Lembata - Doktor muda asal Kedang yang diberi mandat menyampaikan tausiah Refleksi Idul Adha di Weirian kecamatan Buyasuri, kabupaten Lembata provinsi NTT, mengajak umat mengejar empat (4) keberkahan utama.
"Mari bersama kita Maknai Keberkahan Umur, Ilmu, Harta, dan Jiwa yang Suci" ajak Zakari
Perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kecamatan Buyasuri, berlangsung dengan khidmat dan penuh rasa syukur.
Momentum hari raya kurban kali ini diwarnai dengan penyampaian refleksi mendalam oleh Zakari Wahid, seorang Doktor muda berprestasi asli Kedang.
Dalam khotbah dan refleksi ilmiah-religiusnya, Zaka mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meneladani kisah monumental Nabi Ibrahim AS.
Ia menekankan bahwa esensi kurban bukan sekadar ritual menyembelih hewan, melainkan sebuah transformasi spiritual ketaaat Ibrahim Tawakkal Sitti hajar dan kesabaran Ismail.
"Kisah Nabi Ibrahim AS adalah cerminan bagi kita semua untuk mengejar empat keberkahan utama" Ungkap Zakari
Pertama, keberkahan umur yang diisi dengan ketaatan. Kedua, keberkahan ilmu yang menuntun pada kebenaran. Ketiga, keberkahan harta yang disucikan lewat berbagi. Dan keempat, puncaknya adalah melahirkan jiwa yang suci (nafsul muthmainnah) yang bebas dari keangkuhan duniawi ujar zaka Wahid di hadapan ribuan jemaah.
Kita mesti syukuri bahwa, Perayaan suci ini dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar berkat sinergi yang luar biasa dari seluruh elemen kepanitiaan di tingkat kecamatan maupun desa. Dari podium ini saya sampaikan, Apresiasi dan Terima Kasih yang Mendalam
Di akhir rangkaian acara tersebut, Zakari Wahid,S.Pd.,M.Pd juga menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah mempercayakan amanah besar ini kepada dirinya.
"Saya menghaturkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Panitia Hari Raya Besar Islam (PHBI) Kecamatan Buyasuri, serta seluruh jajaran Panitia Lokal di tingkat lapangan. Terima kasih atas kepercayaan, ruang, dan kehormatan besar yang diberikan kepada saya untuk berdiri di hadapan keluarga besar saya sendiri," ungkapnya penuh haru.
Ia juga menambahkan apresiasi mendalam kepada seluruh masyarakat Lembata, khususnya warga Buyasuri, yang telah menunjukkan semangat gotong royong dan kehangatan yang luar biasa dalam menyambut Hari Raya Idul Adha tahun ini. Kepercayaan masyarakat Lembata menjadi suntikan moral bagi para intelektual muda daerah untuk terus pulang dan mengabdi membangun tanah kelahiran tercinta.
Semoga semangat Idul Adha 1447 H ini membawa kedamaian, keberkahan melimpah, serta persaudaraan yang semakin erat bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Lembata, NTT.