Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


"Otonomi Harus Dirasakan Sampai ke Desa" — Lukman Laba Soroti Perayaan yang Terasa Jauh dari Masyarakat

Lukman menutup dengan harapan agar otonomi benar-benar hidup di hati setiap masyarakat, dari kota hingga ke desa-desa paling jauh.

Indonesiasurya
Senin, 12 Oktober 2026 | 16:34:37 WIB
Lukman Laba

LEWOLEBA, INDONESIASURYA.COM— Ketua Fraksi Gabungan DPRD Lembata sekaligus Anggota Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Lukman Laba, menyampaikan catatan penting di tengah peringatan HUT ke-27 Otonomi Daerah Lembata. Ia menegaskan bahwa makna otonomi belum sepenuhnya menjangkau masyarakat di pelosok desa.

 

Perayaan Terasa Hanya di Kota, Anak Sekolah Tak Tahu Sejarah

 

Lukman menyoroti bahwa peringatan hari otonomi saat ini dirasakan jauh dari masyarakat pedesaan. Upacara lebih banyak dihadiri Camat dan sesepuh kampung yang datang ke kabupaten, sementara siswa di sekolah-sekolah desa tidak memahami apa itu otonomi dan perjuangan di baliknya.

 

"Masyarakat di pelosok tidak tahu ada perayaan HUT otonomi ke-27. Gerakan ini harus juga dirayakan oleh anak-anak sekolah. Mereka mungkin tidak tahu sejarah otonomi, maka pemerintah harus menggaungkan kembali perjuangan otonomi ini."

 

Ia bahkan menegaskan dengan nada kecewa:

 

"Kalau seperti ini, mendingan dulu kita tetap saja dengan Flores Timur. Kalau hari ini kita tidak bisa menghargai perjuangan para pendahulu, untuk apa otonomi ini?"


Evaluasi Potensi Pendapatan Daerah

 

Pemerintah juga diminta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap potensi pendapatan daerah. Banyak kebijakan dan kewenangan yang kini ditarik kembali ke pemerintah pusat, sehingga ruang gerak daerah dalam mengelola keuangannya semakin terbatas.

 

Program Harus Berlanjut, Tak Terputus Ganti Pimpinan

 

Poin tak kalah penting yang disampaikan Lukman adalah soal kesinambungan pembangunan. Pergantian kepemimpinan tidak boleh berarti pergantian program secara sembarangan. Estafet kepemimpinan harus mencakup juga estafet program kerja dan perjuangan membangun Lembata, bukan memulai dari nol setiap kali ada pergantian pemimpin.

 

"Ada kesinambungan satu program ke program yang lain. Estafet bukan hanya jabatan pemimpin, tetapi juga program kerja dan perjuangan membangun Lembata yang lebih baik."


Lukman menutup dengan harapan agar otonomi benar-benar hidup di hati setiap masyarakat, dari kota hingga ke desa-desa paling jauh.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

HUT ke-27 Otonomi Lembata: Ketua DPRD Syafrudin Sira ; "Otonomi hanya judul namun, isinya nyaris tak ada"

Kita belum menjiwai secara penuh otonomi ini. Semangat Taan Tou — satu rasa — belum kita lakukan secara maksimal." U

| Senin, 12 Oktober 2026
Fransiskus Gewura akui, 27 Tahun Otonomi Lembata ada Kemajuan, tinggal Fokus ke Ekonomi Masyarakat

Poin tak kalah penting yang disampaikan Frans Gewura adalah menjaga keamanan dan ketertiban agar Lembata menjadi daerah

| Senin, 12 Oktober 2026
Mesin Pengolahan Jagung Beroperasi, Bupati Kanis Tuaq: Mulai dari yang Kecil, Bangkit dari Keterbatasan

"Sesuatu yang besar harus memulai dari yang kecil. Sesuatu yang sukses harus menghadapi masalah dan kendala. Jarang oran

| Sabtu, 10 Oktober 2026
Wisuda XXVIII Unipa Maumere: Luluskan 708 Sarjana, Rektor Pesan Jangan Jadi "Sarjana Kertas"

"Berkarya berarti ilmu tidak berhenti sekadar teori, tetapi hidup dalam kebersamaan. Berinovasi butuh keberanian mencipt

| Sabtu, 10 Oktober 2026
FORMASI KAWAL KESEPAKATAN RDP BBM BERSUBSIDI PINRANG: HAK RAKYAT HARUS DIJAGA

“Kami tidak ingin kesepakatan ini berhenti di ruang rapat. Satgas bersama seluruh unsur terkait harus mengawal pelaksa

| Kamis, 08 Oktober 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 10