Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Beredar Angka 85% Pelajar Di Lembata Lakukan Seks Bebas, Wakil Ketua DPRD Lembata, Fransiskus Namang Harap Jangan Ada Pihak Rendahkan Martabat Anak Lembata Demi Program dan Uang.

Wakil ketua DPRD Lembata secara tegas kepada Indonesiasurya.com meminta agar KPAD tidak jualan Angka untuk kepentingan program dan uang.

Indonesiasurya
Senin, 20 Oktober 2025 | 19:54:52 WIB
Ilustrasi

Indonesiasurya.com, Lembata - Belum Lama ini beredar data yang terkesan menuding bahwa, 85% Pelajar di Lembata terlibat lakukan seks bebas. Hal ini tentu menjadi tampar keras bagi tataran kehidupan sosial dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua, tokoh agama, tokoh masyarakat dan semua elemen masyarakat.

Data yang memalukan ini, memicu perdebatan dikalangan masyarakat ini angka yang memalukan menurut sejumlah pihak. Banyak pihak bertanya lembaga mana yang telah dengan berani mengeluarkan angka seperti ini?

Angka 85% pelajar SMP - SMA di Lembata terlibat seks bebas bagi orang Lembata sesuatu yang sangat memalukan dan tidak masuk akal.

Fransiskus Namang mengatakan, KPAD Lembata menyebut 85% pelajar tingkat SMP di Lembata terlibat seks bebas dan teridentifikasi HIV/aids itu data dari mana? 

Wakil ketua DPRD Lembata secara tegas kepada Indonesiasurya.com  meminta agar KPAD tidak jualan Angka untuk kepentingan program dan uang.

Angka 85% ini mestinya berbanding lurus dengan kematian karena Aids, Perkawinan tingkat anak dan remaja naik, naiknya penjualan kondom di Lembata.

Data yang dishare KPAD ini sudah tentu berdampak pada lingkungan sosial masyarakat. Angka yang dilempar KPAD sudah pasti meresahkan orang tua, tokoh masyarakat, tokoh agama, para pendidik karena gagal mentransfer ilmu pengetahuan etika dan moral pada anak-anak kita..

"Kalau 85% artinya ada anak, ponakan, cucu kita yang ada didalam. Angka itu didapat dengan Metode apa? Apakah penelitian dan kajian datang dari lembaga kredibel atau kah ini hanya jualan Angka untuk kepentingan untuk mendapatkan program?

Ciku Namang demikian. Legislator ini disapa secara tegas mengatakan kepada para peneliti gadungan yang menjual isu sosial demi kegiatan dan program. Hentikan.

"Anak Lembata tidak sebejat data yang kalian sajikan. Anak -anak kami masih punya budaya berpegang pada moral dan nilai-nilai adat yang kuat. Jadi saya tegaskan, stop merendahkan martabat anak+anak Lembata

Beda L Wayan salah satu tokoh muda Lembata kepada media ini mengatakan dirinya ragu dengan data yang katanya di keluarkan oleh KPAD.

"Angka ini datang dari mana? Kalau memang KPAD punya angka ini maka kami minta Bupati Copot kadis P2PA karena angka ini secara gamblang membuktikan bahwa P2PA gagal" ujar Beda.

Beda juga mengkritisi semua LSM maupun yayasan yang selama ini berada di lembata dan bicara soal anak dan perempuan.

"Ini dugaan saya, jangan-jangan ada pihak yang menjual angka ini untuk program dan uang"

Yani Langoday salah satu tokoh masyarakat di kota Lewoleba diminta komentarnya mengatakan, ini bisa masuk pidana karena menyebarkan informasi yang sangat meresahkan.

"Data 85% pelajar SMP - SMA di Lembata ini dapat dari mana? Mungkin ada satu dua anak berprilaku seperti ini, tapi tidak bisa kemudian di simpulkan bahwa 85% anak Lembata berprilaku seperti itu" ujar Yani.

Secara tegas Langoday meminta agar pihak yang keluarkan dan sebarkan data ini harus bisa pertanggung jawabkan. 

Sementara itu data yang dihimpun media ini, hingga sekarang terdapat 65 orang Lembata yang aktif mengikuti konseling HIV/AIDS dan minum obat secara rutin.

Ini data HIV ODHA yang masih hidup dan aktif ambil obat sebanyak 65 orang.

Usia 20 tahun sampai 25 tahun ada  2 orang.

Usia 25 tahun sampai 30 tahun ada 15 orang

Usia 30 tahun sampai 40 tahun ada 12

Usia 40 tahun sampai 50 tahun ada 17 orang

50 tahun sampai 60 tahun ada 9

60 tahun sampai 70 tahun ada 6

Bayi 7 bulan sampe 13 tahun ada 5 orang.

Informasi didapat media ini menyebutkan bahwa bayi dan anak yang menderita ini, dapat dari air susu ibu

Dan usia smp hingga sma tidal ada yang positip dan minum obat.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Skrining Katarak, Cara RS Bukit Lewoleba Berbagi Cinta Di Tanah Misi

Mereka sudah lama hidup dalam pandangan kabur, seolah dunia ditutupi kabut yang tak kunjung pergi. Rs Bukit memberikan P

| Kamis, 05 Maret 2026
Komitmen Transparansi, PLN Hadirkan “Matahari dalam Tanah” sebagai Ruang Dialog Energi Bersih

keberhasilan pengembangan geothermal turut ditentukan oleh relasi yang terbangun antara pemerintah, pelaku pembangunan,

| Kamis, 05 Maret 2026
14 Rumah Terbakar di Terang-Terang, Polres Bulukumba Salurkan Sembako untuk Warga Terdampak

Kompol Syamsul Bahri menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polres Bulukumba dan Bhayangkari te

| Kamis, 05 Maret 2026
Pengurus P3A Aubala Dikukuhkan, Bupati Lembata Tekankan Kelola Air Waikomo Secara Baik

P3A, yang berlandaskan gotong royong dan berwawasan lingkungan, akan memainkan peran penting, bertindak sebagai ujung to

| Kamis, 05 Maret 2026
Rujab Mendadak Jadi Rumah Rakyat, Ribuan Warga Hadir Bukber

Ramadhan adalah bulan berbagi. Kami ingin kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat

| Rabu, 04 Maret 2026
Hangatnya Ramadan, Polres Bulukumba Buka Puasa Bersama Anak Panti Darul Itiha

Momentum ini menjadi wujud nyata kedekatan Polri dengan masyarakat, khususnya kepada anak-anak yang membutuhkan perhatia

| Rabu, 04 Maret 2026
Wakil Ketua DPRD Lembata, Fransiskus Xaverius B Namang, Apresiasi Yayasan Plan Lakukan Survei HIV/Aids

Plan sudah cukup baik mengambil peran itu, sekarang tinggal bagaimana Dinas terkait mendorong itu untuk penanggulangan s

| Rabu, 04 Maret 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 7