Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Cegah Perundungan dan Kekerasan Anak di Lembata Plan Indonesia Perkuat Kapasitas Konseling Guru BK

Guru BK bukan sekadar penyampai teori, melainkan figur pendamping yang mampu mendengar dengan empati, memahami dinamika psikologis siswa, serta memberikan intervensi konseling yang tepat

Indonesiasurya
Jumat, 27 Februari 2026 | 19:23:12 WIB
Foto kegiatan

Lewoleba, 27 Februari 2026 –Kasus perundungan dan kekerasan terhadap anak merupakan fakta yang tidak bisa dielakkan oleh semua pihak bahwa hal itu terjadi. Sebagai upaya meminimalisir hal tersebut, Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) melalui Program Implementasi Area Lembata menyelenggarakan Pelatihan Konseling untuk Guru-Guru Konseling di kabupaten Lembata. Kegiatan ini dilaksanakan di Lewoleba selama tiga hari sejak 26-28 februari 2026, sebagai bagian dari upaya memperkuat perlindungan anak di lingkungan satuan pendidikan.

 Pelatihan ini merupakan respons terhadap tingginya angka perundungan dan kekerasan di sekolah. Survei karakter nasional yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 2021 menunjukkan adanya 24,4 persen potensi perundungan di lingkungan pendidikan. Selain itu, data Komisi Perlindungan Anak Indonesia mencatat sedikitnya 25 kasus bunuh diri anak sepanjang 2025 yang sebagian diduga berkaitan dengan perundungan. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kapasitas guru dalam memberikan dukungan psikososial kepada siswa.

 Sebanyak 24 guru dari enam satuan pendidikan di Kabupaten Lembata, yakni SDI Molelema, SDK Meluwiting, SD Bareng, MTs Normal, SMPS Sudi Mampir, dan SMPN 7 Maret, mengikuti pelatihan ini sebagai bagian dari penguatan kapasitas layanan konseling di sekolah masing-masing.

 Selama tiga hari, peserta memperoleh materi komprehensif meliputi dasar kesehatan mental anak dan remaja, prinsip dan etika konseling, serta keterampilan inti konseling seperti attending, empati, teknik bertanya refleksi, pemecahan masalah, hingga teknik mengakhiri sesi konseling. Proses pembelajaran dirancang aplikatif melalui kombinasi presentasi, diskusi, simulasi, dan role-play terpadu.

 Psikolog sekaligus fasilitator pelatihan, Abdi Keraf, menegaskan:  

“Sekolah yang aman adalah fondasi penting bagi perkembangan anak. Di sinilah peran guru, terutama guru Bimbingan dan Konseling (BK), menjadi sangat krusial. Guru BK bukan sekadar penyampai teori, melainkan figur pendamping yang mampu mendengar dengan empati, memahami dinamika psikologis siswa, serta memberikan intervensi konseling yang tepat. Dengan keterampilan konseling yang memadai, guru dapat menjadi faktor protektif yang membantu anak menghadapi tekanan, menemukan solusi, dan mencegah munculnya gangguan kesehatan mental.”  

 Sementara itu, OIC PIA Manager Lembata-Plan Indonesia, Kornelis Sabon Ola, menyampaikan:

 “Sekolah adalah rumah kedua bagi anak, sehingga sekolah harus menjadi tempat yang membuat anak merasa terlindungi dan dihargai. Melalui pelatihan ini, kami berharap guru khususnya guru BP bisa lebih mengenali tanda-tanda tekanan psikologis sejak dini dan memberikan pendampingan yang tepat. Ini adalah salah satu upaya dari kami untuk turut serta mencegah kekerasan dan memperkuat sistem perlindungan anak di sekolah,”

 Salah satu peserta, Magdalena Perada dari SDK Meluwiting, menyampaikan bahwa pelatihan ini memperkaya cara pandangnya dalam mendampingi siswa.

 “Saya sangat bersyukur mengikuti pelatihan ini karena membuka pemahaman saya tentang bagaimana membimbing dan menasihati anak dengan pendekatan yang lebih empatik. Saya belajar bahwa anak perlu didengar tanpa dihakimi agar mereka tidak merasa tertekan. Keterampilan ini membantu saya mendampingi siswa sehingga mereka tidak menanggung beban mental sendirian,” tuturnya.

 Melalui kegiatan ini, Plan Indonesia berharap para guru mampu menjalankan peran sebagai konselor sekolah secara lebih profesional, membantu siswa mengenali potensi diri, mengambil keputusan secara bijak dan bertanggung jawab, serta membangun lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan mendukung kesehatan mental anak secara berkelanjutan.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

Bupati Lembata Resmikan Pemanfaatan Sumur Bor, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Kekeringan

Peresmian tersebut menjadi salah satu langkah nyata pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan mendasar masyarakat terha

| Minggu, 30 Agustus 2026
KISRUH UMRAH JOMBANG! Travel Bantah Keras Tuduhan, Sebut Tiket Sudah Disiapkan

PT Annisa Ahmada Travelindo menegaskan: tiket telah disiapkan, pihak travel telah berada di bandara, dan perusahaan meny

| Minggu, 30 Agustus 2026
Bupati Lembata Serahkan SK Kepala Sekolah dan Guru, Tegaskan Jabatan Bukan Akhir Pengabdian

Dalam arahannya, Bupati Kanis Tuaq menegaskan bahwa jabatan kepala sekolah bukan sekadar posisi administratif, melainkan

| Sabtu, 29 Agustus 2026
Akhiri Ketidakpastian Pengukuran Tanah, BPN Lembata Luncurkan Sistem FIFO Terjadwal

Pengukuran bidang tanah, yang menjadi salah satu tahapan penting dalam menghasilkan data pertanahan, kini dikelola berda

| Jumat, 28 Agustus 2026
Bantuan Nelayan & Pangan Diserahkan, Bupati Lembata Buka Konektivitas dan Pariwisata Baru di Kedang

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan program ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan instrumen stabilitas pangan dan

| Kamis, 27 Agustus 2026
DPW SULSEL ELANG MAS Baramakassar Desak Polda Jambi: Jangan Ada Lagi Kekerasan terhadap Jurnalis

Ketua Komunitas Media Online Baramakassar sekaligus Humas JAMIRA, Arfah Amiruddin (Bara Makassar), meminta aparat kepoli

| Kamis, 27 Agustus 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 16