Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Perpas XII Regio Gerejawi Nusra Angkat Tema, “Gereja Berwajah Perantau Berziarah dalam Pengharapan: Mencari Solusi Praktis Pastoral” Siap Digelar.

Sejatinya tema ini berangkat dari fenomena migrasi (Perantau) di pelbagai belahan bumi, di satu sisi mengungkapkan eksistensi manusia sebagai makhluk peziarah (homo viator). Di sisi lain.

IndonesiaSurya
Rabu, 18 Juni 2025 | 10:29:31 WIB
Ketua panitia Romo Gabriel Unto da Silva dan uskup larantuka

Flores Timur, Indonesiasurya.com —Pertemuan Pastoral (Perpas) XII Regio Gerejawi Nusra siap digelar di Keuskupan Larantuka (Flores Timur dan Lembata) tepatnya di Larantuka, ibu Kota Kabupaten Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tanggal 1-5 Juli 2025.

Dalam rilis yang diterima, Indonesiasurya.com dijelaskan bahwa, Perpas XII tersebut akan dihadiri sembilan Keuskupan Regio Nusa Tenggara (Nusra), yakni Keuskupan Agung Ende, Keuskupan Agung Kupang, Keuskupan Denpasar, Keuskupan Atambua, Keuskupan We’etebula, Keuskupan Ruteng, Keuskupan Maumere, Keuskupan Labuan Bajo dan Keuskupan Larantuka sebagai tuan rumah.


Tema Perpas XII Regio Gerejawi Nusra di Larantuka, “Gereja Berwajah Perantau Berziarah dalam Pengharapan: Mencari Solusi Praktis Pastoral”.

Sejatinya tema ini berangkat dari fenomena migrasi (Perantau) di pelbagai belahan bumi, di satu sisi mengungkapkan eksistensi manusia sebagai makhluk peziarah (homo viator). Di sisi lain, sebuah realitas kontenporer yang kompleks dari sudut pandang sosial, budaya, politik, HAM, agama, ekonomi, lingkungan hidup dan pastoral.

Migrasi juga telah membawa banyak manfaat dan dampak positif, tetapi juga tidak sedikit hal-hal negatif yang ditimbulkannya. Seperti human trafficking, pelecehan dan kekerasan, masalah kesehatan (stunting, HIV-Aids), minimnya akses pendidikan formal, penyakit sosial, kematian dan persoalan pastoral lainnya. Akar dari migrasi antara lain adalah kemiskinan, perubahan iklim dan migrasi ilegal (non prosedural). 

Bagi Gereja, migrasi adalah “tanda-tanda zaman” (bdk. GS art.4); yang tidak hanya dilihat dari aspek antropologis atau sosiologis, tetapi juga direfleksikan dari aspek biblis, teologis, dan eklesiologis. Kita semua sebagai Umat Allah, adalah para migran di bumi ini, yang sedang dalam perjalanan menuju "tanah air sejati" (bdk. Kel.14:15-31; Ibr.11:13-16).

Para migran adalah ikon kontemporer “Gereja dalam perjalanan”. Dalam diri mereka, kita berjumpa dengan Tuhan yang setia berjalan bersama umat-Nya (bdk. LG, 49; Pesan Paus pada Hari Migran Sedunia, 29 September 2024).

Perpas XII Regio Gerejawi Nusra bertepatan dengan Tahun Yubileum adalah sebuah momentum istimewa untuk menyadari kehadiran Gereja sebagai teman seperjalanan, pemandu, dan sauh keselamatan bagi para migran dan perantau.

Mereka bukan hanya sebagai obyek tindakan karititatif gereja semata, tetapi subyek evagelisasi dalam ziarah bersama. Dalam diri mereka khususnya dengan yang paling kecil, yang miskin, terpinggirkan dan terasing, kita menemukan rahasia misteri Inkarnasi Yesus. Dengan demikian Gereja lokal se - Regio Nusra dapat menampilkan kesaksiannya sebagai Gereja yang berwajah perantau.

