Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Liput Aksi Massa Di Gedung DPR-MPR Wartawan Alami Tindak Kekerasan Kuat Dugaan Dilakukan Oleh Aparat.

Ia menyayangkan sikap represif aparat yang tidak mampu membedakan mana jurnalis yang sedang bertugas dan mana peserta aksi.

Indonesiasurya
Selasa, 26 Agustus 2025 | 10:43:27 WIB
Ilustrasi

Indonesiasurya com, Jakarta - Tindak Kekerasan diduga dilakukan oleh aparat kepolisian terhadap seorang Wartawan dari kantor berita antara saat meliput aksi masa di gedung DPR/MPR/DPD.

Jurnalis foto bernama Bayu Pratama diduga kuat mengalami tindak kekerasan dari aparat Kepolisian saat meliput aksi unjuk rasa Senin, 25 Agustus 2025.

Saat kejadian, Bayu sudah mengenakan tanda pengenal resmi dan membawa dua unit kamera untuk melaksanakan tugas peliputan.

Bayu menuturkan peristiwa tersebut berlangsung begitu cepat. Ketika ia sedang mengambil gambar proses pembubaran massa aksi, tiba-tiba beberapa petugas memukul menggunakan tongkat ke arah dirinya tanpa memberi peringatan terlebih dahulu. Ia mencoba menahan serangan itu dengan tangan.

Namun pukulan mengenai kamera yang digunakannya hingga perangkat tersebut rusak.

Akibat kejadian itu, tangan kirinya mengalami lecet dan kameranya mati total.

“Padahal saya sudah membawa dua kamera dan mengenakan ID Card,” kata Bayu dalam keterangannya di Jakarta.

Ia menyayangkan sikap represif aparat yang tidak mampu membedakan mana jurnalis yang sedang bertugas dan mana peserta aksi.
Menurutnya, perlakuan seperti itu jelas membahayakan kerja-kerja pers yang seharusnya dilindungi undang-undang.
Di lokasi unjuk rasa, aparat keamanan telah menggunakan meriam air atau water cannon untuk membubarkan massa yang mulai melakukan tindakan anarkis dengan melempari petugas di depan kompleks parlemen.

Situasi memanas sekitar pukul 12.50 WIB ketika aparat berupaya mendorong mundur peserta aksi dengan menyisir kawasan Jalan Gatot Subroto.

Dalam upaya pengendalian, petugas juga melepaskan tembakan gas air mata ke arah kerumunan sehingga massa terpaksa mundur secara perlahan sambil melemparkan berbagai benda ke arah aparat.
Meski terus mendapat imbauan agar segera meninggalkan lokasi karena situasi tidak lagi kondusif, sebagian massa tetap bertahan meskipun tekanan dari aparat semakin kuat.

Kondisi di sekitar gedung DPR pun berlangsung tegang sepanjang siang hingga sore hari.
Insiden pemukulan terhadap jurnalis ini menambah sorotan publik terhadap cara aparat mengendalikan demonstrasi yang melibatkan ribuan orang di pusat ibu kota. (*Sumber. ; Repelita.net )


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

Bupati Kanis Tuaq keluarkan Himbauan bagi warga Lembata terkait Gempa Flores.

Bupati meminta masyarakat agar, Tetap tenang dan tidak panik dalam menyikapi perkembangan situasi pasca terjadinya gempa

| Sabtu, 15 Agustus 2026
Nagakeo masih mencekam, gempa susulan mencapai magnitudo 6,2

Suharyanto menyebut salah satu gempa susulan mencapai magnitudo 6,2 pada pukul 05.13 WIB. Gempa tersebut berada di kedal

| Sabtu, 15 Agustus 2026
BMKG Observasi ketinggian permukaan laut di 10 wilayah Ini.

Dengan memperhatikan kondisi terkini, terkait dengan hasil observasi tinggi muka laut di wilayah terdampak, tidak ada la

| Sabtu, 15 Agustus 2026
Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq, Kukuhkan Paskibraka Lembata

Sepuluh anggota pasukan pengibar bendera tegak berdiri dan saat mengucap sumpah janji setia pada bangsa dan negara.

| Sabtu, 15 Agustus 2026
Gempa bumi dengan Magnitudo, 7.7 Guncang Flores, Berpusat di 38 Kilometer Laut Mbay

Mengacu pada pemodelan yang dirilis BMKG, Sejumlah daerah di NTT pun berpotensi tsunami. Wilayah dengan status siaga men

| Sabtu, 15 Agustus 2026
Haji Rumawi Resmi jadi kepala desa ngaluran, karanganyar Demak, usai dilantik dan serah terima Jabatan.

H Kamil Rumawi menegaskan bahwa dirinya akan siap dikritik dan siap menerima masukan yang konstruktif demi kebaikan dan

| Jumat, 14 Agustus 2026
Tak Main-Main! AKBP Devi Sujana Kapolres Maros Pimpin Langsung Pengungkapan 6 Perkara Narkotika

Di bawah kepemimpinan AKBP Devi Sujana, Polres Maros menegaskan bahwa pemberantasan narkotika tidak hanya berhenti pada

| Jumat, 14 Agustus 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 4