Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Kecelakaan di Perumahan Mitra Berdikari Asri: Pengurus Diduga Lari, Penanganan Terlambat, Pejabat Tinggi Lemabaga Poros Rakyat Indonesia Angkat Suara

Warga merasa hal ini bukan sekadar kesalahan biasa, melainkan kegagalan sistem dan sikap yang tidak bertanggung jawab yang membahayakan nyawa orang lain.

Indonesiasurya
Senin, 04 Mei 2026 | 08:40:06 WIB
Foto situasi saat kecelakaan

Makassar – Peristiwa kecelakaan yang terjadi pada Minggu, 3 Mei 2026 sekitar pukul 10.30 WITA di kawasan Perumahan Mitra Berdikari Asri, RT 1 RW 8, kini menjadi sorotan luas, tidak hanya dari warga setempat tetapi juga kalangan lembaga masyarakat. Kejadian ini meninggalkan kesan mendalam dan kekhawatiran, terutama karena ada dugaan tidak ada pertanggungjawaban pihak yang seharusnya dapat bertindak cepat, serta lemahnya sistem keamanan dan penanganan darurat di lingkungan tersebut.

Menurut informasi yang terhimpun, saat kecelakaan berlangsung, terdapat tiga pengurus Pamsimas sekaligus warga setempat yang berada di lokasi, yaitu Darwin, Hamsa, dan Irwanto yang akrab disapa Anto. Namun, yang menjadi hal yang sangat disayangkan dan menimbulkan kemarahan warga, ketiganya diduga langsung meninggalkan tempat kejadian perkara sesaat setelah insiden terjadi. Tindakan ini membuat proses penanganan awal menjadi terhambat, sementara korban masih membutuhkan pertolongan segera.

Masalah menjadi semakin rumit dan menyakitkan karena informasi mengenai kejadian ini baru diterima oleh pihak berwenang sekitar satu jam setelah peristiwa berlangsung. Akibat keterlambatan pelaporan tersebut, evakuasi dan penanganan medis yang seharusnya dilakukan dengan cepat dan sesuai prosedur — di mana korban seharusnya langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk pemeriksaan lanjutan — menjadi terlambat jauh dari batas waktu yang wajar. Warga merasa hal ini bukan sekadar kesalahan biasa, melainkan kegagalan sistem dan sikap yang tidak bertanggung jawab yang membahayakan nyawa orang lain.

Melihat situasi yang memilukan ini, Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Poros Rakyat Indonesia, Andis, SH, CLA, turut angkat suara dan menyampaikan pendapatnya dengan tegas. Menurutnya, kejadian ini adalah bukti nyata adanya kegagalan besar dalam penerapan standar keamanan serta kurangnya kesadaran tanggung jawab sosial di lingkungan tersebut. “Apa arti jabatan dan kepercayaan masyarakat jika saat keadaan darurat tiba, orang-orang yang diharapkan membantu malah lari dan meninggalkan korban? Ini bukan hanya soal kesalahan individu, tetapi menunjukkan bahwa sistem penanganan darurat di sana hampir tidak ada atau tidak berfungsi sama sekali,” ujar Andis dengan nada tegas.

Ia juga menekankan bahwa setiap orang, terlebih mereka yang memegang jabatan atau tanggung jawab di lingkungan masyarakat, memiliki kewajiban moral dan sosial untuk memberikan pertolongan pertama serta memastikan informasi disampaikan dengan cepat kepada pihak yang berwenang. Kegagalan melakukannya, menurutnya, adalah tindakan yang tidak dapat diterima dan harus dipertanggungjawabkan, baik secara etika maupun hukum.

Selain itu, Andis juga mendukung harapan warga agar pihak berwenang melakukan penyelidikan mendalam terkait tindakan para pengurus yang meninggalkan lokasi, serta menuntut penjelasan yang jelas dan terbuka dari pihak terkait. Ia juga menegaskan perlunya perbaikan sistem penanganan darurat di seluruh lingkungan pemukiman, agar tidak ada lagi nyawa yang terancam atau hilang hanya karena kelalaian dan tidak tanggapnya pihak yang berwajib maupun pengurus lingkungan.

Sampai saat ini, warga masih menunggu penjelasan resmi dari para pengurus Pamsimas dan tindakan nyata dari pihak berwenang. Masyarakat berharap kasus ini menjadi pelajaran berharga, sehingga keamanan dan keselamatan warga benar-benar menjadi prioritas utama, bukan sekadar janji atau tulisan di atas kertas. Baramakassar_


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Temui Kepala Staf Kepresidenan, BPP DOB Dorong Provinsi Luwu Raya Masuk Agenda Strategis Nasional

Ketua Tim BPP DOB Provinsi Luwu Raya, H. Darwis Ismail, mengatakan pertemuan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar me

| Selasa, 14 Juli 2026
Ahli Geothermal Luruskan Persepsi tentang WKP Mataloko dan Pemanfaatan Lahan PLTP

Berdasarkan data gambaran umum pengembangan PLTP Mataloko, luas WKP mencapai sekitar 996,2 hektare

| Selasa, 14 Juli 2026
Ahli Geothermal ITB: Pemanfaatan Air untuk Pengeboran PLTP Mataloko Bersifat Sementara

Pemanfaatan air Sungai Tiwu Bala untuk mendukung kegiatan pengeboran PLTP Mataloko telah memperoleh Izin Pengusahaan

| Senin, 13 Juli 2026
MPLS SMAN 1 Nagawutung TP 2026/2027 Resmi Dimulai, Wujudkan Sekolah Ramah dan Humanis

MPLS adalah ruang untuk mengenal lingkungan sekolah, membangun karakter, serta menumbuhkan semangat belajar

| Senin, 13 Juli 2026
Di Tengah Seruan Efisiensi, Kades Diminta Bayar Rp3 Juta untuk Ikut Bimtek

LIRA meminta Inspektorat untuk melakukan audit terhadap mekanisme pemungutan biaya kepada kepala desa.

| Senin, 13 Juli 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 9