (NZE) 2060.

“Karena itu, kami terus mendorong dan mendukung pengembangan ini. Saya juga mengajak masyarakat untuk melihat secara jernih nilai positif geothermal bagi masa depan Lembata,” tuturnya.

Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, Rizki Aftarianto, menyampaikan bahwa optimalisasi potensi panas bumi di NTT berpeluang signifikan dalam menekan emisi karbon.

Ia menyebutkan, pemanfaatan energi panas bumi secara maksimal dapat mengurangi lebih dari 2,4 juta ton emisi karbon yang berpotensi dilepaskan ke atmosfer.

“Pengembangan panas bumi memungkinkan kita menggantikan pembangkit berbasis fosil dengan energi yang lebih bersih. Satu unit pembangkit panas bumi saja dapat menekan hingga 6.000 ton emisi CO2. Ini menjadi langkah strategis dalam mendukung pencapaian NZE 2060,” tegas Rizki.[]


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Temui Kepala Staf Kepresidenan, BPP DOB Dorong Provinsi Luwu Raya Masuk Agenda Strategis Nasional

Ketua Tim BPP DOB Provinsi Luwu Raya, H. Darwis Ismail, mengatakan pertemuan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar me

| Selasa, 14 Juli 2026
Ahli Geothermal Luruskan Persepsi tentang WKP Mataloko dan Pemanfaatan Lahan PLTP

Berdasarkan data gambaran umum pengembangan PLTP Mataloko, luas WKP mencapai sekitar 996,2 hektare

| Selasa, 14 Juli 2026
Ahli Geothermal ITB: Pemanfaatan Air untuk Pengeboran PLTP Mataloko Bersifat Sementara

Pemanfaatan air Sungai Tiwu Bala untuk mendukung kegiatan pengeboran PLTP Mataloko telah memperoleh Izin Pengusahaan

| Senin, 13 Juli 2026
MPLS SMAN 1 Nagawutung TP 2026/2027 Resmi Dimulai, Wujudkan Sekolah Ramah dan Humanis

MPLS adalah ruang untuk mengenal lingkungan sekolah, membangun karakter, serta menumbuhkan semangat belajar

| Senin, 13 Juli 2026
Di Tengah Seruan Efisiensi, Kades Diminta Bayar Rp3 Juta untuk Ikut Bimtek

LIRA meminta Inspektorat untuk melakukan audit terhadap mekanisme pemungutan biaya kepada kepala desa.

| Senin, 13 Juli 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 11