Indonesiasurya.com_
Selama sepekan penuh, sekolah menggelar kegiatan reflektif dan kolaboratif untuk meneguhkan growth mindset guru, pembelajaran bermakna, serta tata kelola sekolah yang akuntabel._
Nagawutung, IndonesiaSurya.com -- Memasuki Semester Genap Tahun Pelajaran 2025/2026, SMAN 1 Nagawutung mengawali langkahnya dengan rangkaian kegiatan sepekan yang dirancang secara terencana, variatif, dan bermakna. Kepala Sekolah, Patrisius Beyeng, S.Pd. dalam sambutannya, menegaskan pentingnya awal semester sebagai momentum penyelarasan visi dan penguatan komitmen bersama.
“Awal semester bukan sekadar pergantian waktu belajar, tetapi saat yang tepat untuk menyatukan kembali semangat, cara berpikir, dan langkah kita sebagai satu komunitas pendidikan. Saya berharap seluruh rangkaian kegiatan ini benar-benar dimaknai dan berdampak pada pembelajaran murid,” ujar Patrisius Beyeng.
Hari pertama masuk sekolah diawali dengan kegiatan Pagi Ceria yang dirangkai dengan Upacara Bendera bersama seluruh murid di Lapangan Utama sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan sejalan dengan Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 2 Tahun 2026. Selain menjadi penanda dimulainya semester genap, kegiatan ini juga memperkuat nilai disiplin, nasionalisme, kebersamaan, serta kesiapan mental murid dalam mengikuti proses pembelajaran.
Pada hari kedua, Selasa (6/1), segenap pendidik SMAN 1 Nagawutung mengikuti sosialisasi pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) yang berlangsung di ruang guru. Kegiatan ini difasilitasi oleh Yustinus Servianus Mua Ujan, S.Kom, dan bertujuan meningkatkan kompetensi pendidik dalam memanfaatkan perangkat teknologi pembelajaran. Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam mendorong pembelajaran yang lebih interaktif, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Rangkaian kegiatan berlanjut pada hari ketiga, Rabu (7/1), dengan pengimbasan materi Pelatihan Pembelajaran Mendalam (PM) yang berfokus pada peralihan dari Fixed Mindset menuju Growth Mindset. Materi ini difasilitasi oleh Desyana Alowisia Pada, S.Pd, dan mengajak pendidik merefleksikan kembali cara pandang terhadap proses belajar, tantangan, serta pengembangan potensi murid dan guru secara berkelanjutan.
Pada hari keempat, Kamis (8/1), pendidik mengikuti pendalaman materi Inkuiri Kolaboratif yang difasilitasi oleh Yohanes Paulus Pito Koban, S.Fil. Materi ini menekankan pentingnya kolaborasi, refleksi bersama, dan pemecahan masalah secara kolektif sebagai fondasi penguatan komunitas belajar di sekolah. Diskusi dan berbagi praktik baik menjadi bagian penting dari sesi ini.
Hari kelima, Jumat (9/1), diisi dengan dua agenda strategis. Pertama, penguatan materi Kerangka Perencanaan Pembelajaran Mendalam yang dibawakan oleh Fransiskus Xaverius Lawe, S.Pd. Materi ini menegaskan pentingnya keterpaduan antara tujuan pembelajaran, proses, dan asesmen yang berpusat pada murid.
Agenda dilanjutkan dengan pemaparan Laporan Penggunaan Dana BOS dan BOSKIN Tahun Anggaran 2025 serta Pembahasan Rancangan RKAS Dana BOS Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Sekolah, Ketua Komite Sekolah, serta seluruh Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK). Forum berlangsung secara partisipatif dan dialogis sebagai wujud akuntabilitas, transparansi, dan sinergi antar pemangku kepentingan.
Rangkaian kegiatan sepekan ditutup pada hari keenam, Sabtu (10/1), dengan penyusunan Rencana Pembelajaran Mendalam yang dilanjutkan dengan presentasi dan praktik mengajar. Kegiatan ini difasilitasi oleh Fransiskus Xaverius Lawe, S.Pd, selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum. Melalui sesi ini, pendidik tidak hanya merancang, tetapi juga mempraktikkan pembelajaran yang kontekstual dan bermakna.
Menutup seluruh rangkaian kegiatan, Kepala SMAN 1 Nagawutung kembali menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta.
“Saya mengapresiasi keterlibatan aktif seluruh PTK dan murid. Harapan saya, hasil refleksi, perencanaan, dan praktik yang telah dilakukan selama sepekan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi benar-benar diterapkan secara konsisten di kelas demi peningkatan hasil belajar murid,” tegas Patrisius Beyeng.
Seluruh rangkaian kegiatan sepekan ini dipantau dan dimonitor langsung oleh Kepala Sekolah. Antusiasme dan partisipasi aktif murid serta PTK mencerminkan semangat bersama untuk terus bertumbuh dan berbenah. Melalui kegiatan ini, SMAN 1 Nagawutung meneguhkan komitmennya dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas serta pengembangan profesional guru secara berkelanjutan. (Hans/Humas SMANSA Naga)