Nagawutung, — SMAN 1 Nagawutung turut ambil bagian dalam kegiatan Sosialisasi Membaca Kritis bagi Siswa SMA/SMK yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Selasa, 26 Mei 2026. Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan surat Kepala Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 0348/B/G5.20/BS.00.01/2026 tanggal 07 Mei 2026 tentang Permohonan Peserta Kegiatan, serta ditindaklanjuti oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT melalui surat Nomor: 400.3.1/3253.1/PK1.2 tanggal 21 Mei 2026.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 17.00 Wita ini diikuti oleh civitas akademika SMAN 1 Nagawutung dengan penuh antusias dan semangat literasi. Para peserta didik dikumpulkan di Aula Sekolah untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara terpusat menggunakan bantuan perangkat Interactive Flat Panel (IFP) sekolah.
Sejak pagi hari, suasana kegiatan berlangsung tertib, semarak, dan penuh semangat belajar. Tahapan demi tahapan kegiatan dilalui dengan ceria oleh para siswa bersama bapak dan ibu guru pendamping. Kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan dilanjutkan dengan Sosialisasi Literasi Kebanksentralan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT yang juga tercatat dalam agenda Rekor MURI.
Acara pembukaan berlangsung khidmat dengan sapaan pembawa acara, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Badan Bahasa, doa pembukaan, serta sambutan dari berbagai pihak, termasuk Bunda Literasi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Kepala Badan Bahasa, dan Gubernur NTT yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi.
Selain itu, kegiatan juga diisi dengan peluncuran buku bacaan dan bahan cerita anak digital, peluncuran novel karya penulis lokal NTT dari daerah 3T, hingga penyerahan Piagam Rekor MURI kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT.
Kepala SMAN 1 Nagawutung, Patrisius Beyeng, S.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk membangun budaya berpikir kritis dan memperkuat karakter peserta didik melalui literasi.
Menurutnya, literasi bukan hanya tentang membaca buku, tetapi tentang bagaimana peserta didik mampu memahami, menganalisis, dan menyikapi berbagai informasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Senada dengan itu, Koordinator Literasi Sekolah, Thomas Krispianus Swalar, M.Pd, menegaskan bahwa literasi telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia sehari-hari.
“Pagi ini seluruh peserta didik SMA/SMK kembali menggaungkan bersama hal yang bernama LITERASI. Itulah pentingnya literasi dalam hidup manusia, karena literasi mencakup seluruh aspek kehidupan dari manusia itu sendiri. Sepanjang manusia melaksanakan seluruh aktivitas, di situ literasi hadir dan sedang dijalankan oleh manusia. Saat ini kurs rupiah lagi ramai diperbincangkan, peserta didik juga harus tahu,” ungkapnya.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa kemampuan memahami isu-isu aktual, termasuk persoalan ekonomi, perkembangan teknologi, media sosial, hingga dinamika kehidupan bermasyarakat, merupakan bagian dari praktik literasi yang harus dimiliki peserta didik saat ini. Oleh karena itu, kegiatan membaca kritis dan literasi kebanksentralan sangat penting agar siswa tidak hanya menerima informasi secara mentah, tetapi mampu memilah, memahami, dan menyikapinya secara bijaksana.
Melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya memperoleh wawasan tentang pentingnya membaca kritis, tetapi juga semakin terdorong untuk meningkatkan budaya literasi, kemampuan berpikir kritis, dan kecakapan memahami informasi secara cerdas di era digital.
Partisipasi aktif SMAN 1 Nagawutung dalam kegiatan ini menjadi bentuk nyata dukungan sekolah terhadap penguatan literasi pendidikan di Provinsi Nusa Tenggara Timur, sekaligus memperluas wawasan peserta didik agar semakin siap menghadapi tantangan zaman dengan kemampuan berpikir yang kritis, reflektif, dan bertanggung jawab.
(Humas SMANSA Naga)