Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Kemenhut di Desak Seriusi Penanganan Konflik Teunrial di BLOK MBB 1 PT. Vale Indonesia?

, Ir Gusti Riadi mengatakan aktivitas PT Vale Indonesia di MBB1 sudah tidak benar, menurutnya lantaran tidak memisahkan antara tanaman produktif yang ditanam masyarakat dan tanaman yang tumbuh liar dari hutan

Indonesiasurya
Selasa, 21 Oktober 2025 | 18:27:43 WIB
Foto

Indonesiasurya.com, Morowali - Tanam tumbuh nyaris hilang semua oleh aktivitas pertambangan PT Vale Indonesia Tbk MBB1. Ir Gusti Riadi Geram minta Kementerian Kehutanan segera bertindak untuk menghindari terjadinya konflik horizontal.

Hal ini disampaikan Ir Gusti Riadi saat meninjau serta mengambil titik koordinat tanaman tumbuh miliknya yang tersisa di Desa Ululere, Kecamatan Bungku Timur, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Sabtu (18/10/2025).

Bahkan dengan rasa ketidak adilan melihat tanamannya yang nyaris tak tersisa entah hilang tertimbun oleh aktivitas pertambangan PT Vale Indonesia.

Padahal ketentuan perundangan bahwa pihak perusahaan sebelum melakukan aktivitas pertambangan seharusnya melalukan penyelesaian tanam tumbuh masyarakat selaku hak pihak ketiga dalam Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP).

Dengan nada geram,  Ir Gusti Riadi mengatakan aktivitas PT Vale Indonesia di MBB1 sudah tidak benar, menurutnya lantaran tidak memisahkan antara tanaman produktif yang ditanam masyarakat dan tanaman yang tumbuh liar dari hutan, semua diratakan oleh alat berat.

"Tanaman kami sudah hampir tak tersisa hilang tertimbun oleh aktivitas perusahaan PT Vale, ini sudah tidak benar. Tak bisa lagi membedakan tanaman yang kami tanam dan tamanan liar dari hutan, semua diratakan oleh alat berat sebelum ada penyelesaian," ungkap Gusti saat ditemui media ini.

Lanjut, padahal jelas, surat LO Gubernur Sulawesi Tengah yang bersifat segera dan ditujukan kepada Bupati Morowali dan PT Vale Indonesia tbk untuk memberikan kerohiman atau konpensasi tanam tumbuh masyarakat sebelum melakukan aktivitas di atas IUPK, namun faktanya sampai saat ini tanam tumbuh milik Ir Gusti Riadi belum dikonpensasi.

Karena itu, dirinya mengadukan permasalahan tersebut ke Direktorat Jenderal Penanganan Konflik Tenurial Kementerian Kehutanan Republik Indonesia untuk diselesaikan segera.

Dengan penuh harap, Ir Gusti Riadi meminta Kementerian Kehutanan RI melalui Dirjen Penanganan Konflik Tenurial segera memanggil dan mempertemukan dirinya dengan pihak PT Vale Indonesia dalam rangka membahas penyelesaian masalah tanaman tumbuh miliknya.

"Walau kami sangat kecewa melihat tanaman kami satu persatu hilang tertimbun di depan mata kami, dengan itu kami selaku masyarakat kecil meminta oleh Kementerian Kehutanan Republik Indonesia segera memanggil kami dan PT Vale Indonesia untuk harapan terciptanya penyelesaian yang penuh rasa keadilan," harapnya.

Merasa berat menjadi penonton saat tanaman berlahan habis ditimbun oleh aktivitas alat berat perusahaan tanpa konpensasi, baginya ini adalah harga mati dan jihat sebab memperjuangakan tanaman yang diusahakan lawat tetesan keringat.

"Dengan keadaan tanaman kami digusur layaknya tanaman tak bertuang dan masyarakat kecil sulit mendapatkan kepastian dan keadilan dalam menghadapi perusahaan besar? Maka jihat dan harga mati adalah satu-satunyan jalan," tandasnya.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Mahasiswa KKN Unwira Kupang Gelar Sosialisasi Anti - Cyberbullying di SMPN 1 Lewolema

Langkah preventif ini diharapkan mampu mempertahankan "rekor bersih" SMP Negeri 1 Lewolema dari kasus perundungan secara

| Jumat, 17 Juli 2026
Penumpang KM. Lambelu Loncat dari Kapal, Tim SAR Lakukan Pencarian di Perairan Pulau Pemana Sikka.

Lokasi kejadian diperkirakan berada di sekitar Perairan Pulau Pemana, Kabupaten Sikka, NTT, pada koordinat 8° 22.310'S

| Kamis, 16 Juli 2026
Temui Kepala Staf Kepresidenan, BPP DOB Dorong Provinsi Luwu Raya Masuk Agenda Strategis Nasional

Ketua Tim BPP DOB Provinsi Luwu Raya, H. Darwis Ismail, mengatakan pertemuan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar me

| Selasa, 14 Juli 2026
Ahli Geothermal Luruskan Persepsi tentang WKP Mataloko dan Pemanfaatan Lahan PLTP

Berdasarkan data gambaran umum pengembangan PLTP Mataloko, luas WKP mencapai sekitar 996,2 hektare

| Selasa, 14 Juli 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 11