Perpas XII Regio Gerejawi Nusra bertujuan untuk menghidupkan kembali spiritualitas “berjalan bersama” para migran dari gereja lokal Nusra; memperkaya wawasan tentang karateristik migrasi dan dampaknya dalam konteks gereja lokal se - Nusra; menemukan “jalan-jalan baru” sebagai bentuk respons pastoral bersama gereja lokal Nusra terhadap para migran; membangkitkan aksi solidaritas bersama gereja lokal Nusra yang berkelanjutan dalam kemitraan dengan para pihak. 

Harap dari hasil Perpas XII Regio Gerejawi Nusra, yakni tumbuhnya spiritualitas “berjalan bersama” dengan para migran dalam diri peserta; terbangunnya wawasan peserta tentang karateristik migrasi dan dampaknya dalam konteks gereja lokal Nusra; tersedianya “jalan-jalan baru” sebagai bentuk respons pastoral bersama gereja lokal Nusra terhadap para migran; dan tumbuhnya aksi solidaritas bersama gereja lokal Nusra yang berkelanjutan dalam kemitraan dengan para pihak.

Pusat kegiatan Perpas XII Regio Gerejawi Nusra di Gedung OMK Sta. Caecilia-Paroki San Juan Lebao Tengah dan Rumah Unio ‘Patris Corde’ sebagai tempat penginapan bagi para peserta.

Para peserta yang akan hadir adalah utusan dari 9 keuskupan masing-masing 10 orang terdiri dari Uskup, para Direktur Pusat Pastoral dan Sekretariat Pastoral (Puspas/Sekpas), Komisi KKP-PMP, dan Komisi terkait seperti Komisi Keluarga, Komisi PSE-Caritas, Komisi GPP, Komisi Kepemudaan.

Selain itu, juga utusan KKP-PMP KWI, utusan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, utusan dari Mabes POLRI/POLDA NTT, utusan Pemerintah Propinsi, utusan Pemerintah Kabupaten Flores Timur dan Pemerintah Kabupaten Lembata, pengamat, utusan Kongregasi di Keuskupan Larantuka, utusan 3 Dekenat (Larantuka, Adonara dan Lembata).

Sekilas Tentang Perpas Regio Nusra

Perpas Regio Gerejawi Nusra dilaksanakan setiap 3 tahun dan dimulai sejak tahun 1981. Setiap kegiatan mengangkat tema aktual sesuai tantangan pastoral  bersama di wilayah Nusa Tenggara.

Perpas Regio Gerejawi Nusra XI, tahun 2019 di Keuskupan Atambua mengusung tema “Gereja Nusra Peduli Migran Perantau”. Pada Perpas tersebut melahirkan sejumlah rekomendasi pastoral bagi migran. Namun Covid -19 membuat karya pastoral umumnya dan pastoral migrant perantau khususnya kurang berjalan dengan baik.

Sinode Biasa XVI para uskup sedunia 2-27 Oktober 2024, kembali mengingatkan gereja-gereja lokal untuk berjalan bersama para migran dalam persekutuan, partisipasi dan misi.

Di tahun Yubileum 2025, Paus Fransiskus mengharapkan Gereja harus menjadi tanda harapan bagi para migran dan pengungsi yang meninggalkan tanah air mereka untuk mencari kehidupan yang lebih baik (bdk. Bulla Paus Fransiskus, Spes non Confundit. 13). Para Uskup Regio Nusra pada Juli 2025 (PERPAS XII), bersepakat untuk mengakat isu migran sebagai tema Perpas ini.

Kegiatan Inti Perpas XII Regio Gerejawi Nusra

Adapun agenda kegiatan inti dari Perpas XII Regio Gerejawi Nusra terdiri dari Sharing Pastoral Migran dan Perantau (dari keuskupan-keuskupan se-Regio Nusra, Keuskupan Transit-Pangkal Pinang; Keuskupan Tujuan-Sandakan, Keningau dan Kota Kinabalu.

Seterusnya, Refleksi Spiritualitas Migrasi, Magisterium Para Uskup terkait Migran dan Perantau, Pastoral Migran Perantau dan Pemberdayaan Ekonomi (Caritas Nasional), Program dan Kebijakan Pemerintah RI terkait Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (Kementerian P2MI), Program dan Kebijakan Pemerintah Provinsi NTT terkait Perlindungan Pekerja Migran NTT, Peta Perpolitikan di Indonesia saat ini dan dampaknya bagi PMI.

