Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Publik Pertanyakan Transparansi Camat Ujung Pandang, Penertiban PKL Diduga Tidak Berkeadilan

Sikap tersebut menuai kritik dari berbagai pihak. Pasalnya, sebagai pejabat publik, seorang camat dinilai wajib membuka ruang komunikasi dan menerima kritik maupun keluhan masyarakat, bukan justru menghindari konfirmasi dari media.

Indonesiasurya
Senin, 25 Mei 2026 | 12:40:06 WIB
Foto

Makassar - Kecamatan Ujung Pandang kembali menjadi sorotan publik. Camat Ujung Pandang, Nanin Sudiar A.P., diduga melakukan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) secara tebang pilih di sejumlah titik wilayah kecamatan. Dugaan tersebut memicu keluhan dari masyarakat yang menilai penegakan aturan tidak berjalan adil dan terkesan diskriminatif. (24/05/2026).

Sejumlah warga mempertanyakan sikap pemerintah kecamatan yang dinilai hanya menindak PKL tertentu, sementara pedagang lain yang juga menggunakan fasilitas umum justru terkesan dibiarkan beroperasi tanpa penertiban.

Ironisnya, saat awak media mencoba melakukan konfirmasi untuk meminta penjelasan resmi terkait dugaan tersebut, akses komunikasi dengan camat disebut tertutup. Bahkan, menurut keterangan salah satu lurah di wilayah Kecamatan Ujung Pandang, Camat Nanin Sudiar A.P. disebut tidak ingin dihubungi.

Sikap tersebut menuai kritik dari berbagai pihak. Pasalnya, sebagai pejabat publik, seorang camat dinilai wajib membuka ruang komunikasi dan menerima kritik maupun keluhan masyarakat, bukan justru menghindari konfirmasi dari media.

“Pejabat publik harus siap dikritik dan memberikan klarifikasi kepada masyarakat. Jangan sampai muncul kesan anti kritik dan tertutup terhadap media,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Masyarakat pun berharap Pemerintah Kota Makassar dapat mengevaluasi pola penertiban PKL di Kecamatan Ujung Pandang agar dilakukan secara adil, transparan, dan tanpa pilih kasih.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kecamatan Ujung Pandang belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tebang pilih penertiban PKL maupun sulitnya akses komunikasi terhadap camat setempat.

Baramakassar_


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Temui Kepala Staf Kepresidenan, BPP DOB Dorong Provinsi Luwu Raya Masuk Agenda Strategis Nasional

Ketua Tim BPP DOB Provinsi Luwu Raya, H. Darwis Ismail, mengatakan pertemuan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar me

| Selasa, 14 Juli 2026
Ahli Geothermal Luruskan Persepsi tentang WKP Mataloko dan Pemanfaatan Lahan PLTP

Berdasarkan data gambaran umum pengembangan PLTP Mataloko, luas WKP mencapai sekitar 996,2 hektare

| Selasa, 14 Juli 2026
Ahli Geothermal ITB: Pemanfaatan Air untuk Pengeboran PLTP Mataloko Bersifat Sementara

Pemanfaatan air Sungai Tiwu Bala untuk mendukung kegiatan pengeboran PLTP Mataloko telah memperoleh Izin Pengusahaan

| Senin, 13 Juli 2026
MPLS SMAN 1 Nagawutung TP 2026/2027 Resmi Dimulai, Wujudkan Sekolah Ramah dan Humanis

MPLS adalah ruang untuk mengenal lingkungan sekolah, membangun karakter, serta menumbuhkan semangat belajar

| Senin, 13 Juli 2026
Di Tengah Seruan Efisiensi, Kades Diminta Bayar Rp3 Juta untuk Ikut Bimtek

LIRA meminta Inspektorat untuk melakukan audit terhadap mekanisme pemungutan biaya kepada kepala desa.

| Senin, 13 Juli 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 16