Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Minimalisir Masalah HIV/Aids Di Lembata NTT, Sekretaris Dinas Kesehatan Lembata Bernad Yoseph, Konsolidasi Tokoh Agama

Jadi selama 10 tahun terakhir itu kasus kita ada 364. Dari jumlah itu, 203 orang sedang minum obat ARV rutin

Indonesiasurya
Selasa, 02 Desember 2025 | 08:00:49 WIB
Foto

Indonesiasurya.com || Lembata - Memperingati hari Aids Sedunia yang jatuh tepat tanggal, 1 Desember dinas kesehatan Lembata membangun konsilidasi bersama sejumlah tokoh agama guna meminimalisir masalah HIV/Aids di Kabupaten Lembata provinsi NTT

Sekretaris Dinas Kesehatan kabupaten Lembata Bernadus Beda mengaku optimis bisa mengurai benang kusut persoalan HIV/AIDS di Lembata. 


Langkah dinas kesehatan sebelum puncak kegiatan, 1 Desember 2925 dengan menggerakkan semua Puskesmas melaksanakan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat dalam kelompok kecil seperti Rukun Tetangga dan dasawisma.

Gerakan KIE Tim dinkes juga menyasar kelompok remaja non formal di semua kecamatan, pemuda gereja Solafide di Kota Lewoleba, dan ibu-ibu Santa Anna di wilayah Paroki Aliuroba, Kedang. Selain itu, Puskesmas Lewoleba juga melaksanakan KIE dan skrining HIV dan Infeksi Menular Seksual (IMS) terhadap para guru di Pantai Wisata Wulen Luo pada Sabtu, 22 November 2025. 


Dinas kesehatan dibawah komando Dokter Geril Huar Noning juga menggalang Dukungan Pencegahan dan Pengendalian HIV/AIDS dengan konsilidasi bersama para tokoh lintas agama di wilayah Kabupaten Lembata

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata, dr. Bernardus Yoseph Beda, MM usai memimpin anjangsana mengaku sangat bangga dan bahagia. Didampingi Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Karolus Lemak, SKM, Dokter Bernard mengaku optimis bisa mengurai benang kusut persoalan HIV/AIDS yang selama ini dialami masyarakat Lembata. 

Baca juga ; https://indonesiasurya.com/teknologi-dan-gadget-perkembangan-teknologi-dan-pengaruh-nya-pada-kehidupan-sehari-hari

"Melihat respon para tokoh agama tadi, kami optimis. Masalah HIV/AIDS ini bisa kita urai bersama. Mungkin tidak bisa kita hilangkan tapi jumlahnya pasti bisa kita tekan dari waktu ke waktu sampai suatu saat nanti tidak ada lagi infeksi baru", ujarnya penuh semangat.

Lebih lanjut, dokter yang berperangai tenang dan murah senyum itu menandaskan pentingnya kerjasama lintas sektor. Bukan hanya tokoh agama tapi juga tokoh adat, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, lembaga swadaya masyarakat dan media massa.

"Kami pemerintah ini sebagai simpul. Semua kita sudah saatnya mengambil peran di sini", pintanya. 

Baca juga ; https://indonesiasurya.com/pemerintah-pusat-potong-transferan-ke-lembata-86-miliar-pemda-bayar-hutang-pen-39-miliar-apbd-lembata-2026-disepakati-752-miliar

Ditanya soal jumlah kasus HIV/AIDS di Kabupaten Lembata saat ini, Penatakelola Layanan Kesehatan Orang dengan Risiko Terinfeksi HIV, Darius Baki Akamaking, SKM mengatakan, sejak 2015 hingga saat ini selalu ada penemuan kasus baru. Hal ini menandakan masih ada sumber penularan potensial yang belum diawasi secara baik.

"Tiap tahun itu kita ada terus. Tahun lalu bahkan sampai 60 kasus. Tahun ini sudah ada 28 kasus", ujarnya singkat.

"Jadi selama 10 tahun terakhir itu kasus kita ada 364. Dari jumlah itu, 203 orang sedang minum obat ARV rutin. Sedangkan yang lainnya sudah meninggal dan atau putus minum obat (lost to follow up)", lanjutnya.

Untuk diketahui, upaya pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS secara nasional dilakukan dengan tiga tujuan utama. Pertama, mencegah terjadinya infeksi baru. Kedua, mencegah terjadinya kematian yang berhubungan dengan AIDS. Dan ketiga, mencegah terjadinya stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV oleh masyarakat di sekitar.

Pantauan media ini, para tokoh agama yang dikunjungi antara lain, Pastor Paroki Santa Maria Baneaux Lewoleba, Imam Masjid Agung Al-Ikhlas Lewoleba, Pendeta dan Penatua Gereja Kristen Solafide dan Pemangku Agama Hindu Lembata.

Selain itu di wilayah kerja Puskesmas lain juga dilakukan hal yang sama. Beberapa di antaranya adalah Pastor Paroki Aliuroba, Pastor Paroki Waipukang, Pastor Paroki Hadakewa, Pastor Paroki Pada, Pastor Paroki Lamalera dan Imam Masjid Leubatang serta Walangsawah.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

Dua Pelajar Diduga Curi HP Milik Siswa Saat Perkemahan, Polres Soppeng Bergerak Cepat

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai Rp5 juta. Selanjutnya, kejadian tersebut

| Sabtu, 05 September 2026
Baramakassar Ucapkan Selamat atas Amanah Baru AKBP Yudha Widyatama Nugraha

Pengangkatan tersebut menjadi amanah sekaligus kepercayaan untuk mengemban tugas dan tanggung jawab dalam mendukung terc

| Kamis, 03 September 2026
Perkuat Perang Melawan AIDS, TBC, dan Malaria, Bupati Lembata Tegaskan Data dan Anggaran Harus Sejalan

Pemaparan data kita musti lebih selektif, lebih hati-hati terutama dalam penggalian data atau survei harus kredibel, dap

| Kamis, 03 September 2026
Semangat Hari Lahir Adhyaksa ke-81, Kapolres Kolaka Dorong Penegakan Hukum yang Humanis dan Berintegritas

Sinergi antara Polri dan Kejaksaan dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan proses penegakan hukum yang profesional, trans

| Kamis, 03 September 2026
PMKRI Sambangi Penyintas Gempa Flores di Manggarai Barat, Salurkan Bantuan dan Serap Aspirasi Warga

Pendataan dan dokumentasi yang kami lakukan hari ini akan menjadi basis advokasi mendesak. Kami akan terus mendesak peme

| Kamis, 03 September 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 3