Nara Sumber

Narasumber pada Perpas XII Regio Gerejawi Nusra ini; Para Uskup se-Regio Nusra; Mgr. Siprianus Hormat: Magisterium Para Uskup terkait Pastoral Migran dan Perantau; RD. Paulus Pati Lewar-Dosen IFTK Ledalero: Spiritualitas Migrasi dari Perspektif   Biblis-Teologis  dan “Bulla Spes Non Confundit”; RD. Fredy Rante Taruk dari CARINA: Pastoral Migran Perantau dan Pemberdayaan Sosial Ekonomi; Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Mabes POLRI: Gerakan Counter Human Trafficking; Gubernur NTT/Dinas Ketenagakerjaan Prov. NTT: Program dan Kebijakan Pemerintah Provinsi NTT terkait PMI; 2 Orang Pengamat (RD. Marthen Jenarut-KKP-PMP KWI dan seorang awam-LSM Pemerhati Migran).

Pameran UMKM Perpas XII

Sebagai tambahan, selain agenda inti pertemuan, pada Perpas XII Regio Gerejawi Nusra, Panitia juga menggelar Pameran Usaha Kecil dan Menengah serta diisi dengan live musik sejak pembukaan sampai penutupan (1-5 Juli 2025). Lokasi pameran di Pelataran Patris Corde (Rusun Unio Diosisan Keuskupan Larantuka), Lebao Tengah.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

Kapolsek Ujung Loe Bertemu Wakapolri, Sepakati Polisi Harus Dekat dengan Masyarakat

Kita ingin pola kepemimpinan yang melayani menjadi karakter Polri di masa depan. Mari terus jaga marwah institusi, beker

| Sabtu, 29 November 2025
PGRI Lembata Berbagi, Tutup Bulan Guru Nasional dengan Aksi Peduli di Dua Panti Asuhan

Frans Terong menutup pesannya dengan ajakan sederhana namun penuh makna: “Bermimpilah menjadi orang sukses, dan biarka

| Sabtu, 29 November 2025
Bhayangkari Bulukumba Ikuti Workshop Eco Enzyme Nasional yang Tercatat Rekor MURI

Kegiatan berskala nasional ini dilaksanakan serentak oleh seluruh Bhayangkari di Indonesia melalui sambungan virtual dan

| Sabtu, 29 November 2025
RT Millenial Jadi Sorotan Publik: Kinerja Ariel Masogi Tinggalkan Jejak Berkesan di Maccini Kidul

Sejak pertama dilantik, Ariel langsung bergerak melakukan penataan wilayah. Sejumlah lorong yang sebelumnya mengalami ke

| Jumat, 28 November 2025
Siap-siap, P3K Paruh Waktu Berpeluang Naik Status Ke P3K Penuh Dan Bisa di Mutasi

Kebijakan baru MenPAN-RB ini mengatur tentang mutasi wajib bagi PPPK paruh waktu, dengan kontrak satu tahun dan peluang

| Jumat, 28 November 2025
Karolus Kuasa Making Harap Aspirasi PAN Dan Bang Ayo Bermanfaat Bagi Masyarakat Lembata

Stimulan ini merupakan bentuk perhatian serius Partai Amanat Nasional (PAN) dan Bang Ayo untuk meningkatkan kesejahtera

| Jumat, 28 November 2025
Rofina Hulu Rau.,S.Gz Dipercayakan Kembali Pimpin PERSAGI Lembata periode 2025-2030

Dinamika hari ini adalah kekayaan. Perbedaan menjadi warna indah untuk merajut organisasi profesi persagi menjadi seb

| Jumat, 28 November 2025
Sebanyak 347 Pejabat Struktural di Lembata Ikuti Program Nasional ProASN untuk Penguatan Manajemen Talenta

Dalam arahan singkatnya, Sekda Paskalis Ola Tapo Bali menegaskan bahwa Profiling ASN merupakan program prioritas nasiona

| Jumat, 28 November 2025
Indeks Berita

Poling

Silakan memberi tanggapan anda ! Siapa calon bupati dan calon wakil bupati yang kalian anggap layak pimpin lembata 2024-2029?

TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2025 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 5