Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Bupati Kanisius Ingin Lembata Jadi Sentra Produksi Garam Konsumsi Nasional

Ia menambahkan bahwa kehadiran investor di daerah kepulauan seperti Lembata bukanlah hal mudah, sehingga setiap peluang investasi harus dijaga bersama.

Indonesiasurya
Sabtu, 24 Januari 2026 | 01:30:29 WIB
Foto

Bupati Lembata ingin kembangkan industri garam skla besar di kabupaten Lembata. Menurutnya, pengembangan industri garam merupakan program strategis jangka panjang yang membutuhkan proses, komitmen, dan dukungan masyarakat.


Melalui pengembangan industri garam skala besar yang direncanakan di wilayah pesisir Kecamatan Buyasuri, pemerintah daerah bersama investor menargetkan produksi hingga 500 ton per hari dari lahan awal seluas 5.000 hektare, dengan potensi perluasan mencapai 10.000 hektare.

Langkah awal tersebut ditandai dengan survei lokasi lahan yang dipimpin langsung oleh Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq, S.P, bersama pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan manajemen PT Prima Daya Lembata, di Desa Atu’walupang, Rabu (21/1/2026).

Kehadiran rombongan disambut masyarakat setempat dengan tarian adat sebagai simbol dukungan terhadap rencana investasi yang dinilai mampu mengubah wajah ekonomi daerah.

Dalam pernyataannya, Bupati Kanisius Tuaq menegaskan bahwa pengembangan industri garam merupakan program strategis jangka panjang yang membutuhkan proses, komitmen, dan dukungan masyarakat.

“Pengembangan garam ini membutuhkan waktu yang panjang. Kita mulai dari 5.000 hektare dan ke depan bisa berkembang hingga 10.000 hektare. Ini peluang yang sangat menjanjikan bagi Lembata dan tidak boleh disia-siakan,” kata Bupati Kanisius.

Ia menambahkan bahwa kehadiran investor di daerah kepulauan seperti Lembata bukanlah hal mudah, sehingga setiap peluang investasi harus dijaga bersama.

“Tidak gampang mendatangkan investor ke Lembata.

Untuk mendapatkan sesuatu yang besar, kita harus siap menghadapi tantangan. Dampak usaha ini sangat luas, mulai dari penyerapan tenaga kerja, peningkatan ekonomi masyarakat, hingga pembangunan pabrik di daerah ini,” ujarnya.

Kurangi Impor Garam Nasional

Sementara itu, pimpinan PT Prima Daya Lembata menyampaikan bahwa rencana pengembangan garam di Lembata diarahkan untuk memenuhi kebutuhan garam konsumsi nasional, seiring masih tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor.

Menurutnya, hingga saat ini Indonesia masih mengimpor sekitar 3 juta ton garam per tahun, meskipun memiliki sumber daya alam berupa laut dan sinar matahari yang melimpah.

“Kita punya laut dan matahari yang gratis, tetapi masih impor garam dalam jumlah besar. Lembata memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari solusi nasional,” ujarnya.

Dengan memanfaatkan lahan minimal 5.000 hektare, perusahaan menargetkan produksi 500 ton garam konsumsi per hari melalui sistem produksi modern yang memungkinkan panen dilakukan setiap hari, tidak lagi bergantung pada metode tradisional yang memerlukan waktu hingga 21 hari.

Seluruh produk garam konsumsi akan dipasarkan dengan merek “Uyelewun Lembata”, dalam berbagai kemasan mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga industri, sehingga identitas Lembata dapat dikenal luas oleh masyarakat Indonesia.

Serap Ribuan Tenaga Kerja

Dari sisi ketenagakerjaan, proyek industri garam ini diproyeksikan mampu menyerap sekitar 1.000 tenaga kerja langsung di sektor produksi dan pabrik, serta hingga 2.000 tenaga kerja jika termasuk sektor pendukung seperti transportasi, logistik, dan jasa konsumsi.

Investor menyebut bahwa kebutuhan tenaga kerja tersebut sebagian besar akan dipenuhi dari masyarakat lokal, sehingga diharapkan mampu menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan warga pesisir.

Pengembangan Terintegrasi Garam, Perikanan, dan Air Minum

Tidak hanya berfokus pada industri garam, PT Prima Daya Lembata juga merencanakan pengembangan terintegrasi melalui diversifikasi usaha di sektor perikanan dan produksi air minum. Produk-produk tersebut ke depan direncanakan untuk dipasarkan ke luar daerah, termasuk Pulau Jawa yang menyerap sekitar 70 persen kebutuhan garam konsumsi nasional.

Langkah ini dinilai sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Lembata untuk mendorong hilirisasi sumber daya alam dan menciptakan ekosistem ekonomi baru berbasis potensi lokal.

Tahap Awal Menuju Investasi Strategis

Survei lokasi di Atu’wa’lupang merupakan tahap awal dari rangkaian panjang proses perencanaan dan pengembangan industri garam skala besar di Lembata. Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk mengawal proses ini agar berjalan sesuai ketentuan, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dengan potensi alam yang besar, dukungan pemerintah daerah, serta masuknya investasi swasta, Kabupaten Lembata diarahkan menjadi salah satu pilar produksi garam konsumsi nasional, sekaligus motor penggerak baru pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia.(ProkompimPemKabLembata


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

SMAN 1 Nagawutung Tegaskan Komitmen pada Budaya Ilmiah Lewat Ujian KTI

Karya Tulis Ilmiah adalah ajang yang sangat bermartabat dalam posisi kita sebagai orang terpelajar,” tegasnya di hadap

| Senin, 02 Maret 2026
Nasir di Balauring: Dari Mimbar Ramadan, Wabup Lembata Bicara Iman, Algoritma, dan Pancasila

Dalam kultum yang disampaikannya, Wabup Nasir mengajak jamaah menengok kembali cara para pendiri bangsa merumuskan Indon

| Senin, 02 Maret 2026
Bulan Ramadan 1447 H, PLN Hadirkan Promo Tambah Daya Melalui PLN Mobile

layanan digital PLN Mobile untuk memastikan kecukupan daya listrik di rumah, sehingga aktivitas ibadah dan kebersamaan k

| Senin, 02 Maret 2026
Target Belum Terpenuhi, PT Krakatau Steel Percepat Pembangunan SPPG di Lembata

Proyek ini merupakan kolaborasi antara Badan Gizi Nasional dan PT Krakatau Steel, dengan lingkup pengerjaan mencakup pul

| Sabtu, 28 Februari 2026
Ramadan Penuh Berkah: Kapolres Bulukumba Borong Dagangan UMKM, Bagikan Gratis ke Pengendara

Takjil yang diborong tersebut kemudian dibagikan kepada para pengendara dan masyarakat yang melintas sebagai menu berbuk

| Sabtu, 28 Februari 2026
Wujud Kepedulian Sosial, YBM PLN Salurkan 45 Ribu Paket Bingkisan Sepanjang Ramadan 1447 H,

Program ini berasal dari zakat para pegawai muslim PLN yang dikelola secara amanah melalui YBM PLN

| Sabtu, 28 Februari 2026
Dari Knalpot ke Tajwid: Cara Nyeleneh Polisi Bulukumba Tertibkan Pengendara

Para pelanggar lalu lintas, khususnya pengendara yang tidak menggunakan helm, tidak hanya diberikan teguran, tetapi juga

| Sabtu, 28 Februari 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 5