Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Mahasiswa Lembata Jogyakarta, dukung penuh Kejari Lembata usut tuntas dugaan korupsi dengan modus mark up dana bantuan sosial bencana alam.

Kasus ini dibuka terang benderang agar tidak ada lagi saling curiga tentang adanya dugaan korupsi.

Indonesiasurya
Jumat, 14 Februari 2025 | 22:08:35 WIB
Mahasiswa Lembata Jogyakarta

Lewoleba, Indonesiasurya.com -Komitmen Kepala Kejaksaan Negeri Lembata untuk mengusut tuntas dugaan korupsi dana bantuan sosial bencana alam.

Langkah kejlasaan ini  mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat termasuk dari Mahasiswa Lembata Jogjakarta.

Antonius Maret, .SH yang juga merupakan Mahasiswa Magister Kenotariatan (M.kn) di Universitas Gajah Mada Yogyakarta mengatakan banyak informasi menyebutkan telah terjadi dugaan mark up.

Karenanya menurut Antonius pihaknya mendorong agar kejaksaan segera menuntaskan dugaan korupsi dengan modus mark up ini.

"Kami minta kejaksaan usut tuntas kasus ini karena, merugikan keuangan negara dan yang cukup menyakitkan adalah bantuan sosial ini diperuntukan bagi masyarakat korban bencana alam" ungkap Antonius

Lanjut Anton, mestinya kita memiliki empati kepada saudara/i kita yang mengalami bencana tersebut, bukan malah kita memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkaya diri, tegasnya.

Dia juga mengemukakan pengusutan penyimpangan dana bantuas sosial bencana alam dengan modus mark up ini sekaligus merupakan wujud keterbukaan anggaran ke masyarakat.

"Selama ini masyarakat tidak mengetahui uang-uang bantuan sosial ini di salurkan melalui siapa, untuk apa dan bagaimana asal-usul dan evaluasi pengunaan anggaran jarang dipublikasikan. tegasnya,

Karenanya kami berharap Kejaksaan Negeri Lembata yang di nahkodai Bapak Yupiter Selan, SH ini dapat membuat terang kasus ini," tegasnya dengan penuh harap,

Senada dengan koleganya, Ama Puring Matarau, S.T yang merupakan kandidat Mahasiswa Pasca Sarjana Fakultas Teknik Universitaas Janabadra Yogtakarta, menghimbau semua masyarakat Lembata untuk mendukung penuh Kejaksaan Negeri Lembata dalam membongkar dugaan kasus korupsi dengan modus mark up ini,

Puring juga berharap Kejaksaan Negeri Lembata sesegera mungkin mengumumkan pelaku korupsi dana bantuan sosial bencana alam ini agar muncul kepercayaan publik terhadap Institusi yang memiliki semboyan Tri Krama Adhyaksa sera moto Satya Adhi Wicaksana. tegasnya.

Lanjut Puring, dalam pengelolaan anggaran tersebut, kuat dugaan adanya mark up harga terhadap beberapa jenis bantuan kepada warga yang terdampak banjir bandang tersebut.

Ya, kuat dugaan adanya mark up harga pada beberapa jenis bantuan terhadap warga yang terdampak banjir bandang (banjir lumpur), sebagaimana yang di ungkapkan oleh Kajari Lembata, Yupiter Selan. beberapa waktu lalu, tandasnya

Sebelumnya, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lembata, Yupiter Selan memimpin langsung penyelidikan (Lid) kasus dugaan korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos) untuk korban banjir bandang pada Dinas Sosial Kabupaten Lembata.

Dalam kasus dugaan korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos) pada Dinas Sosial Kabupaten Lembata, saat ini penyidik Tipidsus Kejaksaan Negeri Lembata telah memeriksa sedikitnya 300 orang sebagai saksi.

Menurut Kajari Lembata, Kabupaten Lembata mendapatkan bantuan dari kementerian yang nilainya mencapai puluhan miliar terkait peristiwa banjir bandang (banjir lumpur) di wilayah tersebut.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Ramadan Penuh Harmoni, Keuskupan Agung Makassar Gelar Bukber Bersama Tokoh Lintas Agama

Kegiatan buka puasa bersama yang digelar oleh Keuskupan Agung Makassar berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan ke

| Selasa, 10 Maret 2026
DPRD Setujui Perubahan OPD dari 38 ke 36: Tantangan 30% Belanja Pegawai Menanti

Menurut catatan DPRD, penggabungan perangkat daerah harus tetap memperhatikan intensitas urusan dan kapasitas pelayanan

| Senin, 09 Maret 2026
Warga Minta Dilakukan Evaluasi Kinerja, Jelang Akhir Masa Jabatan, Kades Siru Kecamatan Lembor,

Jangan sampai masa jabatan berakhir tanpa meninggalkan solusi bagi persoalan mendasar yang selama ini dikeluhkan masyara

| Senin, 09 Maret 2026
Surat Keputusan Gubernur NTT Tidak Berlaku, Bupati Ngada Tetap Lantik Yohanes C. Watu Ngebu Jadi Sekda

Wakil Bupati juga mengimbau masyarakat Ngada agar menghormati proses tata kelola pemerintahan yang sedang dijalankan ole

| Minggu, 08 Maret 2026
2.870 Peserta Ikuti Tes Akademik Seleksi Masuk Yayasan TB Soposurung SMAN 2 Balige

Setelah pelaksanaan tes ini, akan dilanjutkan dengan seleksi tahap II yang di mulai dari Psikotes, Tes Kesamaptaan, Kese

| Sabtu, 07 Maret 2026
ANGGOTA KORAMIL 1624-02/ADONARA BANTU EVAKUASI KORBAN KONFLIK ADONARA

Tidak ada korban jiwa namun, sejumlah warga yang terluka dengan cepat dievakuasi anggota Koramil 1624/02 Adonara ke temp

| Sabtu, 07 Maret 2026
Gandeng Raja Larantuka, Dandim 1624/Flotim Mediasi Konflik Adonara

Langkah Dandim dalam upaya meminimalisir agar konflik tidak melebar dan dengan sentuhan humanis, Dandim Erly Merlian, m

| Sabtu, 07 Maret 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 11