Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Ini Gaji dan tunjangan kepala daerah sesuai peraturan

Kepala daerah mendapatkan dukungan dana untuk menjalankan tugasnya melalui biaya operasional yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP)

Indonesiasurya
Kamis, 27 Februari 2025 | 20:53:05 WIB
Ilustrasi

INDONESIA SURYA.COM - Pemerintah telah menetapkan besaran pendapat baik gaji maupun tunjangan yang diperoleh seorang kepala daerah seluruh Indonesia.

Dalam peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 2000 Pasal 1, setiap kepala daerah dan wakil kepala daerah menerima gaji yang telah diatur besarannya oleh negara.

Lantas, berapa gaji, tunjangan jabatan, hingga dana operasional setiap bulan
kepala daerah dan wakilnya? Berikut penjelasannya.

1. Gaji kepala daerah Provinsi menurut aturan di atas, gaji pokok kepala daerah provinsi atau gubernur adalah Rp. 3 juta per bulan sedangkan wakil gubernur Rp. 2,4 juta per bulan.

Selain gaji pokok, gubernur dan wakilnya juga mendapat tunjangan jabatan, sebagaimana sudah diatur dalam Keputusan Presiden Nomor 68 Tahun 2001.

Pasal 1 ayat (2) pada keppres tersebut menjelaskan tunjangan jabatan gubernur sebesar Rp. 5,4 juta dan wakil gubernur Rp. 4,32 juta.

2. Gaji kepala daerah kabupaten/kota Sementara itu, kepala daerah kabupaten/kota atau bupati dan wali kota mendapatkan gaji sebesar Rp. 2,1 juta per bulan.

Sementara itu, wakilnya menerima Rp. 1,8 juta per bulan.

Sama seperti gubernur, kepala daerah kabupaten atau kota juga mendapatkan tunjangan jabatan sebesar Rp. 3,78 juta sedangkan wakilnya menerima Rp. 3,24 juta.

Biaya operasional kepala daerah.

Kepala daerah mendapatkan dukungan dana untuk menjalankan tugasnya melalui biaya operasional yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 109 Tahun 2020. Dana operasional ini mencakup berbagai kebutuhan, mulai dari kebutuhan rumah tangga dan inventaris rumah jabatan, pemeliharaan kendaraan dinas dan kesehatan, hingga perjalanan dinas, pakaian dinas, dan biaya penunjang operasional lainnya.

Besaran biaya penunjang operasional ini berbeda-beda untuk setiap daerah. Hal ini ditentukan oleh jumlah pendapatan asli daerah (PAD) masing-masing daerah, sebagaimana diatur dalam Pasal 9 PP Nomor 109 Tahun 2020.

Berikut rinciannya biaya penunjang operasional kepala daerah dan wakil kepala daerah provinsi serta kabupaten/kota.

Gubernur dan wakil gubernur: PAD Rp. 0-15 miliar: Rp. 150 juta hingga 1,75 persen dari total PAD.

PAD Rp 15-50 miliar: Rp. 262,5 juta hingga 1 persen dari total PAD.

PAD Rp. 50-100 miliar: Rp. 500 juta hingga 0,75 persen dari total PAD.

PAD Rp. 100-250 miliar: Rp. 750 juta hingga 0,40 persen dari total PAD.

PAD Rp. 250-500 miliar Rp 1 miliar hingga 0,25 persen dari total PAD.

PAD di atas Rp. 500 miliar paling rendah Rp. 1,25 miliar dan paling tinggi sebesar 0,15 persen dari total PAD

Wali kota-wakil wali kota dan bupati-wakil bupati:

PAD Rp 0-5 miliar: Rp125 juta hingga 3 persen dari total PAD

PAD Rp. 5-10 miliar: Rp150 juta hingga 2 persen dari total PAD

PAD Rp 10-20 miliar: Rp200 juta hingga 1,5 persen dari total PAD

PAD Rp 20-50 miliar: Rp300 juta hingga 0,8 persen dari total PAD

PAD Rp 50-150 miliar: Rp400 juta hingga 0,4 persen dari total PAD

PAD di atas Rp150 miliar: Rp600 juta hingga 0,15 persen dari total PAD

Wali kota-wakil wali kota dan bupati-wakil bupati: PAD Rp. 0-5 miliar: Rp. 125 juta hingga 3 persen dari total PAD

PAD Rp. 5-10 miliar: Rp. 150 juta hingga 2 persen dari total PAD

PAD Rp. 10-20 miliar: Rp. 200 juta hingga 1,5 persen dari total PAD

PAD Rp 20-50 miliar: Rp. 300 juta hingga 0,8 persen dari total PAD.
PAD Rp 50-150 miliar: Rp 400 juta hingga 0,4 persen dari total PAD

PAD di atas Rp 150 miliar: Rp 600 juta hingga 0,15 persen dari total PAD 


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

SMAN 1 Nagawutung Tegaskan Komitmen pada Budaya Ilmiah Lewat Ujian KTI

Karya Tulis Ilmiah adalah ajang yang sangat bermartabat dalam posisi kita sebagai orang terpelajar,” tegasnya di hadap

| Senin, 02 Maret 2026
Nasir di Balauring: Dari Mimbar Ramadan, Wabup Lembata Bicara Iman, Algoritma, dan Pancasila

Dalam kultum yang disampaikannya, Wabup Nasir mengajak jamaah menengok kembali cara para pendiri bangsa merumuskan Indon

| Senin, 02 Maret 2026
Bulan Ramadan 1447 H, PLN Hadirkan Promo Tambah Daya Melalui PLN Mobile

layanan digital PLN Mobile untuk memastikan kecukupan daya listrik di rumah, sehingga aktivitas ibadah dan kebersamaan k

| Senin, 02 Maret 2026
Target Belum Terpenuhi, PT Krakatau Steel Percepat Pembangunan SPPG di Lembata

Proyek ini merupakan kolaborasi antara Badan Gizi Nasional dan PT Krakatau Steel, dengan lingkup pengerjaan mencakup pul

| Sabtu, 28 Februari 2026
Ramadan Penuh Berkah: Kapolres Bulukumba Borong Dagangan UMKM, Bagikan Gratis ke Pengendara

Takjil yang diborong tersebut kemudian dibagikan kepada para pengendara dan masyarakat yang melintas sebagai menu berbuk

| Sabtu, 28 Februari 2026
Wujud Kepedulian Sosial, YBM PLN Salurkan 45 Ribu Paket Bingkisan Sepanjang Ramadan 1447 H,

Program ini berasal dari zakat para pegawai muslim PLN yang dikelola secara amanah melalui YBM PLN

| Sabtu, 28 Februari 2026
Dari Knalpot ke Tajwid: Cara Nyeleneh Polisi Bulukumba Tertibkan Pengendara

Para pelanggar lalu lintas, khususnya pengendara yang tidak menggunakan helm, tidak hanya diberikan teguran, tetapi juga

| Sabtu, 28 Februari 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 3