LEWOLEBA, IndonesiaSurya.com – Suasana haru sekaligus syukur menyelimuti Aula SD Inpres 1 Lewoleba, Rabu (3/6/2026). Sebanyak 55 siswa kelas VI Angkatan 46 resmi dinyatakan lulus 100% dalam acara penerimaan amplop kelulusan dan pelepasan siswa yang berlangsung khidmat.
Berbeda dengan euforia berlebihan yang kerap mewarnai kelulusan di berbagai tempat, acara ini justru dimulai dengan kidung Hymne Guru yang dinyanyikan merdu oleh para siswa. Air mata haru pun tak tertahankan ketika seorang siswi bernama Raisya naik ke panggung membawakan monolog tentang perjuangannya meraih asa tanpa kehadiran seorang ayah yang telah tiada.
“Saya ingin ayah saya bangga dari surga,” ucap Raisya dengan suara bergetar, membuat seisi aula terdiam dan tak sedikit yang menyeka air mata.
100 Persen Lulus, Diserahkan Kembali ke Orang Tua
Plh. Kepala SDI 1 Lewoleba, Yohana Itung, S.Pd, dalam sambutannya secara resmi mengumumkan bahwa seluruh siswa kelas VI dinyatakan lulus dengan persentase 100 persen. Amplop tertutup yang berisi hasil perjuangan enam tahun itu diserahkan langsung kepada orang tua/wali murid.
“Rasanya baru kemarin Bapak Ibu menggandeng tangan putra-putri yang masih kecil, malu-malu, bahkan menangis saat pertama masuk kelas 1. Kini mereka telah tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, cerdas, dan berkarakter,” tutur Yohana dengan nada terharu.
Dalam kesempatan itu, Yohana menyampaikan tiga pesan penting: pertama, menyambut kelulusan dengan sujud syukur di rumah masing-masing; kedua, melarang keras aksi corat-coret seragam atau fasilitas umum serta konvoi di jalanan; ketiga, mempersiapkan berkas untuk pendaftaran ke jenjang SMP.
“Baju seragam yang masih layak pakai, alangkah baiknya disumbangkan kepada adik-adik kelas yang membutuhkan,” pesannya.
Lebih dari Sekadar Amplop, Sebuah Simbol Kebersamaan
Yang menarik perhatian dalam rangkaian acara ini adalah sambutan perwakilan Komite Sekolah, Yohanes Paulus Pito Koban. Di hadapan puluhan orang tua dan guru, ia menegaskan bahwa pembagian amplop kelulusan bukan sekadar seremonial.
“Pembagian amplop kelulusan ini bukan sekadar simbolisasi, melainkan bukti nyata bahwa anak-anak kita telah menyelesaikan satu babak penting dalam perjalanan pendidikan mereka di bangku Sekolah Dasar,” ujar Hans Koban yang kerap disapa.
Ia menyebut amplop tersebut sebagai “hadiah kecil” yang maknanya sangat besar: bahwa para siswa tidak pernah sendiri dalam setiap langkah perjuangan mereka. “Komite sekolah, para guru, orang tua, selalu bersama kalian. Gunakanlah amplop ini sebagai bekal, baik secara harfiah maupun kiasan, untuk hal-hal yang bermanfaat dalam menempuh pendidikan ke depan,” tambahnya.
Lebih jauh, komite juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para guru. “Jasa bapak/ibu bagaikan pelita yang menerangi kegelapan,” tuturnya, seraya mengingatkan orang tua bahwa tantangan di jenjang SMP kelak akan lebih berat, sehingga dukungan moral dan doa orang tua adalah tameng terkuat anak-anak.
Hans Koban mengakhiri sambutannya dengan tiga larik pantun yang menggetarkan hati para hadirin, di antaranya:
Selamat jalan putra-putri kebanggaan,
Jangan lupa akan guru dan lewatmu di SDI Satu.
Tuntutlah ilmu setinggi langit,
Namun tetap rendah hati sebagai insan sejati.
Pesan “The Champion”
Sementara itu, Longginus Laga Belan, perwakilan orang tua/wali kelas VI, menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan. Ia berpesan agar para siswa terus menjaga nama baik almamater dan meraih prestasi gemilang di jenjang berikutnya.
“Kamu adalah bintang, gantungkan cita-citamu setinggi langit. Sukses untuk Angkatan 46! Kalian the champion!” serunya disambut tepuk tangan meriah.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pembagian amplop kelulusan, tarian daerah NTT yang enerjik, lagu perpisahan yang dibawakan penuh haru, serta foto dan makan bersama sebagai simbol kebersamaan.
Kegiatan yang mengusung nilai kesederhanaan, rasa syukur, dan penghormatan terhadap jasa guru ini diharapkan menjadi contoh bagi sekolah lain dalam menyelenggarakan kelulusan yang bermartabat dan berkesan. Sebanyak 55 siswa Angkatan 46 kini siap melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, membawa mimpi dan doa dari seluruh keluarga besar SD Inpres 1 Lewoleba.
Penulis: Hans Koban